Butuh Persatuan Umat, Lawan Penjajah

Oleh: Ika Wulandriati

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, sepertinya semboyan bangsa tersebut layak untuk kembali digaungkan kembali. Saat ini Belanda memang sudah lama pergi dari Indonesia. Akan tetapi, pengadu – dombaan umat masih di lestarikan oleh para antek penjajah. Politik adu domba ini memang sudah berganti tuan. Amerika, China serta negara besar lain yang berkepentingan untuk mencengkeram, menjajah dan menjarah negeri Pertiwi. Mereka sebagai tuan besar kapitalisme, melakukan sedikit revisi terhadap pengadu – dombaan tersebut, sehingga tampilannya lebih manis dan memikat para kru-kru penjajah pemuja kapitalisme, yang mana mereka memiliki dua tujuan besar yaitu memecah umat Islam dan memisahkan umat dari islam.

Anehnya, birahi asing dalam meraup zamrud khatulistiwa sangat minim tersentuh media. Umat Islam dipecah dengan jalan menjelek – jelekkan satu kelompok dan memuji – muji kelompok yang lain. Tujuannya agar ikatan sesama umat Islam menjadi kacau – balau. Mereka berambisi untuk mencabik – cabik kaum muslim hingga menjadi lemah dan mudah untuk dikuasai, karena tabiat dari penjajahan orang-orang kapitalisme ini adalah serakah, makanya mereka menghalalkan cara demi tercapainya kepuasannya.

Kapitalisme yang bercokol di negeri kita tercinta ini, juga tidak luput dari cengkeraman para penjajah, yakni negeri yang berpenduduk mayoritas muslim dan dengan kekayaan alam yang melimpah. Orang-orang kapitalisme ( asing, aseng serta asong ) menjajah melalui undang-undang yang diproduksi untuk kepentingan mereka, dan melalui penerapan ideologi ini pula, rakyat ditipu secara berlahan-lahan. Akibatnya banyak kemiskinan, narkoba, pelacuran, mabuk-mabukkan, pergaulan bebas, hukum yang tidak berkeadilan, kesehatan yang tidak memadai, tawuran pelajar dan banyak lagi deretan permasalahan.

Ketika umat hendak bangkit dan bersatu, berbagai fitnah justru dilontarkan oleh rezim penguasa. Mereka melakukan banyak pelabelan seperti teroris, makar, anti Pancasila, dan laini – lain yang akhirnya berujung pada keresahan umat Islam itu sendiri. Akibatnya, sesama muslim saling curiga dan bermusuhan. Umat Islam disibukkan dengan pertikaiannya, dan pada saat yang sama, penjajah berserta sekutunya segera beraksi dengan leluasa dan sesuka hati menjarah negeri ini.

Sudah saatnya umat Islam bersatu membentuk benteng yang kokoh untuk menyelamatkan negeri ini dari penjajahan. Serta umat Islam juga harus tahu bahwa satu-satunya ideologi yang bisa menjaga persatuan (ukhuwah ummah), hanya ideologi Islam yang bersumber dari Allah SWT yaitu sistem Islam atau yang dikenal dengan Khilafah.

Wallahu a'lam bi showwab.


banner zoom