-->

Menyoal Kelangkaan Elpiji 3kg Bersubsidi, Apa Solusinya?

Oleh: Cucu Juariyah (Aktivis muslimah) 

Kehadiran gas elpiji 3kg bersubsidi bagi masyarakat Indonesia terutama bagi kalangan menengah ke bawah merupakan hal yang penting. Sesuatu yang pokok dan mendasar, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Seperti untuk memasak atau untuk penunjang UMKM. Karena tidak ada alternatif lain yang lebih murah dan lebih praktis penggunaannya. 

Namun apa jadinya jika pasokan gas elpiji menjadi langka alias sulit didapat. Seperti terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Diantaranya di Magetan, Banyuwangi, dan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, bisnis.tempo.co.id (24/07 2023). Jika pun ada, harganya bisa melonjak melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. 

Sulitnya mendapatkan si melon 3kg gas elpiji bersubsidi ini berdampak kepada kesulitan lainnya yang dihadapi oleh masyarakat. Mengenai hal ini bos pertamina memberikan penjelasan seperti  dilansir dari laman www.cnnindonesia.com kamis 27 juli 2023, bahwa Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyatakan, memang pasokan gas elpiji 3kg sekarang sedang berkurang atau langka di beberapa daerah. 

Berikut juga penjelasan penyebab LPG 3 kg langka. Yang pertama adalah karena adanya peningkatan pemakaian pada bulan Juli lalu sampai 2%. Kedua karena adanya distribusi gas subsidi yang tidak tepat sasaran. Nicke menuturkan, menurut data pemerintah ada sekitar 60 juta rumah tangga yang berhak menerima subsidi dari total sebanyak 88 juta rumah tangga atau sekitar 68 persennya.

Namun, saat ini persentase penjualan LPG subsidi terhadap total LPG angkanya ternyata tinggi, mencapai 96 persen. Hal ini, kata Nicke, mengindikasikan ada subsidi yang tak tepat sasaran. 

Kesalahan Sistem Subsidi 

Permasalahan kelangkaan elpiji 3kg ini sebenarnya adalah akibat dari adanya subsidi dari negara yang hanya diperuntukan bagi sebagian kalangan masyarakat saja. Sementara hukum pasarnya jika ada dua harga yang berbeda untuk suatu barang yang sama tentu pihak konsumen akan memilih harga yang lebih rendah. Hal inilah yang memicu timbulnya berbagai tindak kecurangan di masyarakat. Baik dari pihak penyedia barang, distributor, agen-agen, bahkan melibatkan para pejabat terkaitnya juga. 

Misalnya pihak yang tidak terkategori mendapatkan subsidi akan berusaha menyiasati demi mendapatkan barang bersubsidi. Dengan melakukan tindakan-tindakan nakal untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga tersebut. 

Pemberian subsidi tentu tidak boleh dilakukan oleh negara, jika pemberiannya hanya untuk sebagian kalangan saja. Maka ketika hal ini tetap dilakukan, akan memicu berbagai pelanggaran, kericuhan dan kecurangan. 

Disamping itu, pemberian subsidi bukanlah solusi tepat bagi rakyat untuk mendapatkan barang yang dibutuhkannya. Dalam hal pemenuhan kebutuhan ini, seharusnya negara mengupayakan peningkatan ekonomi serta kemampuan atau daya beli masyarakat supaya lebih meningkat dan mampu membeli dengan harga global. 

Kegagalan Negara dalam Menyejahterakan Rakyatnya 

Contoh pendapatan warga Indonesia dengan UMN  (Upah Minimum Nasional) Rp 2,8jt tentu akan kesulitan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diperlukannya. Jika harus disandarkan pada harga global dan bersaing untuk medapatkan barang dan jasa tersebut dengan warga dari negara-negara lain yang UMN-nya lebih tinggi. 

Berikut 10 negara dengan Upah Minimum Nasional Tertinggi perbulan dalam rupiah.

Swiss 61,821,774, Islandia 39,479,647, Luksemburg 37,342,956, Australia 36,097,898, Selandia Baru 35,854,459, Jerman 31,079,535, Belgia 30,580,925, Belanda 30,256,828, Irlandia 29,871,139 dan Kanada 29,026,435. 

Dan Thailand 3,654,518, Kamboja 2,845,010,  Indonesia 2,762,886 Sumber cnbcindonesia.com (1/05 2023). 

Dari data di atas dapat dilihat bahwa Indonesia entah berada diurutan keberapa, yang jelas terlihat masih sangat jauh untuk disandingkan dengan warga negara lain dalam kemampuan daya beli dengan harga global. Bahkan indonesia masih berada dibawah Thailand dan Kamboja. 

Tentu saja siapapun warga Indonesia yang mencintai negerinya menginginkan Indonesia lebih baik dari kondisi yang sekarang. Mengingat SDM dan SDA Indonesia sangat bagus dan bisa menghantarkan kepada kesejahteraan dibanding dengan kebanyakan bangsa lainnya. 

Korban Sistem Kapitalisme Global 

Kondisi masyarakat Indonesia saat ini kian terpuruk. Dan tidak akan pernah bisa membaik selama Indonesia masih menerapkan sistem demokrasi kapitalisme. Karena sistem demokrasi kapitalisme global merupakan sistem yang menjadikan pengikutnya rakus dan saling bersaing. Dimana negara kuat akan memangsa negara yang lemah dan jelas posisi Indonesia berada di pihak yang lemah sehingga selalu terjepit. 

Sebagai contoh begitu banyak investor asing masuk ke Indonesia dan menanamkan modal. Namun sejatinya justru membuat Indonesia semakin terpuruk. Artinya para investor asing telah sukses menggunakan uangnya untuk mengeksploitasi SDM dan SDA Indonesia. 

Berikut daftar lengkap 10 negara asal investasi asing terbesar di Indonesia pada 2022: Singapura: US$10,54 miliar, Tiongkok: US$5,18 miliar, Hong Kong, RRT: US$3,91 miliar, Jepang: US$2,76 miliar, Malaysia: US$2,21 miliar, Amerika Serikat: US$2,12 miliar, Korea Selatan: US$1,66 miliar, Belanda: US$1,09 miliar, Bermuda: US$761,18 juta, dan Inggris: US$ 507,65 juta. Sumber: databoks.katadata.co.id (10/012023). 

Kesimpulan 

Memang benar, setiap orang pasti menginginkan mendapat barang yang lebih murah, terlebih yang berkaitan untuk kebutuhan pokok, seperti gas elpiji. namun yang lebih penting adalah ditingkatkannya kemampuan daya beli masyarakat. Sehingga tanpa adanya subsidi sekalipun, rakyat tetap bisa memenuhi berbagai kebutuhan pokoknya. Meskipun demikian, jika paradigma politik serta ekonomi negara masih dengan standar politik dan ekonomi kapitalisme, mustahil kesejahteraan rakyat bisa diraih. 

Khatimah 

Kembali berpijak dan menerapkan sistem yang telah terbukti menyejahterakan rakyat, menjadi satu-satunya solusi dari beragam persoalan di negeri ini. Karena sistem Islam adalah pedoman hidup yang diberikan oleh Sang Pencipta. Untuk mengatur segala urusan manusia termasuk di dalamnya memiliki sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem pendidikan dan lain sebagainya. Ketika sistem ini diterapkan secara sempurna di setiap lini kehidupan, maka kebaikannya akan terpancar ke seluruh penjuru negeri. 

Wallahu a'lam bishawwab.