Ketika Covid Mengganas Mampukah PPKM Mikro dan Vaksinasi Memberantas?


Oleh: Tri S, S.Si

Tidak terasa sudah satu tahun lebih pandemi  covid 19 belum juga mau pergi dari bumi nusantara ini. Bahkan sekarang kasus terkonfirmasi positif makin menggila. Apalagi ditambah masuknya varian baru dari lndia dan lnggris. Sampai-sampai Nakes sebanyak 336 orang yang juga tumbang akibat terpapar covid. Pasien rumah sakit membludak bahkan banyak rumah sakit  yang kekurangan tempat tidur di ruang perawatan dan lCU di seluruh rumah sakit rujukan covid 19 kota Bogor. Bahkan 8 fasilitas kesehatan (faskes) terpaksa ditutup.

Untuk mengatasi lonjakan kasus covid yang semakin menggila maka pemerintah menggencarkan vaksinasi dan juga program PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)  Mikro. Presiden pun melakukan safari  ke beberapa daerah untuk mengecek pelaksanaan vaksinasi .

Pemberian vaksinasi diharapkan dapat menangkal virus karena kekebalan komunal  "herd immunity" tercapai. Tingkat keberhasilan  sudah  mencapai 70 % penduduk telah divaksin.  Jadi penyebaran dapat dicegah karena varian baru dari lndia ini mempunyai tingkat penyebaran yang sangat cepat dan keganasan yang cukup tinggi. Bahkan varian ini juga banyak menjangkiti anak-anak usia 0 - 18 tahun. Makanya wajar bila vaksinasi di seluruh wilayah dipercepat pelaksanaannya. 

Begitupun PPKM Mikro juga telah diperlakukan seiring dengan peningkatan kasus covid 19, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan hal ini sesuai dengan keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 796 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro selama 14 hari sejak 22 Juni - 5 Juli  2021.

Adapun poin - poin dari PPKM yang harus diketahui. Poin tersebut mencakup perkantoran, belajar mengajar, kontruksi, restoran,  dan lain - lain. Kantor diwajibkan menerapkan 75 persen Work From Home secara ketat serta tidak memobilisasi ke daerah lain. Untuk belajar mengajar 100 persen daring. Sektor kontruksi 100 persen beroperasi dengan protkes lebih ketat tapi jam operasional dan kapasitas dibatasi. Restoran ditetapkan kapasitas 25 persen dine in maksimal pukul 20.00 WIB bisa take away/delivery sesuai jam operasional. 

Sektor lain seperti sektor energi, komunikasi, keuangan, industri,  pelayanan dasar, perhotelan, utilitas publik dan objek vital nasional, serta tempat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, pelayanan kesehatan semua diperlakukan 100 persen beroperasi dengan protkes lebih ketat. (m.liputan6.com, 24/6/2021)

Sebenarnya kedua program yang dilakukan oleh pemerintah pusat hingga daerah harus diapresiasi oleh masyarakat. Karena ada upaya dari pemerintah untuk mengurus umatnya walau kondisi lagi terpuruk seperti sekarang ini. Animo masyarakat pun di beberapa daerah sangat antusias menyambut kebijakan seperti vaksinasi yang dianjurkan pemerintah. Akibatnya menimbulkan kerumunan massa juga pada akhirnya. 

Apabila dilihat secara detail lagi program PPKM sebenarnya tak jauh beda dengan program new normal pada umumnya. Karena masih ada peluang terjadinya kerumunan massa sama seperti kejadian vaksinasi tadi. Karena sering kali antara peraturan dan fakta di lapangan  tak sama. Sering kali banyak pelanggaran yang terjadi. Padahal dengan begitu tetap bisa jadi malah menimbulkan klaster - klaster baru dari pemberlakuan PPKM Mikro ini. 

Belum belum lagi sekarang kedisiplinan masyarakat dalam mentaati protkes sangat minim sekali. Banyak di jalan-jalan  yang kita temui tak memakai masker bahkan banyak yang berjabat tangan bahkan bergerombol adalah hal yang sudah biasa. Apabila masyarakat yang telah divaksinasi namun menganggap bahwa karena telah divaksinasi  boleh melakukan aktivitas seperti semula. Padahal faktanya  walaupun telah divaksinasi masyarakat tetap harus melakukan protkes ketat karena vaksinasi itu bekerja efektif setelah 1 bulan pemberian vaksin. 

Memang seharusnya  pemerintah juga harus memberikan edukasi ke masyarakat umum tentang kesehatan yang berkaitan dengan vaksinasi dan keefektifan vaksinasi agar tidak terjadi kesia-siaan dan hanya buang-buang uang untuk mendanai suatu program yang telah diluncurkan namun tak membuahkan hasil apa-apa. Sehingga masyarakat bisa paham dan taat aturan.

Lalu sekarang pertanyaannya apakah  efektifkah vaksinasi dan PPKM ini diperlakukan untuk menangkal penyebaran pandemi yang sudah terlanjur meluas ini ? Jawabannya tidak karena dilihat dari fakta - fakta di atas tentu saja malah akan memperpanjang usia sebaran virus di negeri ini. Harusnya kita memakai cara pandang lslam dalam menangani masalah pandemi. Terbukti  banyak khalifah sebagai pemimpin telah sukses menangani wabah dan pandemi secara cepat dan efisien. 

Islam telah menetapkan cara penanganan wabah dan pandemi menurut syariat dan hal ini juga telah dicontohkan oleh baginda nabi Muhammad SAW. Pada saat itu ada wabah pes dan lepra, Nabi melarang umatnya untuk memasuki wilayah wabah. Rasulullah bersabda: "Jika kalian mendengar tentang wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika wabah terjadi   tempat kalian  berada jangan kalian meninggalkan tempat itu." ( HR.Bukhari dan  Muslim ) 

Jadi jelas bahwa lslam dari awal telah memberlakukan lockdown di wilayah munculnya wabah  dari awal munculnya wabah sehingga wabah tak meluas kemana - mana. Sehingga daerah lain yang tak berdampak wabah akan tetap hidup normal dan perekonomian pun akan lancar. Tak seperti sekarang ini karena sistem kapitalis mendua dalam menentukan kebijakan penanganan wabah atau menangani ekonomi. 

Selanjutnya di wilayah wabah akan dilakukan tes dengan tujuan untuk memisahkan antara yang sehat dan yang sakit. Bagi yang sehat maka akan  diminta untuk tidak berkerumun agar tidak terpapar dan menambah panjang wabah. Semua kebutuhan yang sehat akan dipenuhi oleh pemerintah dari kas negara.

Bagi yang sakit atau terinfeksi wabah maka akan dirawat dengan  baik. Pemerintah akan memberikan obat, peralatan terbaik, tenaga medis terbaik. Dan pemerintah mendorong para ilmuwan untuk menemukan obat dan vaksin yang efektif bagi wabah ini. Tenaga medis pun juga mendapatkan perlakuan baik gaji, gizi terbaik  maupun alat kesehatan  yang terbaik supaya tidak tumbang seperti nakes di negara kita ini. Karena mereka garda terdepan tapi minim fasilitas. 

Nah dengan mekanisme seperti inilah maka wabah atau pandemi mudah diatasi dan tidak seperti diera kapitalisme satu wabah bisa menyebar ke seluruh pelosok dunia dan kasusnya terjadi berkepanjangan. Sehingga ekonomi hampir seluruh dunia mengalami kelumpuhan. Nah dengan lslam seluruh masalah dapat diselesaikan dengan  cepat dan tuntas.

banner zoom