Covid-19 Melonjak Karena Solusi Tidak Bijak

Oleh : Sri Azzah Labibah SPd 
(Pengasuh Majelis Taklim Remaja Paciran) 

Setelah tempat wisata di buka serta interaksi dan mobilisasi tidak terkontrol, kasus peningkatan jumlah pasien yang terpapar Covid-19 terus meningkat. Hampir seluruh rumah sakit penuh oleh pasien Covid-19 bahkan sudah melebihi batas maksimal dari ambang batas.

Pada awal Juli 2021, kasus harian Covid-19 di Indonesia menunjukan peningkatan yang sangat signifikan.

Tak hanya tambahan kasus positif Covid-19, angka kematian akibat virus corona pun pada awal Juli ini mengalami peningkatan cukup tajam.

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, Kamis (1/7/2021) ditemukan 24.839 kasus baru positif Covid-19 di Indonesia.

Pada hari yang sama tercatat ada 9.874 orang sembuh dari Covid-19 dan 504 orang meninggal dunia akibat corona.

Melihat korban semakin meningkat karena pandemi, akankah pandemi ini berakhir?
Pertanyaan ini layak muncul di setiap manusia, sebab pandemi yang berkepanjangan ini mampu merubah segalanya yang berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat terganggu. Hampir semua sektor kena imbasnya, ekonomi mengalami resesi yang berdampak pada PHK, disektor pendidikan nyaris belum ada kepastian kapan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan, sektor kesehatan pun masih kelabakan di dalam menangani lonjakan pasien yang terpapar Covid-19.

Kebijakan pemerintah di dalam penanggulangan Covid-19 ini pun dinilai tidak bijak bahkan sangat kental dengan pencitraan. Padahal Indonesia mempunyai pengalaman yang baik tatkala mampu menyelesaikan virus flu burung yang pada saat itu statusnya nyaris dinyatakan sebagai pandemi oleh PBB.
Seharusnya sistem penangulangan virus flu burung bisa digunakan setidaknya untuk penangulangan wabah Covid-19. Serangkaian kebijakan yang dilakukan pemerintah hanya berkutat pada bagaimana proses penularan Covid-19 ini bisa terjadi, tanpa ada penelitian yang berkelanjutan dan terstruktur terhadap virusnya sendiri. Padahal penelitian laboratorium yang mempuni akan berdampak pada proses penanggulangan yang memadai bagi masyarakat.

Dari proses ini kita akan mengerti bagaimana karakteristik dari virus ini secara detail dan terpercaya. Sehingga tidak akan pernah terjadi kisruh masalah penggunaan vaksin Sinovax secara nasional (terawan).

Saat ini sudah terlanjur parah, sehingga perlu kerja keras dan cerdas mengoptimalkan segenap kemampuannya untuk mencegah korban berjatuhan akibat Covid-19. Fokus pada apa yang menjadi sumber masalahnya? Kemudian langkah strategi apa yang bisa dilakukan.

Harusnya kebijakan lockdown bisa dipertanggung jawaban dan masyarakat harus di Edukasi terkait pandemi ini agar pemahamannya tepat. Namun, seluruh kebijakan yang diambil oleh negara saat ini sangat kental dengan muatan kepentingan, tak sedikit kondisi pandemi Covid-19 ini dijadikan untuk membungkam “musuh” politiknya.

Solusi yang tepat dan bijak memang tidak akan kita dapatkan di sistem kapitalis yang tidak benar benar mengayomi masyarakat dengan tulus, pandemi akan berakhir jika kita buka mata untuk mencontoh kebijakan yang diambil oleh pemimpin yang taat kepada Allah yang telah membuat aturan sempurna untuk kita, yaitu hanya ada di sistem Islam atau khilafah. 

Wallahu alam bishowab.
banner zoom