-->

Mau Hidup Berkah, Stop Gibah!

Oleh: Syifa Islamiati 

Ukhti, apa sih yang biasanya dilakukan jika sedang berkumpul bersama teman-teman atau tetangga? Selain ngobrolin masalah pribadi, sedikit atau banyak pastinya juga ngobrolin tentang orang lain alias gibah atau gunjing bin gosip, iya kan? Sudah menjadi kebiasaan memang aktivitas gibah di lingkungan masyarakat hari ini.

Sebenarnya apa sih arti gibah itu? Yuk, kita bahas! Dalam bahasa Arab, gibah artinya membicarakan kejelekan atau aib orang lain. Yakni obrolan terjadi saat subjek yang dibicarakan tengah tidak sedang bersama orang-orang yang bergunjing. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), juga dijelaskan bahwa gibah artinya membicarakan keburukan (keaiban) orang lain; bergunjing.

Dalam Islam, gibah hukumnya haram. Firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 12:


وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ


Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."

Tapi karena seolah sudah menjadi kebiasaan, gibah akhirnya jadi hobi bagi sebagian orang. Jelas ini hobi yang negatif dan merusak. Wah, bahaya! Selain bisa menambah pundi-pundi dosa, mudharatnya juga banyak, loh. Seperti bisa memutus hubungan silaturahim, mengurangi pahala, terjadi salah paham hingga menyebabkan permusuhan.

Ini semua ternyata bisa terjadi karena diterapkannya sistem sekularisme yang menjauhkan agama dari kehidupan. Kebiasaan buruk dianggap biasa oleh masyarakat. Mereka juga tidak paham halal dan haram. Sedangkan ukuran standar benar dan salah bukan lagi berdasarkan syariat Islam tetapi hawa nafsu. Walhasil, masyarakat pun bebas melakukan apapun yang menurutnya menyenangkan seperti gibah ini salah satunya.

Padahal apa sih yang menyenangkan dari aktivitas gibah ini? Serius, tidak ada sedikit pun manfaat dari menggibahi orang lain. Jangankan yang menggibahi, yang mendengarkan gibah saja mendapatkan dosa. Menurut Imam An Nawawi dalam kitabnya, perbuatan gibah diharamkan untuk dilakukan dan diharamkan pula mendengarkan atau menyetujuinya. Karena itu, beliau menganggap bahwa mencegah dan melarang perbuatan gibah adalah kewajiban.


وَاِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَالُوْا لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۖسَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ


"Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.” (QS. Al-Qasas:55)

Dalam Islam, sesama umat muslim diperintahkan menjaga aib dan kehormatan saudaranya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. yang dituturkan oleh Abu Darda, "Siapa yang mempertahankan kehormatan saudaranya yang akan dicemarkan orang, maka Allah Swt. akan menolak api neraka dari mukanya pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi)

Maka, mulai sekarang yuk, kita jauhi gibah! Dan jika kita menemui orang-orang yang sedang bergibah sebaiknya dinasihati agar mereka berhenti melakukan gibah. Ajak mereka belajar dan mengenal Islam lebih dalam agar mengerti bahwa aktivitas gibah itu hanya akan menambah dosa dan merupakan sebuah kemaksiatan.

Masih banyak aktivitas lain yang jauh lebih bermanfaat daripada bergibah. Misalnya, mengikuti kajian-kajian online/offline, membaca buku, mendengarkan ceramah-ceramah agama dan lain sebagainya. Ini jelas aktivitas yang full manfaat. Sedangkan bergibah hanya membuang-buang waktu. Kita hidup di dunia ini hanya sebentar, jangan disia-siakan! Oleh karena itu manfaatkanlah sisa waktu yang ada dengan aktivitas-aktivitas yang berbuah pahala dan tentunya yang mendatangkan rida Allah semata. Mau hidup berkah, yuk stop gibah! Keep hamasah, ya Ukhti!