Hijrah Sistem: Wujudkan Indonesia Maju

Oleh: Dhiyaul Haq

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa yang mengharapkan Indonesia bisa terlepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah. Ia juga memiliki impian perekonomian Indonesia tumbuh mencapai 6 persen pada 2022 mendatang hingga menjadi negara maju pada 2045. (cnnindonesia/com, 4/8/2021).

Hal senada juga disampaikan Sukidi Muyadi selaku anggota Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), bahwa imajinasi tentang impian Indonesia harus segera dirumuskan dan kampanyekan sebagai bintang penuntun agar Indonesia modern, sejahtera dan demokratis. Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk berpikir tentang Indonesia yang kita cita-citakan bersama. (siapgrak.com, 8/8/2021).  Apa yang disampaikan oleh Menteri PPN/ Kepala Bappenas juga anggota dewan BPIP ternyata juga menjadi harapan Presiden RI. 

Sungguh, Jalan satu-satunya untuk mewujudkan impian dan harapan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, yaitu dengan Hijrah bersama dari sistem demokrasi sekuler menuju sistem Islam.  Inilah momentum yang tepat, Semangat hijrah pada umat Islam sepatutnya tidak berhenti pada perbaikan individu, tapi diarahkan mewujudkan harapan terwujudnya negeri baldatun thayyibah wa rabbun ghafur.

Imam al-Qurthubi menafsirkan mengenai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, ayat itu menunjukkan bahwa Allah mengumpulkan sekaligus pada orang-orang Saba’, yakni antara ampunan Allah atas dosa-dosa mereka dan anugerah-Nya bagi kebaikan tempat tinggal mereka. Kedua hal itu ialah harmonisasi antara keberkahan negeri dan kesalehan penduduknya.

Prasyarat Hijrah Individu dan Hijrah Menuju Perubahan Bangsa 

Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari menjelaskan bahwa hijrah itu ada dua macam. Pertama hijrah bathinah yaitu meninggalkan apa saja yang diperintahkan oleh hawa nafsu yang selalu memerintahkan keburukan seruan setan.

Kedua, hijrah zhahirah yaitu menyelamatkan agama dari fitnah. Dengan demikian hijrah yang sempurna ialah ketika seorang individu meninggalkan apa saja yang telah dilarang oleh Allah Swt., termasuk pula meninggalkan syirik (kufur) menuju Darul Islam. Hijrahnya bukan sekadar melakukan perubahan pada diri melainkan perubahan untuk negeri. Karena secara syarak, menurut para fukaha, hijrah ialah keluar dari darul kufur menuju Darul Islam (An-Nabhani, Asy-Syakhsiyyah al-Islamiyyah, II/276).

Lalu, bagaimana mengubah darul kufur menuju Darul Islam? Tak lain ialah dengan cara memperjuangkan Islam agar menjadi sistem dalam kehidupan. Sebab jika Islam tegak (Khilafah). Ia akan mengubah sistem pendidikan sekuler menjadi sistem pendidikan Islami. Menata ulang media massa agar sesuai dengan Islam baik dari segi sumber daya manusia, kelembagaan, substansi/materi.

Mari bersama wujudkan harapan Indonesia dengan mengimplementasikan Islam dalam naungan Khilafah. Hal ini satu-satunya cara untuk menghancurkan sistem pemerintahan yang sakit bercorak kapitalisme. Khilafah pula yang bisa menghentikan ketamakan musuh-musuh umat yang terus mengeksploitasi kekayaan setiap negeri muslim khususnya Indonesia. 

banner zoom