-->

Nestapa Palestina, Butuh Solusi!!!

Oleh: Kasmiati (Komunitas Pena Ideologis Maros)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu resmi menyatakan keadaan perang setelah Hamas meluncurkan 5.000 roket dan serangan darat, Sabtu (7/10/2023). (CNBC Indonesia)

"Warga Israel. Kami sedang perang dan kami akan menang," ungkap Netanyahu melalui pernyataan publiknya, dikutip dari Times of Israel, Sabtu (7/10/2023).

Militer Israel melancarkan serangan terhadap target di Gaza sebagai respons atas lebih dari 2.000 roket yang membuat sirene serangan udara berbunyi terus-menerus hingga ke utara, sejauh Tel Aviv dan Yerusalem. 

Israel mengatakan pasukannya terlibat dalam baku tembak dengan militan Hamas yang menyusup ke Israel di setidaknya tujuh lokasi. Para tentara tersebut menyusup melintasi pagar pemisah dan bahkan masuk ke Israel melalui udara dengan menggunakan paralayang, kata militer.

Utusan perdamaian Timur Tengah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tor Wennesland mengutuk serangan terhadap Israel itu, dan memperingatkan dalam sebuah pernyataan: "Ini adalah jurang yang berbahaya, dan saya mengimbau semua orang untuk mundur dari jurang tersebut."

Insiden tersebut juga menuai kritik dari Washington dan negara-negara Barat lainnya. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyerukan “penghentian segera kekerasan antara Israel dan Palestina," kantor berita negara melaporkan. voaindonesia.com

Hiruk Pikuk Palestina butuh Solusi 

Dalam pembukaan UUD 1945, berbunyi bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. 

Maka dengan narasi ini menggambarkan bahwa setiap negara berhak mendapatkan kemerdekaan atas negeranya dengan menghusir para penjajah yang bercokol di dalamnya. Hal inilah yang berusaha diwujudkan dengan saudara-saudara muslim kita di Palestina.

Sudah lebih dari 70 tahun Negeri mereka dijajah oleh zionis israel, penjajahan yang dilakukan israel begitu bengis bahkan ingin membumi hanguskan para penduduk di palestina sampai ke akar-akarnya, kebiadaban israel terhadap para penduduk palestina tidak bisa ditawar lagi hampir setiap tahunnya mereka membom bardir penduduknya.

Penyiksaannya tidak memandang bulu dari kalangan anak-anak, remaja, wanita, hingga lansia, teknik sipil, tenaga medis dan yang lainnya Bahkan mereka tidak membiarkan para penduduk palestina untuk melakukan aktivitas ibadah mereka

Ketika membuka sejarah, maka kita akan paham bahwa israel tidak pernah memiliki tanah sedikit pun dari tanah Palestina,

Pada saat itu Palestina sudah memiliki keudalatan pemerintahan lalu israel datang dan tiba-tiba mengklaim bahwa dia memiliki bagian dari tanah palestina dan PBB memberikan izin kepada israel untuk membangun negera disana.

Kemudian disaat itulah israel mulai melakukan penindasan, pembunahan terhadap orang-orang palestina, 

Persoalan Palestina adalah persoalan Agama, perampasan dan penjajahan, tanah palestina yang telah ditaklukan oleh para muhajid-mujahid terdahulu yang tidak boleh di hegemoni oleh orang-orang kafir penjajah. 

Maka sebagai umat muslim perlu meluruskan pandangan terkait persoalan yang ada di Palestina sebab ketika pandangan awalnya keliru tentang soalan palestina maka akan meleset jauh sekali dari kebenaran fakta yang terjadi.

Persoalan yang sedang terjadi di palestina tentu akan ada pihak-pihak tertentu yang justru ingin memanfaatkan konflik tersebut terutama para pihak yang kontra terhadap kaum muslim, anti terhadap Syariah Islam. 

Dengan penyerangan yang dilakukan warga palestina bersama Hamas terhadap israel maka muncul opini bahwa Hamas ada teroris yang melakukan penyerangan duluan dan mengusik ketenangan israel

Untuk membuktikan tuduhan dan fakta tersbut cukup kita membuka internet dan mencari sejarah israel dan dunia telah menjadi saksi atas kebiadaban, penindasan yang dilakukan israel terhadap warga palestina.

Maka sebuah kewajaran ketika warga palestina bersama Hamas melakukan serangan sebab itu sebuah keberanian dan kebenaran, didasarkan cita-cita luhur ingin merdeka, sebagaimana  Indonesia dulu kala. 

Karenanya wajib di dukung oleh semua manusia merdeka lainnya

Dalam hal ini, diam pun bukan pilihan, sebab kita mendiamkan kedzaliman yang berkepanjangan, maka minimal kita berikan doa dan dukungan pada saudara-saudara kita di Palestina. 

Seharusnya semua negara terutama negara muslim ikut serta dalam membantu dan mewujudkan kemerdakaan untuk saudara – saudara muslim kita yang tertindas disana, membesakan tanah suci Al Quds dari cengkraman penjajahan zionis israel.

Maka tidak cukup dengan solusi dua negara ataupun pengiriman bahan obat-obatan, makanan dan sejenisnya, sebab akar masalahnya adalah bagaimana menghusir para penjajah israel sebab selagi israel masih tetap bercokol dan eksis disana maka disaat  itupulah meraka akan senantiasa melakukan penindasan, pembataian yang tiada usainya.

