Menguak Solusi Dibalik Duka Palestina


Palestina kembali berduka!.Itulah kalimat yang tepat menggambarkan bagaimana serangan Israel kembali terjadi pada bulan Ramadhan, tepatnya pada saat kaum muslimin melakukan ibadah solat teraweh. Meskipun berkembang opini dari beberapa tokoh yang mengatakan masalah Palestina ini bukanlah konflik agama namun konflik negara mereka akibat perebutan wilayah dan juga persoalan Palestina dianggap bukanlah urusan Indonesia bahkan Israel dianggap bukan sebagai penjajah seperti yang dinyatakan oleh Mantan kepala BIN dengan inisial HDP dan mantan Kepala Badan Intelijen Strategs (Kabais) yang berinisial SP .  Tentunya hal ini bisa disanggah dengan melihat bagaimana rentetan serangan yang dilakukan Israel berkali-kali ke Palestina. Serangan ini merupakan serangan yang ke sekian kalinya dilakukan oleh Israel dalam rangka ingin mendirikan negara Zionis Israel dengan adanya keyakinan mereka untuk menguasai masjidil Aqsa untuk kemudian mendirikan kuil Solomon . keyakinan agama inilah yang membuat Israel Yahudi sampai sekarang melakukan penjajahan atas Palestina dengan merebut tanah orang-orang Palestina dan mendirikan negara Israel disana. Penyerangan mereka terhadap muslim Palestina pada saat melakukan ibadah teraweh di bulan ramadhan ini juga menguatkan konflik ini memang mengarah pada konflik agama.

 Dari serangan tersebut di hari ke 10 total yang terbunuh di palestina ada 251 orang, yang terluka berjumlah 6.444 orang, korban anak –anak sebanyak 66 orang, Jumlah  rakyat yang mengungsi 72.000 orang dan 500 buah rumah dalam keadaan hancur. Bahkan korban jiwa yang terhitung dari tahun 2008 sampai 2021 mencapai 5.739 jiwa yang  diantaranya terdiri dari 1.269 anak-anak dan 570 wanita. Walaupun kemudian di tanggal 21 Mei 2021  ada kesepakatan gencatan senjata yang ditawarkan Israel kepada pihak Palestina dan direspon antusias warga Palestina sebagai bentuk kemenangan, namun tetap saja akhirnya Israel melakukan serangan yang artinya mereka melanggar perjanjian gencatan senjata.

Akar Masalah Palestina

Pada masa Umar bin Khathab Yerusalem dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khathab. Saat itu Uskup agung Sophronius menyerahkan Yerusalem yang sebelumnya dibawah kekuasaanya kepada Khalifah Umar Bin Khathab. Penduduk Palestina akhirnya hidup tenang dan damai di bawah naungan system Islam.  Kemudian pada tahun 1095 Masehi Palestina kembali diserang pada medan perang Salib karena seruan provokatif Paus Urbanus II demi kepentingan penjajahan Perancis dan ditahun 1187 Masehi kembali dibebaskan oleh Shalahuddin Al Ayyubi setelah 92 tahun dalam pendudukan mereka. Deklarasi Balfour pada Tahun 1917 yang dibuat oleh Menlu Inggris saat itu Arthur Balfour merupakan sinyal Inggris (Pemerintah Britania Raya)  merestui rencana zionis mendirikan tanah air di Palestina dengan dampak keuntungan bagi Inggris mendapatkan mendapat dukungan dari pengusaha kaya Yahudi dan untuk melemahkan dunia Islam dengan menciptakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Kemudian pada Kekhilafahan Turki Utsmani pada masa Khilafah Abdul Hamid II, tokoh Yahudi Theodore Hertzl menemui khalifah dan meminta untuk memberikan secuil tanah Palestina untuk orang-orang Yahudi dengan memberi imbalan (suap) kepada khalifah sebesar 150 juta Poundsterling (setara Rp 3 triliun) namun hal tersebut ditolak mentah- mentah oleh Khalifah abdul Hamid II. Hal inilah yang membuat Barat( Inggris dan  Yahudi Israel) melakukan berbagai upaya untuk juga terlibat dalam upaya meruntuhkan Daulah utsmaniyah. Dan mereka akhirnya berhasil menduduki Palestina.  Pasca jatuhnya kekhilafahan Turki Utsmani berbondong – bondong warga Yahudi mendatangi Palestina dan mulai melancarkan aksi serangan atau agresi militer ke Palestina , Sejengkal demi sejengkal tanah Palestina dikuasai, Penduduk Palestina diusir, ratusan desa dikuasai Israel hingga yang tersisa saat ini wilayah GAZA masih bisa dikuasai penduduk Palestina. Pada  14 Mei 1948  berdirilah negara  Zionis Israel  dan dakui secara luas oleh banyak negara di dunia. 

