KESYIRIKAN AKAN MENDATANGKAN AZAB ALLAH SWT

Oleh : Tutik Indayani
(Pejuang Pena Pembebasan) 

Tekat bulat Pemerintah Indonesia untuk pindah ibu kota ke Penajam, Kalimantan Timur, tidak terbendung lagi, walau kondisi keuangan negara sangat memprihatinkan, dimana beban hutang luar negeri yang sangat besar.

Baru- baru ini, 14 Maret 2022, Presiden Joko Widodo dan para gubernur dari 34 Propinsi Indonesia dan 15 tokoh adat Kalimantan Timur, berkemah di lokasi pembangunan Ibu Kota Negar (IKN) Nusantara. Tujuannya untuk mengadakan ritual " Kendi Nusantara". Dalam ritual tersebut para gubernur itu membawa tanah dan air dari masing-masing daerahnya yang dianggap memiliki filosofi atau kesakralan, kemudian di masukkan ke dalam kendi yang berukuran besar yang terbuat dari tembaga yang akan disimpan di titik nol di IKN Nusantara.

Rakyat bertanya tanya termasuk penulisnya, apa sebenarnya tujuan dari ritual kendi ini. Kepala Sekretaris Presiden, Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa penyatuan tanah dan air ke dalam kendi tersebut agar proyek pembangunan Ibu Kota Baru bisa berjalan dengan lancar. Dipilih kendi sebagai media karena berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan air dan tanah. Kendi merupakan bagian dari budaya Nasional Indonesia yang kerap digunakan di sejumlah proses sakral, termasuk untuk perlengkapan ritual sosial budaya dan keagamaan di Indonesia.

Dalam Islam jelas dalam setiap amal ibadah harus baik ( ihsanul amal ). Dikatakan baik harus memenuhi dua syarat, yaitu Ikhlas dan terbenar. Ikhlas karena Allah SWT dan terbenar harus sesuai syariat Islam ( Al- Qur'an dan Hadits ) Sebagai seorang pemimpin yang beragama Islam dan menjadi presiden yang rakyatnya mayoritas muslim, seharusnya paham tentang hal ini. 

Dari apa yang ditunjukkan oleh presiden, bahwa ritual kendi ini sangat jauh sekali dari tuntunan Islam, bahkan sangat kental dengan kesyirikan, yang sangat dilarang dalam Islam.

Mengapa dikatakan syirik? Karena dari proses, tujuan dan media yang digunakan sangat jauh sekali dari tuntunan Islam.
Mengharap ritual ini dapat memperlancar proyek pembangunan IKN Nusantara, bukankah pengharapan itu hanya ditujukan pada Allah SWT saja tidak ada yang lain. Penyatuan tanah dan air di seluruh wilayah Indonesia ke dalam sebuah kendi agar persatuan dan kesatuan akan terwujud dalam bingkai kebhinekaan, bukankah persatuan rakyat hanya akan terwujud pada pemimpin yang bijak dan penegakan hukum yang seadil-adilnya. Kendi sebagai media dan disakralkan ini pun bentuk kesyirikan yang nyata.

Bukankah Allah SWT telah berfirman :
" Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah SWT, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang sangat besar." (QS. An- Nisa : 48)

Selain itu siapa pun yang melakukan perbuatan syirik diancam neraka serta dihapuskan amalan salehnya dimasa silam. Orang yang melakukan syirik disebut musyrik.
Perbuatan syirik itu sangat berbahaya sekali, selain pada kehidupan pribadi maupun dalam kehidupan masyarakat.
Diantara bahaya syirik itu diantaranya :

1. Merendahkan harkat dan martabat manusia.
Manusia adalah makhluk yang paling mulia diciptakan Allah SWT. Dengan berharap kepada makhluk lain, ini merupakan kemunduran pemikiran dan peradaban. 

2. Sarang takhayul dan kebatilan.
Apabila kepercayaan takhayul dan kebatilan semakin tumbuh subur dalam masyarakat, ini akan melahirkan generasi yang percaya pada para pendusta (dukun), sehingga tidak memperhatikan ikhtiar (usaha) dan mencari alasan serta membenci sunnatullah ( ketentuan Allah ).

3. Kezaliman terbesar.
Itulah dzalim kepada hakikat yang agung, yaitu tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah SWT. Syirik adalah tirani dan penganiayaan terhadap diri sendiri. 

4. Sumber dari segala ketakutan dan kecemasan.
Orang yang pikirannya menerima segala macam takhayul dan percaya pada kepalsuan, hidupnya selalu diliputi ketakutan, karena dia mengandalkan pada sesuatu selain Allah, meskipun sesuatu itu lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk memberi manfaat atau menolak bahaya bagi diri mereka sendiri. Oleh sebab itu dalam masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, putus asa dan takut tanpa alasan adalah hal yang lumrah dan banyak terjadi.

5. Dapat membuat orang malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat.
Syirik mengajarkan pengikutnya untuk mengandalkan perantara, sehingga mereka membenci perbuatan baik. Sebaliknya mereka melakukan dosa dengan keyakinannya bahwa perantara akan memberi syafaat bagi mereka di sisi Allah.

6. Dapat memecah belah umat
Dengan kesyirikan dapat memunculkan kelompok-kelompok dan setiap kelompok akan bangga dgn apa yang mereka miliki, ini dapat menimbulkan perpecahan dan permusuhan.

7. Mendatangkan azab Allah
Dengan melakukan kesyirikan, Allah akan murka 
Sebagai seorang pemimpin yang beragama Islam, sudah seharusnya paham akan hal ini, bukan malah mempertontonkan perbuatan syirik ini kepada masyarakat, ditengah polemik pro dan kontra proyek IKN Nusantara ini. Seakan-akan perbuatan tersebut boleh-boleh saja bila untuk kepentingan negara. Inilah wajah Demokrasi sekuler, yang memisahkan antara agama dan negara (kehidupan), dimana aqidah dan urusan akherat di nomor duakan, sedangkan urusan dunia diutamakan. Bagaimana dapat mengatur negara, bila seorang  pemimpin tidak memiliki kepercayaan diri, tidak dapat menyatukan umat, miskin akan ilmu.

Hanya dalam sistem Islam negara dapat menjaga aqidah dan menjauhi praktek-praktek kesyirikan yang hanya mendatangkan azab dari Allah, karena semua amal perbuatan di dunia akan dipertanggung jawabkan di akherat. Karena seorang Khalifah yang terpilih adalah seorang yang memiliki aqidah dan keimanan yang kuat, serta memiliki ketinggian ilmu syariat dan dikelilingi oleh pejabat-pejabat yang paham syariat pula.

Wallahua'lam bishshawab
banner zoom