Solusi Palestina 

Secara manusia konflik yang terjadi di palestina maerupakan problematika orang-orang  muslim dan secara tempat Baitul Maqdis adalah kiblat pertama kaum muslim yang senantiasa banyak di mantion oleh Rasulullah saw terhadap keutamaan Baitul Maqdis dan Baitul Maqdis inilah yang mejadi tempat Mikhraj nya Rasulullah saw sebelum ke Sidratul Muntaha. Sebagaimana hadist Rasulullah saw tentang keutamaan Baitul Maqdis. Sebagaimana firman Allah SWT

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya.” (TQS. Al-Isra:1)

Datangilah Masjid al-Aqsha. Lalu shalatlah di dalamnya karena sungguh shalat di sana seperti seribu kali shalat di tempat lain (HR Ahmad).

Rasulullah SAW pun bersabda, “Sekali salat di Masjid al-Haram sama dengan 100.000 salat. Sekali salat di Masjidku (di Madinah) sama dengan 1.000 salat. Sekali salat di Masjid al-Aqsha sama dengan 500 salat.” (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar)

Membela Palestina sudah menjadi kewajiban bagi setiap negara-negara muslim Sebab Pertama, Palestina merupakan tanah air kaum Muslim dan telah berabad-abad menjadi bagian dari wilayah Islam. Kaum Muslim pun terikat dengan Palestina serta Yerusalem karena dua alasan: 

Pertama, wilayah Yerusalem telah menjadi bagian dari negeri-negeri Islam dengan status sebagai tanah kharaj sejak era Kekhilafahan Umar bin al-Khaththab ra. pada tahun 637 M. 

Setelah peperangan yang berkecamuk selama berbulan-bulan, akhirnya Uskup Yerusalem, Sophronius, menyerahkan kunci Kota Yerusalem kepada Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. secara langsung. 

Kedua, kaum Muslim terikat dengan kaum Nasrani Yerusalem untuk melindungi negeri tersebut lewat Perjanjian Umariyah. 

Dalam perjanjian tersebut Khilafah berkewajiban memberikan jaminan kepada kaum Nasrani baik terkait harta, jiwa dan ibadah mereka. Khilafah juga diminta untuk tidak mengizinkan orang-orang Yahudi tinggal bersama kaum Nasrani dan kaum Muslim di Yerusalem. 

Khalifah Umar kemudian menjamin tidak ada satu pun orang Yahudi yang lewat dan bermalam di wilayah tersebut. Perjanjian Khalifah Umar dengan kaum Nasrani Yerusalem ini mengikat kaum Muslim hari ini bahkan hingga akhir zaman. (Buletin Kaffah edisi 314)

Sungguh membiarkan saudara-saudara palestina berjihad sendiri dalam melawan penjajahan israel merupakan sikap penghianatan kedzoliman bagi seluruh kamu muslimin di dunia terhadap saudara muslimnya di Palestina sebab tanggung jawab untuk menjaga tanah suci tersebut bukan hanya kewajiban dan tanggung jawab rakyat Palestina tetapi merupakan tanggung jawab dan kewajiban umat muslim di seluruh dunia. 

Maka sudah seharusnya negeri-negeri muslim mengirimkan pasukan-pasukan tentara terbaiknya untuk membatu perjuangan saudara-saudara di palestina dalam menghusir para penjajah israel.

Bagaimana mungkin para tentara-tentara pemberani berdiam diri menyaksikan saudara-saudra muslimnya tertindas, dianiaya, bahkan ingin dihusir dari negerinya sendiri?

Bagaimana mungkin mereka tidak ingin terdorong untuk memberikan uluran tangannya terhadap suadara seimannya yang merupakan bagian dari hidup mereka. Dalam firman Allah SWT

"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (TQS Al-Hujurat: 10)

Berharap dalam sistem Sekuler hari ini, adalah sebuah angan-angan kosong yang tidak akan pernah mewujudkan pembebasa tanah Suci Palestina, sebab pemisahan agama dalam kehidupan merupakan standar dari sistem sekuler ini. Maka sistem ini hanya  akan melahirkan manusia-manusia yang individualis yang tidak peduli dengan sesama saudaranya.

Maka dengan ini pentingnya menghadirkan sebuah kepemimpinan Negara yang senantiasa mendorong rakyat untuk saling peduli terhadap sesama saudaranya, saling memberikan pertolongan terhadap saudaranya yang tertindas.

Menghadirkan pemimpin-pemimpin yang senantiasa siap mengirimkan tentara-tentara terbaiknya untuk menolong saudaranya yang tertindas dan terjajah oleh para orang kafir dan bahkan pemimpin yang akan terjun langsung memimpin para tentaranya untuk menghusir para penjajahan yang mengnganggu kedamaian dan keberlangsungan hidup saudaranya. 

Namun kepemimpin yang demikiaan hanya akan lahir dalam sistem kepemimpinan Islam yang didalamnya di teggakkan aturan-aturan Allah Swt. Yang dengan aturan ini  akan memberikan kedamaian, kesejahteraan dan ketentraman hidup di seluruh dunia.

kepemimpinan ini dikenal sebagai Khilafah Islamiyah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw dan para generasi setelahnya, yang telah berhasil menyelamatkan kehidupan para kamu muslimim maupun non muslim dari kekejaman para pemimpin diktator dan para penjajah.

Wallahu ‘Alam Bisyawab