Sekulerisme Menumbuhsuburkan Kejahatan Seksual Pada Anak

Oleh : Ummu Neysa (Muslimah Bangka Belitung) 

Terus meningkatnya kasus kejahatan seksual terhadap anak menghantui keluarga. Anak-anak tidak lagi terjamin keamanannya baik di rumah, lingkungan bermain bahkan di lembaga sekolah keagamaan sekalipun. Fakta ini bagaikan gunung es. 

Miris berita pencabulan yang baru-baru ini terjadi di Jawa Barat yang melibatkan guru nya sendiri membuat heboh seantero nusantara. Tidak terbayangkan seorang guru mencabuli anak-anak didiknya sampai belasan orang hingga melahirkan, bahkan ada yang sampai 2 kali melahirkan anak. 

Kemudian disusul kembali kejadian pencabulan yang dilakukan seorang pendidik keagamaan di kota Tasikmalaya. Korban rata rata berusia 15 sampai 17 tahun. Sungguh ini mencoreng lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat terhormat menghasilkan generasi yang memahami Islam, penuh kemuliaan, penuh adab dan taat kepada Allah SWT. 

Pemberitaan ini adalah kejadian yang terekspos oleh media. Bagaimana kalau yang tidak dilaporkan dan ditutupi dari pihak yang berwenang? Masih banyak masyarakat yang malu, menganggap aib dan menutupi kasusnya dari publik. Akhirnya kasus pencabulan, pemerkosaan, kekerasan kepada anak tak terselesaikan hingga hari ini. Anak-anak akan terus terancam masa depannya. Banyak kalangan mengecam atas kejahatan seksual terhadap peserta didik. KPAI, Menteri Nadiem, KPPPA meminta investigasi dan akan menindak tegas para pelaku kejahatan seksual, 

Sayangnya, akibat kasus ini Islam kembali disudutkan. Ajaran, aturan Islam bahkan lembaga pendidikan berbasis Islam dicitraburukkan. Yang berlabel Islam seperti janggut, celana cingkrang, jilbab, cadar bahkan jihad terus dicurigai dan dikriminalisasi. Sebaliknya moderasi beragama yang notabene meliberalkan ajaran agama terus digaungkan. Narasi yang dikembangkan agar masyarakat membuka ruang toleransi seluas-luasnya termasuk menyelisihi ajaran agama yang benar, bahkan sampai mengecam ajaran Islam sendiri. 

Begini akibat kalau sistem sekulerisme kapitalis diterapkan dalam kehidupan, akhirnya masyarakatnya menjadi liberal. Mereka bebas berbuat apa saja sesuai keinginan dan nafsunya. Perbuatan dosa atau yang dilarang oleh aturan agama tidak ada efek jera. Akhirnya kejahatan apapun, penyimpangan apapun yang tidak sesuai seakan-akan terpelihara dan tidak pernah tuntas penyelesaiannya. 

Hanya Islam solusi tuntas yang dapat menyelesaikan segala yang membahayakan kehidupan umat. Islam adalah tempat sandaran terbaik dan pegangan hidup yang akan memberikan kehidupan yang layak dan sejahtera sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan RasulNya. Mari sama-sama berjuang menegakan secara kaffah aturan Allah di muka bumi dengan Sistem Khilafah Islam.

Wallahu a’lam bish-shawabi.
banner zoom