Tolok Ukur Kebahagiaan dalam Kondisi Kaya Maupun Miskin

Oleh : Azimah Ummu zaidan

Fenomena crazy rich akhir-akhir ini telah menaruh perhatian ditengah-tengah masyarakat. Sebagai pihak yang sangat membawa pengaruh yang signifikan bagi generasi saat ini apalagi didukung media sosial menjadikan peran Crazy rich begitu massif dalam cerminan lifestyle. Mulai dari pamer harta kekayaan, pamer dikelilingi wanita cantik, pamer aktifitas kehidupan yang serba glamor sehingga banyak para generasi sangat memimpikan dan menginginkan seperti para crazy rich. Seakan - akan terbius generasi saat ini dengan trend gaya hidup serba mewah alias hedonis, bahkan tak jarang mereka melakukan gaya hidup tersebut untuk pansos dan dianggap sesuatu yang harus dilakukan demi meraih ketenaran dan kebahagiaan.

Manusia memang akan bahagia jika semua kebutuhan hidupnya terpenuhi terlebih mereka yang berduit karena mampu membeli apapun yang diinginkan dan mampu membelikan serta memenuhi kebutuhan orang- orang yang dicintainya. Bahkan karena ingin memenuhi semua kebutuhan tak jarang mereka memperoleh harta kekayaannya dengan cara instan dan jalan pintas sehingga apapun itu bisa dilakukan asalkan dari bangun tidur sampai hendak tidur kehidupannya harus selalu terpenuhi sesuai dengan yang diinginkannya.

Di tengah kondisi yang serba sulit seperti sekarang ini dalam masa pandemi, kemiskinan tidak bisa dipungkiri bahkan jumlah kemiskinan, kelaparan, pengangguran semakin merajalela. Rakyat miskin yang bisa mendapatkan bantuan dari orang kaya senangnya luar biasa, namun mereka mendapatkan itu hanya dari segelintir orang kaya bahkan yang sangat memprihatinkan adalah mereka memberi bantuan hanya untuk pansos belaka sehingga pemberian itu tidak kepada orang yang layak membutuhkan contohnya saja pemberian mobil mewah diberikan kepada artis yang kaya raya. Lalu mengapa kehidupan yang saat ini serba glamor menjadi trend sehingga hal ini menyebabkan pangkal penyebab jurang pemisah antara si kaya dan si miskin?

Standard kebahagiaan menurut ide kapitalisme menilai bahwa kebahagiaan hakiki adalah memperoleh harta yang sangat besar dengan asas manfaat. Selama memperoleh harta meskipun dengan cara yang haram asalkan itu bermanfaat bagi dirinya maka itulah arti kebahagiaan bagi mereka. Atas dasar konsep standart kebahagiaan inilah banyak generasi saat ini terbius. Bahkan praktek curang, penipuan, penimbunan, pencurian, penjambretan, perjudian menjadi hal yang biasa dalam memperoleh harta sehingga yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Ide inilah yang disebarluaskan ke benak generasi muda serta tanpa disadari pengaruh ide ini telah membentuknya menjadi generasi yang bobrok.

Adapun makna kebahagiaan dalam Islam adalah meraih ridhlo Allah. Apapun dalam melakukan segala aktivitas kehidupan agar bisa menghantarkan pada kebahagiaan hakiki bersandar pada asas aqidah islam sehingga jika mau beraktifitas akan selalu dipikirkan ini dibolehkan atau diharamkan, sesuai dengan aturan Islam atau tidak. Karena dia akan selalu yakin bahwa Allah akan selalu mengawasinya dan meminta pertanggung jawaban atas apa yang telah ia lakukan.

Adapun menjadi orang kaya maupun miskin itu adalah ketetapan dari Allah. Orang kaya bisa saja jadi miskin begitu pula sebaliknya orang miskin bisa jadi orang kaya. Perbedaanya adalah orang kaya mempunyai kelebihan harta dan orang miskin mempunyai kekurangan harta. Adapun persamaan orang kaya dan orang miskin adalah sama-sama hamba ciptaan Allah. Menjadi orang kaya diuji oleh Allah atas kekayaannya apakah dengan kekayaannya ia menjadi sombong, bakhil, kikir, jauh dari aturan Allah? Begitu pula menjadi orang miskin juga diuji oleh Allah atas kekurangannya apakah dengan kekurangannya ia akan menjadi depresi, putus asa, jauh pula dari aturan Allah? Menjadi orang kaya dan miskin bisa saja terjerumus kedalam neraka dan masuk ke dalam surga, tentunya semua sangat tergantung pada amal perbuatan kita dan bagaimana kita bisa menyikapi setiap ujian dari Allah.

Abdurrahman bin auf adalah salah satu sahabat nabi yang paling kaya. Beliau adalah pedagang sukses kaya raya yang dijamin masuk surga. Dibalik rahasia kesuksesannya adalah berdagang dengan selalu terikat pada aturan Allah yakni menjauhi transaksi yang barbau haram. Beliau sangat dermawan dan menjadikan kekayaannya berada di jalan Allah. Bahkan sesaat sebelum meninggal dunia Beliau takut hartanya menjadi penghalang masuk surga. 

Abu Hurairah adalah salah satu sahabat Nabi yang dibesarkan dalam keadaan yatim dan hijrah dalam keadaan miskin. Pekerjaan beliau adalah pekerja berat / buruh dan gajinya cukup untuk sesuap makan. Namun Beliau mempunyai kelebihan yakni daya ingat yang istimewa dalam hafalan sehingga beliau banyak meriwayatkan hadist dan sebagai penghafal hadist terbesar. Beliau memiliki banyak waktu untuk menemani Nabi dan menyampaikan hadist karena merupakan tanggung jawabnya menyampaikan kebenaran dan Beliau tidak ingin digolongkan sebagai orang yang lalai dalam menyampaikan kebenaran.

Dari secuil kisah inspiratif tersebut  mudah-mudahan menyadarkan kita semua agar ketika dalam kondisi kaya maupun miskin maka kita harus menjadikannya sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjalankannya dengan tujuan meraih ridhlo Allah dan berada dalam kemuliaan sebagai hamba Allah yang taat dan tunduk pada seluruh aturan Allah.

Walhasil sudah saatnya hanya tolok ukur Islam yang harus kita terapkan dalam menjalani kehidupan ini. Bahkan dengan tolok ukur Islam inilah kebangkitan umat Islam juga terealisasi dalam seluruh aspek kehidupan. 

Wallahu 'alam bis-showab

banner zoom