Remaja Terjerumus Narkoba, Sekulerisme Biang Keladinya

Oleh : Mia Annisa (Narasumber Kajian Remaja Muslimah Gensha) 

"Say no to drug's" kalimat langka yang manifestasinya susah ditemukan dalam identitas remaja yang hidup dalam dekapan sekulerisme hari ini. Miris memang, tapi begitulah adanya. Sering kali kriminalitas, kejahatan muncul akibat bersinggungan dengan barang haram tersebut.

Bagaimana tidak kasus kejahatan kembali menimpa seorang remaja berinisial LEH (17) saat korban tengah mencari kucingnya yang hilang, hingga ia mencari keluar perumahan. Ia ditemukan tewas setelah dikeroyok karena diteriaki maling oleh sejumah orang di dekat Taman Harapan Mulya kawasan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/2/2022). Korban tewas dengan tubuh luka lebam dan bacok di sekujur tubuh akibat pengeroyokan yang dialaminya itu. Polisi menangkap empat dari enam pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan korban. Keempatnya berinisial AB (21), RF (19), FH (19) dan IA (17)(megapolitan.kompas.com,2022/02/12)

Fakta hasil temuan di lapangan kepolisian pasca kejadian memilukan ini terjadi yakni 4 pelaku pembacokan yang menewaskan korban positif narkoba jenis sabu-sabu. Tak hanya itu dari hasil pemeriksaan pelaku pengeroyokan juga dinyatakan positif mengkonsumsi minuman keras dan berencana untuk melakukan tawuran (jpnn.com, 2022/02/12).  

Peristiwa memilukan yang merenggut nyawa LEH adalah bukti nyata bahwa hari kita tak sekedar tengah disuguhi perilaku main hakim sendiri. Tapi juga remaja Bekasi generasi mudanya akrab dengan narkoba dan juga miras yang akhirnya mendorong mereka tak memiliki akal sehat lagi untuk mampu membedakan mana salah dan benar sehingga dengan mudah menghilangkan nyawa orang lain. 

Sekulerisme-Kapitalisme Mengancam Generasi 

Virus bernama sekulerisme-kapitalisme ini dengan mudah mendapat tempat di hati generasi. Sekilas terdengar humanis namun sejatinya merusak dan menyilaukan mata. Syekh Dr. Yusuf al-Qaradawi menjelaskan, “Sekularisme tidak pernah bisa diterima dalam Islam. Islam adalah sebuah sistem ibadah komprehensif dan legislasi (syariah). Menerima sekularisme berarti menampik aturan Ilahi dan penolakan terhadap perintah-perintah Allah.”

Miskinnya pemahaman generasi muslim akan kebesaran agamanya telah menjadikan persoalan seperti ini berlarut-larut, bahkan berulang-ulang sebab sistem yang melahirkan remaja bermesraan dengan narkoba menghantarkan pada tindak kriminalitas tetap dipertahankan. Sekulerisme-kapitalisme tidak akan pernah menyolusi sampai kapan pun. Yang ada nasib generasi bangsa makin suram dan tak tentu arah. 

Menyelamatkan generasi dari persoalan ini, satu-satunya dengan cara menyingkirkan sekularisme-kapitalisme lantas menggantinya dengan sistem Islam dalam institusi Khilafah. Sehingga tak ada lagi ruang bagi generasi bangsa ini untuk memikirkan hal tak bermanfaat selain memikirkan bagaimana beramal sesuai apa yang dicintai oleh Allah dan Rasulnya. 

Wallahu'alam.

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!




banner zoom