Ancaman Omicron Kian Tinggi, Bagaimana Harus Bersikap?

Oleh : apt.Sugiarti S.Si (Pemerhati Sosial)

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menuturkan, pihaknya 
menerima laporan bahwa warga Jakarta mulai kesulitan mencari rumah sakit akibat merebaknya  Covid-19 varian Omicron. Berdasarkan data pada Rabu (26/1/2022), keterisian tempat tidur atau 
bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit di Jakarta mencapai 45 persen. “KSP sudah 
mulai menerima laporan warga yang kesulitan mencari rumah sakit, kata Abraham, dalam siaran 
pers di Jakarta. (Bisnis.com/27/1/2022)

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga mengatakan para ilmuwan melacak 
naiknya angka kematian akibat varian Omicron Covid-19 yang terus menyebar ke seluruh dunia.  "Sejak Omicron pertama kali diidentifikasi 10 minggu yang lalu, hampir 90 juta kasus telah dilaporkan ke WHO," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO dalam konferensi pers pada Selasa pagi, 1 Februari 2022. “Kami sekarang mulai melihat naiknya 
kematian yang sangat mengkhawatirkan di sebagian besar wilayah di dunia,” ujarnya.
Tempo.com

Kasus Harian Melonjak Akibat Inkonsistensi Kebijakan Penguasa

Melonjaknya jumlah penyebaran varian Omicron di seluruh penjuru dunia harus 
mendapat perhatian. Terlebih jika melihat respon dari masyarakat yang cenderung abai bahkan sudah tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan.  

Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah saat ini adalah dengan membatasi perjalanan serta menerapkan isolasi bagi orang yang berasal dari luar negri. Hal ini tentu membingungkan sebab di sisi lain negara tetap membuka pintu pergerakan individu dengan syarat setelah ditest swab terlibih dahulu, padahal tidak ada jaminan bebas dari virus dan tidak  akan menularkan ke orang lain.

Sangat jelas lemahnya negara dalam menangani ini. Mulai dari isolasi 
wilayah, pembatasan perjalanan, pembatasan tatap muka bagi anak sekolah hingga program vaksinasi yang terus menerus digaungkan.

Belum lagi adanya praktik bisnis yang menunggangi berbagai aspek pelayanan kesehatan yang hanya membawa pada kerugian bagi masyarakat. Inilah bukti bahwa sistem saat ini telah ditunggangi oleh paham sekuler Kapitalisme. 

Islam Menjaga Nyawa Manusia

Sebagai agama yang sempurna dan membawa rahmat bagi seluruh alam, Islam hadir membawa solusi tuntas untuk menyelesaikan berbagai problematika umat termasuk di bidang kesehatan. 

Sistem yang dilandaskan pada akidah tentu akan senantiasa melahirkan pemimpin yang amanah karena ada tanggungjawab di pundaknya untuk mengurusi setiap urusan umat.

Sejarah mencatat Khalifah Umar bin Khattab ketika terjadi wabah amwas (pes) di Syam (639 M) dan wabah black death granada di Andalusia pada abad ke 14, ketika itu khalifah berniat membawa kembali pasukan  dan komandan pasukan jihad ke Madinah. Namun ditolak oleh Abu Ubaidah Bin Jarrah selaku komandan pasukan karena menganggap ini seperti lari dari takdir Allah. Namun kemudian akhirnya dijawab oleh khalifah bahwa kita lari dari takdir Allah ke takdir Allah yang lain. Seperti seorang penggembala yang membawa kambingnya ke lembah hijau dibanding ke lembah yang tandus.

Abdurrahman Bin Auf menuturkan  aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: " jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan itu". (Muttafaq alaih).

Apa yang disampaikan oleh baginda Rasulullah ﷺ merupakan bentuk upaya pencegahan menghalangi penularan wabah agar tidak menyebar secara luas ke seluruh penjuru negeri, melainkan memusatkannya pada suatu tempat agar lebih mudah dilakukan prosedur pengobatan tentu dengan melakukan riset dan memberikan solusi yang tepat kepada para penderita wabah. Hal ini juga tidak membatasi ruang gerak orang-orang yang tergolong sehat untuk bisa tetap melaksanakan akitivitas sehari-harinya sebab telah dipisahkan pemukimannya dengan orang yang sakit.

Hal inilah yang diterapkan Daulah Khilafah hingga runtuhnya. Bukan menjadikan wabah sebagai lahan bisnis. 

Wallahua'allam bissawwab.

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!


banner zoom