-->

G20 Menguatkan Penjajahan


Oleh: Ummu Alvin

Pertemuan para pemimpin dunia yang tergabung dalam G 20, yang diadakan di Bali, Jumat (4/11/) telah selesai diadakan,Tahun ini Indonesia memegang posisi presidensi G20, dan memimpin jalannya forum G20 serta  mendapatkan pujian atas kepemimpinannya. Pujian berbagai pihak dan khususnya AS terhadap Indonesia sebagai presidensi G20 dimungkinkan menjadi skenario agar Indonesia berperan ‘konkret’ dan lebih banyak lagi untuk mengeksploitasi kekayaan dan potensinya hanya untuk mewujudkan kepentingan negara besar.

Forum G20 adalah pertemuan 19 negara utama dan Uni Eropa yang mempresentasikan kekuatan ekonomi dan politik dunia mencakup 80% PBD, 75% ekspor global dan 60% populasi global. Tujuan forum ini untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif.

Sebagaimana yang kita ketahui, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Berbagai sumber daya yang dimiliki Indonesia menjadi sasaran empuk  bagi para kapitalis dunia. Yaitu para kapitalis yang bersikap munafik demi mendapatkan tujuannya atas keuntungan yang ingin dicapai.

Para pemimpin negara-negara anggota G20 telah menyepakati sebanyak 52 poin kesepakatan yang termuat dalam dokumen deklarasi berjudul G20 Bali Leaders Declaration.Selain deklarasi, Presidensi G20 juga menghasilkan concrete deliverables yang berisi daftar proyek kerja sama negara anggota G20 dan undangan. Proyek kerja sama tersebut yang akan membantu membumikan kerja G20 lebih dekat dengan rakyat.

Berikut lima poin penting dari Leaders’ Declaration. 

Pertama, para anggota G20 akan menjalankan kebijakan makroekonomi dan melakukan investasi publik dan reformasi struktural, serta mempromosikan investasi swasta, dan memperkuat perdagangan multilateral.Kedua, melindungi stabilitas makroekonomi dan keuangan.Ketiga, mendorong ketahanan pangan dan energi serta mendukung stabilitas pasar.Keempat, berinvestasi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah dan negara berkembang lainnya. Kelima, mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Dari poin-poin di atas, jelas bahwa berbagai bentuk kerja sama yang dibangun di bawah naungan sistem demokrasi kapitalisme saat ini semu dan tidak solutif. Indonesia justru semakin masuk dalam jebakan utang dan pengaruh asing. Sadar atau tidak, mereka justru mendominasi setiap langkah yang diambil dan kebijakan yang dibuat. Alih-alih mencari solusi konkret atas berbagai permasalahan rakyat saat ini, pemerintah malah menambah beban rakyat. Atas nama investasi utang kian menjulang, integritas malah tergadai.

Perhelatan G20 sesungguhnya tidak membawa keuntungan apapun bagi Indonesia. Keberadaan Indonesia dalam G20 ini tidak lain karena negeri dengan pemeluk Islam terbesar ini mengadopsi sistem demokrasi kapitalisme sekuler yang berakibat pada langkah politik luar negeri yang salah.Dan, jika kita telusuri lebih dalam bahwa alasan dibentuknya G20 adalah untuk kepentingan penjajah kapitalis yang hendak melakukan kolonialisasi ekonomi. Selain itu, Indonesia merupakan destinasi impian bagi penjajah kapitalis untuk menguasai SDA dengan strategi kemudahan investasi.

Bagi negara pengemban kapitalis utama seperti Amerika forum seperti G20 sangat penting untuk menghegemoni gagasan negara anggota untuk memuluskan berbagai agenda penjajahan ekonomi. Walhasil ekonomi dunia makin terancam bangkrut, makin mengalami ketimpangan yang parah dan eksklusivitas ekonomi kian nyata. Makin hari realitas menunjukkan bahwa ekonomi bukan untuk semua manusia melainkan untuk orang-orang tertentu saja. G20 hadir dan berupaya untuk menutup aroma busuk borok-borok ekonomi akibat penerapan kapitalisme.

Negara yang menjadikan Islam sebagai asasnya menjadikan  hukum hubungan internasional  sebagai  tujuan dakwah dan menyebarluaskan kemuliaan hidup dengan Islam, bukan untuk mendapatkan pujian dengan menjadikan sumberdaya alam sebagai jaminan dan rakyatnya sebagai korban. Negara akan tegas dalam memilih dan memilah negeri mana yang harusnya menjadi kawan dan tidak berlemah lembut terhadap lawan (negeri yang dengan terang-terangan memusuhi Islam dan kaum muslim).

Kesejahteraan rakyat, kemuliaan hidup dan kebijakan-kebijakan atas kepentingan rakyat akan terwujud hanya dengan menerapkan hukum dari pencipta manusia dan seluruh alam semesta. Allah SWT menurunkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman manusia dalam seluruh aspek kehidupan dari bangun tidur hingga bangun negara.

Jika ingin bebas dari jerat kapitalisme, negeri ini seyogianya mengambil Islam. Dengan begitu akan melahirkan negara berideologi Islam yang akan mampu melawan hegemoni Barat. Hingga akhirnya dunia akan terselamatkan dari kehancuran. 

Allah SWT berfirman,

 وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّقَوْا۟ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا۟ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(Al-A'raf 96).

Wallahu a'lam bish shawwab.