Solusi Semu VS Solusi Tuntas Masalah Palestina

Dunia saat ini khususnya PBB dan organisasi dunia lainnya mengklaim telah melakukan berbagai upaya untuk mnyelesaikan permasalahan Palestina. Dengan memberikan kecaman, kutukan, mencap sebagai aksi kejahatan yang harus diberi sanksi. Bahkan sampai upaya diplomasi untuk mengambil jalan perdamaian, Namun pada faktanya upaya tersebut tetaplah tidak membuahkan hasil. Yang ada malah menguatkan cengkeraman Israel terhadap Palestina terutama mengakui dan mengambil solusi 2 negara yang ditawarkan PBB dan negara-negara Barat. Kenapa ? karena itu adalah jebakan mereka agar akhirnya negara zionis Israel diakui dunia dan berhasil mnguasai Palestina dengan adanya solusi menjebak ini. Ini adalah solusi semu yang dibuat oleh Barat agar palestina selamanya berkonflik dan sampai tidak ada lagi tanah yag tersisa untuk rakyat Palestina. Sementara tanah Palestina adalah tanah air rakyat Palestina, bukan tanah airnya orang Yahudi. Tanah Palestina adalah tanah kelahiran para Nabi yang didalamnya terdapat Masjidil Aqso kiblat pertama umat Islam sebelum Ka’bah. Tempat suci yang juga dianjurkan Nabi untuk dikunjungi umat Islam dibelahan bumi manapun karena Ibadah solat yang dilaksanakan disana pun mendapatkan pahala 500 kali solat. Tempat sucinya seluruh umat islam di dunia bukan hanya tempat suci bagi rakyat Palestina sehingga menjaga tanah Palestina dan Masjidil Aqso bukan hanya tugas umat islam Palestina namun juga menjadi tugas seluruh Umat Islam di dunia, sebagaimana kalimat yang dilontarkan Khalifah Abdul Hamid II saat menolak permintaan Theodore Hertzl “ Aku tidak dapat memberikan walau sejengkal tanah ini (Palestina) karena ia bukan milikku, ia adalah milik umat Islam”. Masalah Palestina bukan sekedar masalah kemanusiaan, tapi ia adalah maslah bagi umat Islam dan seluruh kaum muslim dibelahan dunia lainnya. Pasalnya, tanah Palestina adalah tanah kharajiyah milik kaum muslim diseluruh dunia. Statusnya tetap seperti itu  sampai hari kiamat.Karena itu sikap seharusnya terhadap Israel yang telah merampas tanah Palestina adalah sebagaimana yang telah Allah SWT perintahkan, yakni perangi dan usir sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam Q.S At Taubah  ayat 14.

Solusi inilah yang akan membawa Palestina dibebaskan kembali  dengan mengerahkan pasukan kaum muslimin saat ini utk berjihad mengusir penjajah Yahudi dari menguasai Palestina sebagaimana yang terjadi pada masa Umar bin Khattab yang membebaskan Palestina dari kekuasaan kaum Nasrani Yerusalem. Dan juga seperti yang dilakukan oleh Shalahuddin Al Ayyubi yang kembali membebaskan Palestina dari Paus Urbanus. Semua upaya yang dilakukan oleh Khalifah dimasa lalu telah membuktikan keberhasilannya dalam membebaskan Palestina dari penjajahan. Memang pengerahan kekuatan Islam tadi saat ini tidak ada yang menggerakkan., karena tidak adanya pelindung umat lslam saat ini yaitu Khalifah dan negara Khilafah. Lewat institusi inilah Khalifah akan menyatukan negeri –negeri Islam, mengerahkan tentara-tentara yang mereka miliki unntuk menghancurkan kekuatan kecil tentara Israel sehingga kemenangan Palestina bukanlah sekedar retorika belaka namun nyata tampak dihadapan mata 

Kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam,  itulah khilafah Islam yang mengikuti manhaj kenabian  Khilafahlah sebagai satu – satunya pelindung yang hakiki, yang bakal melancarkan jihad terhadap siapa saja yang memusuhi Islam dan kaum muslim. Tentu dengan kekuatan jihad pula khilafah akan sanggup mengusir Israel dari tanah Palestina, Wallahu’ Alam bisshawab.

Penulis: Ummu Rida (Pemerhati Sosial) 
tinggal di Amuntai

banner zoom