KESEJAHTERAAN RAKYAT, DIMANAKAH PERAN NEGARA?

Oleh : Erlyn Lisnawati 

Gotong royong salah satu bentuk kepedulian yang ada ditengah kehidupan bermasyarakat. Hal ini merupakan ciri khas masyarakat di negara kita. 

Kepedulian masyarakat terhadap sesama yang saat ini yang digawangi oleh Sinergi Foundation, dengan program perelek sedekah. Hal ini diinisiasi dengan tujuan mematik semangat berbagi masyarakat kepada orang yang lebih membutuhkan, tutur pendamping program Desa Sedekah Lumbung Desa Sinergi Foundation Ihsan melalui keterangan tertulis (tribunnews.com 5/2/2022). 

Keberadaan Desa Sedekah ini dibangkitkan lagi dengan pengelolaan manajerial yang jauh lebih baik. Dengan harapan, semoga keberadaan program ini bisa meningkatkan kesejahteraan dan bisa benar - benar menurunkan angka pra sejahtera. Negara ada dimana sehingga masyarakat harus turun tangan sendiri?

Ketika masyarakat turun tangan sendiri, kepedulian masyarakat terhadap sesama yang diwujudkan dengan perelek sedekah merupakan tindakan terpuji yang bisa digunakan sewaktu waktu saat kebutuhan mendesak. Tetapi, mengandalkan perelek sedekah untuk menurunkan angka pra sejahtera menjadi kurang tepat, karena dalam hal ini jelas mengambil alih peran negara. Jelas, negara abai. Inilah kondisi paradigma kapitalistik yang negara adopsi saat ini. Negara kerap melempar tanggung jawab kepada masyarakat dengan dalih gotong royong, kepedulian sosial, dsb. Seharusnya negaralah sebagai penanggung jawab utama bagi terpenuhinya kesejahteraan masyarakat. Sementara warga hanya sekedar membantu, bukan sebagai tumpuan utama.

Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan Daullah Islam yang mengemban paradigma pelayanan.  
Rasulullah SAW bersabda : " Pemimpin masyarakat adalah pengurus dan dia bertanggung jawab atas rakyatnya."  ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Juga dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda " Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka ." 
( HR. Ibnu Asakir, Abu Nu' aim ). 

Pemimpin dalam Daullah Islam takut akan murka Allah SWT, sehingga berusaha melayani umat sebaik mungkin. Tak sedikitpun abai terhadap hak - hak umat. Walaupun demikian, boleh - boleh saja ketika ada rakyat ingin membantu negara dalam menyelesaikannya suatu bencana, hal ini merupakan wujud akhlak mulia seorang muslim untuk menolong orang yang membutuhkan. Namun, tetap pada posisinya negaralah yang lebih utama.

Islam memandang negara adalah pihak yang berkewajiban dalam pemenuhan kebutuhan dasar baik berupa sandang, pangan dan papan maupun dalam bidang pendidikan, kesehatan dan keamanan. Kebutuhan ini adalah kebutuhan asasi dan harus dipenuhi oleh manusia dalam hidupnya. Negaralah yang harus mewujudkan semua pemenuhan kebutuhan tersebut, agar dapat dinikmati seluruh rakyat, baik muslim maupun non muslim, miskin atau kaya. Seluruh biaya yang diperlukan ditanggung oleh Baitul mal. Pendapatan yang diperoleh oleh negara akan dikumpulkan di Baitul mal, lalu akan dikelola dan didistribusikan untuk keberlangsungan dan kemaslahatan masyarakat. Ini semua dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melakukan pengurusan rakyat. Hingga pada akhirnya, terwujudlah kesejahteraan, kehidupan yang makmur dirasakan semua lapisan masyarakat.

Wallahu alam bi shawab

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!




banner zoom