Tsaqofah Asing Perusak Generasi

Oleh: Yeta Arlin (Aktivis Muslimah Bangka Belitung)

 Generasi milenial dianggap memiliki banyak sisi buruk. Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus asusila yang dilakukan oleh kalangan Remaja. Fenomena generasi bangsa semakin berani menabrak rambu-rambu syariat Islam. Berbagai macam tingkah laku yang tak beradab dilakukan para remaja saat ini. Seperti yang baru-baru ini terjadi. Aksi tiga perempuan yang membuat video tiktok dengan latar tugu nol kilometer di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung mendadak viral dan menuai kecaman.(Kompas.Com). Video berdurasi 12 detik itu dinilai tidak layak dilertontonkan karena mengandung unsur pornografi. 

"Saya sudah melihatnya dan juga terhubung di facebook, tidak layak membuat konten seperti itu, ini patut dikecam, apalagi banyak anak-anak yang ikut menonton", kata aktivis perlindungan anak dan perempuan, Septa Qodriah di Pangkal Pinang, Rabu(20/1/2021)

Ini tentu bukan satu-satunya kejadian yang menuai kecaman di kalangan masyarakat, cara berpakaian dan bertingkah laku serta cara dalam bergaul semua di adopsi dari pemikiran barat yang lahir dari sistem liberalisme-sekulerisme, dimana kebebasan berbuat dan bertingkah laku serta memisahkan agama dari kehidupan menjadi rujukan perilaku yang tak beradab pun terjadi. Sistem liberalisme-sekulerisme membuat generasi terpapar cara pandang yang salah, menyuburkan kebebasan yang merusak generasi, karena menjalani hidup tanpa aturan, bisa merusak akhlak, akidah serta pola pikir,. Akibatnya semakin jauh dari kehidupan Islam padahal generasi adalah ujung tombak peradaban. 

Pada saat ini generasi dicekoki dengan tsaqofah asing yang membiarkan dan menganggap biasa pergaulan yang kebablasan yang keluar dari koridor syariat. Generasi sengaja dikerdilkan lewat pemikiran, krisis moral dan kriminalitas melanda generasi. Sedangkan akses pendisikan yang berkualitas tidak merata dengan kondisi ini. Hukum yang mengatur mengenai perbuatan asusila pun dirasa tidak memuaskan karena tidak memberi efek jera pada pelaku. 

Racun-racun pemikiran yang telah merebak di tengah-tengah umat menjadi wabah yang kian menjamur dari masa ke masa. Begitulah  adanya tsaqofah asing berpengaruh besar menjadi penentu arah umat dalam bersikap dan berperilaku. Melalui tsaqofah yang rusak dan bobrok yang tertanam dalam pemikiran kaum muslim telah berhasil merenggut kepribadian umat Islam. Para generasi kaum muslim semakin jauh dari pemikiran Islam yang seharusnya menjadi sandaran.

Islam mendudukan ilmu dan tsaqofah pada kedudukan yang mulia,tidak ada agama lain selain Islam yang memiliki aturan dan pembelajaran yang sempurna. Tsaqofah Islam yang di dalam nya terdapat aspek akidah mampu membangkitkan manusia, karena kebangkitan umat tergantung pada pemikiran nya.

Pemikiran Islam mampu membentuk manusia menjadi pribadi yang memiliki pola pikir yang memuaskan akal dan menentramkan jiwa. Pemikiran yang cemerlang bisa membentuk ke pribadian yang beradab dan melahirkan generasi yang taat dan bertakwa. Dimana di dalam sistem Islam generasi di didik dan dibina dengan akidah dan tsaqofah Islam yang lurus. 


Perubahan yang mendasar secara total haruslah disertai peran negara dalam mengurusi umat dengan menerapkan sistem Islam dalam setiap lini kehidupan, baik itu dalam pergaulan, pendidikan, kesehatan, perniagaan, bahkan pengurusan dan pengaturan dalam negara.  Tanpa benteng negara berbagai kerusakan begitu mudah tersebar luas di kalangan remaja bahkan di kalangan anak-anak kecil sekalipun. Kerusakan pemikiran sudah merajalelah minus dari penanan nilai-nilai moral,mengaburkan identitas sebagai seorang muslim. Tsaqofah Islam kunci sukses mengembalikan kegemilangan Islam. Paradigma yang keliru ketika keterbukaan terhadap tsaqofah asing namun mengkriminalkan ajaran Islam. 

"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah swt, sekiranya ahli kitab beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik"(TQS. Ali imran:110)

Berperilaku sesuai dengan aturan Islam yang tentu akan memberikan ketentraman jiwa yang hakiki, dengan aturan yang  langsung dibuat oleh Sang Pembuat aturan yang paling sempurna yaitu Allah SWT. Ketika seluruh hukum Islam diterapkan di muka bumi ini, rahmat dan keberkahan itu akan tercurah bagi seluruh manusia, alam beserta isi nya. 

Wa Allahu a'lam


banner zoom