Rumah Adalah Hak Rakyat Yang Sulit Dipenuhi

Oleh : Ummu Rizky

Menurut data statistik hingga Desember 2020, penduduk Indonesia berjumlah 271.349.889 jiwa, serta ada 86.437.053 kartu keluarga untuk saat ini. 
Hasil SP2020 (sensus penduduk 2020) dibandingkan dengan SP2010 memperlihatkan penambahan jumlah penduduk sebanyak 32,56 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 3,26 juta setiap tahun.

Data ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan Indonesia termasuk laju pertumbuhan yang cukup tinggi. Itu berarti bukan hanya perkara sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan yang menjadi soal, namun tempat tinggal pun sepatutnya tidak luput dari perhatian.

Kebutuhan rakyat yang kebanyakan dibebankan pada rakyat itu sendiri, membuat semakin sulit lagi untuk memikirkan masalah rumah atau tempat tinggal. 
Harga tanah yang kian menjunjung tinggi itu setara dengan harga kebutuhan pokok yang selalu naik dan sulit untuk turun. 

Disisi lain banyak diantara pemilik modal, dan orang kaya Indonesia memperkaya diri dan keluarga dengan terus membeli aset semisal properti rumah untuk memuaskan nafsunya semata. Prestise dan haus akan penghargaan membuat sebagian dari orang kaya melakukan itu secara berulang. 

Rumah yang dibeli banyak yang terbengkalai karna hanya untuk nama investasi, sementara kehidupan terbalik dengan mereka yang tinggal ditepian trotoar. 

Mereka hidup beralaskan tikar tanah dan kardus atau terpal sebagai atap. Jauh dari perkara tempat tinggal yang layak, bahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-haripun kesulitan. 

Banyak juga diantaranya harus membangun bangunan tidak layak huni seperti di kolong jembatan, tepi sungai dan tepi jalan kereta api. Adakalanya atas nama untuk merapikan lokasi, anggota satpol PP dan polisi turun andil untuk mengusir mereka dan merobohkan tempat tinggal mereka. 

Adapun program bantuan Rutilahu (Rumah tidak layak huni) dinilai tidak cukup anggarannya dan juga tidak merata pembagiannya.

Sungguh miris negeri ini, bukankah negeri ini adalah tanah air kami ? Bukankah negeri ini sudah cukup kaya akan sumber daya alam? Lalu kemanakah kekayaan itu berada? Mengapa rakyat hanya sekedar ingin hidup mudah, memenuhi kebutuhan pokok dengan mudah itu sulit? Bukankah negeri ini penuh dengan kekayaan dan orang yang cerdik? Lalu kecerdikan itu sepadankah dengan keimanan yang dimiliki tentang agamanya dan akan kesadaran penuh tentang keberadaan Allah ? 

Dunia kini gelap tanpa adanya hukum Allah, hukum Allah tetap ada namun sudah teramat jauh diabaikan dan itupun hanya sebatas ibadah ritual saja. Rumah yang sepatutnya bagian dari hak rakyat yang harus dipenuhi oleh penguasa namun nyatanya penguasa sibuk dengan kekuasaan dan kekayaan diri dan keluarga saja..

Bukan lagi hati yang harus bergerak, namun tangan, kaki dan pemikiran, dengan kekuasaannya harus bertindak menyelesaikan semua kisruh kehidupan saat ini yang terjadi.

Dan cuma dengan Islam lah hak rakyat menyeluruh akan tertunaikan. Ketimpangan antara sikaya dan simiskin bisa lebih mudah diatasi dan diarahkan bersama dalam ridhoNya. 

Wallahu a'lam bish shawab
banner zoom