PENDIDIKAN HANYA TERJAMIN DENGAN SISTEM ISLAM

Oleh : Amirah Syafiqah (Aktivis Malang Raya)

Kesenjangan pendidikan antar wiilayah dan antar kelompok sosial ekonomi di Indonesia memang besar. Dan semakin diperparah oleh pandemi yang menggiring pada kondisi kerugian belajar terhadap anak didik oleh karenanya, Kemendikbud ristek sebagai refleksi dari pemerintah menawarkan kurikulum Prototype atau kurikulum 2022 sebagai pilihan bagi sekolah untuk mengatasi kehilangan pembelajaran, dan mengakselerasi transformasi pendidikan nasional. 

kurikulum Prototype memuat lebih sedikit materi dilengkapi dengan perangkat yang memudahkan guru melalui diferensiasi pembelajaran. misalnya Kemendikbudristek akan Menyediakan alat assessment diagnostik untuk literasi membaca dan matematika. Kemendikbudristek juga akan membekali guru dengan beragam contoh modul yang bisa diadopsi atau di adaptasi sesuai konteks.

Adanya tawaran dari kebijakan ini merupakan hasil riset Kemendikbud listrik seri yang diungkapkan oleh anindito aditomo Kepala Badan standar kurikulum dan asesmen pendidikan (BSKAP), Kemendikbudristek RI. (www.news.detik.com )

Pasca pandemi hasil belajar literasi dan numerasi siswa di wilayah timur Indonesia tertinggal sekitar 8 bulan belajar, dibanding mereka yang tinggal di wilayah barat. siswa yang tidak memiliki fasilitas belajar seperti buku teks Tertinggal 14 bulan belajar dibandingkan mereka yang memilikinya. sementara itu siswa yang ibunya tidak bisa membaca bahkan tertinggal 20 bulan belajar dibanding dengan mereka yang Ibunya bisa membaca. Selain dipengaruhi oleh Akses ketimpangan pendidikan juga dipengaruhi oleh kualitas akibat kurangnya nutrisi, pola asuh dan fasilitas belajar di rumah. siswa dari keluarga miskin cenderung kurang siap belajar di sekolah dibanding bertanya dari keluarga yang lebih kaya karena itulah prestasi akademik berkorelasi kuat dengan status sosial ekonomi keluarga siswa. (www.news.detik.com )

Kesenjangan dalam pendidikan ini menggambarkan bagaimana sistem dalam sebuah negeri, sebab sistem pendidikan tidaklah mungkin bisa berdiri sendiri tanpa adanya sistem politik dan ekonomi, sebab setiap kebijakan akan baik dari pembangunan dan pemerataan bersumber dari sistem ekonomi dan politik. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di negeri yang indah kaya akan SDA ini terjadi polarisasi, jika daerahnya maju dan masif pembangunan itu terjadi karena potensi kekayaan alamnya dapat dieksploitasi, namun jika daerah yang tertinggal atau masuk pada kategori 3T maka sudah dipastikkan pembagunan dan pendidikannya juga akan tertinggal karena jauh dari akses pelayanan publik. Hal ini disebabkan karena adanya liberalisasi dan komersialisasi di dunia pendidikan alhasil kualitas pendidikan akan berkorelasi dengan kondisi ekonomi sosial mereka inilah masalah yang timbul akibat penerapan sistem kapitalisme liberal sistem yang hanya berorientasi pada profit pihak tertentu yakni para korporat bukan pada kesenjangan rakyat.

Hal ini akan sangat berbeda ketika kita melihat bagaimana Khilafah mengatur terkait pendidikan. untuk menjamin kesejahteraan setiap individu warga negaranya, Khilafah akan menerapkan kebijakan ekonomi syariah. Diantara dampak kebijakan ekonomi syariah ini adalah akses kebutuhan dasar publik seperti pendidikan akan didapat dengan kualitas yang sama dan gratis oleh siapapun baik itu warga negara yang beragama Islam maupun kafir dzimmi. orang kaya, maupun orang miskin. daerah perkampungan, atau perkotaan. semua akan mendapatkan kualitas yang sama.
Hal ini disebabkan karena layanan publik tidak akan di komersialisasi d semua yang terkait dengan penyelenggaraan layanan publik mutlak menjadi tanggung jawab negara. Mulai dari sarana dan prasarana, guru-guru, tunjangan pendidikan, dan lainnya. maka untuk menunjang itu semua pembangunan akan dipastikan merata di semua daerah sehingga sekalipun daerah tersebut adalah daerah terpencil tidak akan kesulitan untuk mengakses pendidikan sebagai salah satu kebutuhan dasar publik.

Khilafah Juga akan menjamin kebutuhan pokok warga negaranya dengan cara memastikan setiap kepala keluarga mendapatkan pekerjaan yang layak sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi keluarga mereka. Hal ini terbukti dari banyak lembaga pendidikan yang didirikan di masa kekhilafahan salah satu buktinya ialah Al-Azhar di Mesir yang sampai sekarang masih berdiri kokoh. inilah bukti keberhasilan yang dilakukan oleh Khilafah dalam menyediakan layanan pendidikan sebagai bagian dari jaminan Kesejahteraan Rakyat.

Wallahu’alam Bi Ashowab.

__________________________________________

Dukung terus Penamabda.com menjadi media rujukan umat. 

Dukung juga channel youtube dan IG Pena Mabda ya sahabat!


banner zoom