-->

Lagi - Lagi Islam Tersangka Teroris

Oleh : Hafizatul Dwi Maulida, S.Pd

Teroris adalah kelompok bersenjata yang ingin mencapai tujuannya dengan kekerasan dan berbahaya, karena mengancam eksistensi sebuah negara. Pencegahan teroris yang berkembang khususnya di Indonesia, maka didirikan lembaga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme( BNPT). 

Beberapa waktu yang lalu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar merespons kritik Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai BNPT kembali membuat gaduh imbas pernyataan tentang sejumlah teroris yang menyusup ke lembaga publik dan ormas. Boy mengatakan pihaknya tak bermaksud untuk menyalahkan pihak tertentu.
Bahwa yang disampaikan oleh juru bicara BNPT Prof Irfan Idris, lebih dikandung maksud untuk kita semua membangun kewaspadaan bersama, bahwa ideologi terorisme dapat masuk ke berbagai entitas atau kelompok yang ada dalam masyarakat dan tidak bermaksud menyalahkan atau menyudutkan pihak tertentu," kata Boy. detikcom, Minggu (20/2/20)

BNPT menyampaikan perlunya sikap kewaspadaan terhadap teroris yang  menjadikan ormas sebagai tempat berlindungnya. 
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkapkan bahwa kelompok jaringan teroris saat ini mengubah strateginya dalam menyebarkan paham radikal.

Perubahan strategi terlihat dari adanya serangkaian penangkapan terhadap para terduga teroris di beberapa lembaga, partai Islam dan ormas Islam belakangan ini.

Direktur Deradikalisasi BNPT, Irfan Idris mengatakan, pola baru yang diterapkan teroris adalah dengan menggunakan sistem demokrasi untuk masuk dan menguasai lembaga secara formal.

"Jangankan lembaga negara, jangankan partai. Organisasi ummat yang sangat kita harapkan melahirkan fatwa-fatwa atas kegelisahan umat terhadap persoalan kebangsaan itu juga dimasuki," kata Irfan dalam Sharing Session BNPT di Jakarta Selatan. tribunnews.com.Jumat 18 Februari 2022.

Dari apa yang disampaikan BNPT maka perlu diketahui dulu bahwa arti teroris mengarah kepada kelompok yang memiliki paham radikal. Paham radikal artinya  seseorang atau kelompok yang fanatik dengan ajaran agamanya. Anehnya sasaran teroris ini mengarah kepada Islam bukan kepada agama lain. Menjadi pertanyaan besar ada apa dengan kaum muslim sehingga dicurigai sebagai teroris. Padahal ajaran Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan.

Paham radikal itulah yang identik sebagai teroris. Adanya statemen tersebut sehingga kaum muslim takut untuk mempelajari Islam lebih mendalam ataupun mengamalkan ajaran Islam secara totalitas. Fitrahnya manusia untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta dan itu hanya akan terwujud apabila mempelajari agama lebih mendalam. 

Indonesia merupakan umat muslim terbesar di dunia dan wajar kaum muslim ingin menjalankan Islam secara totalitas. Padahal Islam adalah agama yang rahmatan lilalamin yang akan membawa keberkahan kepada umat manusia yang menerapkan ajaran Islam.

Terintimidasinya Islam sebagai ajaran yang harus diwaspadai tidak lepas dari sistem saat ini yakni sekuler kapitalis. Sistem  yang tidak menginginkan ajaran Islam itu tegak. Sebab Islam tidak hanya agama tapi juga sebagai aturan hidup. Sedangkan Sekulerisme adalah sistem yang memisahkan agama dari kehidupan.

Dampak sistem sekuler ini menyebabkan manusia bertindak sesuai dengan keinginannya masing-masing sehingga munculah kebebasan berperilaku, berekspresi, berpendapat tanpa ada standar. Hal ini yang merusak negeri, sebagaimana didalam surah Al maidah ayat 48 yang berbunyi:

وَاَنۡزَلۡنَاۤ اِلَيۡكَ الۡكِتٰبَ بِالۡحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ الۡكِتٰبِ وَمُهَيۡمِنًا عَلَيۡهِ‌ فَاحۡكُمۡ بَيۡنَهُمۡ بِمَاۤ اَنۡزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعۡ اَهۡوَآءَهُمۡ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الۡحَـقِّ‌ؕ لِكُلٍّ جَعَلۡنَا مِنۡكُمۡ شِرۡعَةً وَّمِنۡهَاجًا ‌ؕ وَلَوۡ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمۡ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰـكِنۡ لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِىۡ مَاۤ اٰتٰٮكُمۡ فَاسۡتَبِقُوا الۡخَـيۡـرٰتِ‌ؕ اِلَى اللّٰهِ مَرۡجِعُكُمۡ جَمِيۡعًا فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ فِيۡهِ تَخۡتَلِفُوۡنَۙ

Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.

Dari ayat tersebut jelas yang menjadi standar dalam berbuat hanyalah al Qur'an dan tidak dibenarkan berbuat sekehendak hati. Sistem sekuler seharusnya dibuang jauh-jauh karena akan membawa kehancuran peradaban manusia.