DEMOKRASI-KAPITALIS : BIANG KEROK KEMISKINAN

Oleh : Dhiyaul Haq (Aktivis Muslimah Malang Raya)

Data Badan Ketahanan Pangan (BKP) menunjukkan, banyak keluarga yang menghabiskan lebih dari 65% pengeluarannya untuk kebutuhan makanan pada 2021. Di Kepulauan Seribu, Jakarta, misalnya, 72,09% rumah tangganya mencatat proporsi pengeluaran pangan yang sangat dominan. Pangsa rumah tangga dengan pengeluaran pangan yang dominan berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan suatu kota atau kabupaten, walaupun ada faktor lain dan beberapa daerah yang berbeda. Korelasi positif ini menandai bahwa rumah tangga dengan kondisi tersebut cenderung hidup di bawah garis kemiskinan. Di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, sekitar 74,66% rumah tangganya menghabiskan sebagian besar pengeluarannya untuk kebutuhan makanan pada 2021. Kota ini juga memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi, yaitu 26,52%.

Lonjakan harga pangan terjadi ketika masih banyak masyarakat yang belum keluar dari kemiskinan akibat kemerosotan ekonomi selama pandemi. Pada September 2021, tingkat kemiskinan nasional tercatat sebesar 9,71%, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan kata lain, jumlah penduduk miskin bertambah 1,72 juta orang dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Faka-fakta di atas terjadi di dalam sistem Kapitalisme yang sangat jauh berbeda dengan Islam. Islam sangat menjaga kaum muslimin untuk terhindar dari kemiskinan, Kenapa? Karena Islam meriayah (mengatur) masyarakat dengan amat teratur sesuai syariat Islam.  Rasulullah SAW bersabda:

الإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya” (HR al-Bukhari).
Nabi Muhammad Saw juga bersabda:

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ

”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Sistem ekonomi Islam adalah sosok yang sempurna. Negara berperan penuh dalam menjaga perekonomian stabil dan memberikan pelayanan maksimal kepada rakyatnya. Sebaliknya Demokrasi adalah sistem buatan manusia yang menyengsarakan rakyat.

Sistem ekonomi Islam tidak bisa diterapkan tanpa ada Negara Khilafah yang akan menerapkan aturan-aturan Islam secara kaffah dalam kancah kehidupan. Pemimpin dalam Negara khilafah disebut Khalifah. Terbukti di era kekhilafaha  Umar bin Abdul Aziz berhasil menuntaskan kemiskinan sehingga tidak ada masyarakat yang berhak menerima zakat.  

Wallahu a’lam bi ash-showab
banner zoom