Muhasabah Akhir Tahun, Momentum Perbaikan Diri

Oleh: Nurul Aqidah (Muslimah Ideologis, Bogor)

Saat ini kita berada di penghujung tahun 2020 dan sebentar lagi akan memasuki tahun baru 2021. Setiap pergantian tahun pasti akan ada makna istimewa yang senantiasa berbekas dalam kehidupan. Sepanjang tahun 2020 merupakan masa-masa yang sangat sulit bagi kita semua. Pasalnya, pandemi Covid-19 menyapa hampir di seluruh belahan bumi.

Dilansir dari Kompas.com, 7/12/2020, grafik kasus virus corona secara global masih terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (7/12/2020) pagi, berdasarkan data Worldometers, total kasus infeksi virus corona di seluruh dunia telah mencapai 67.359.840 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 1.541.165 orang meninggal dunia, dan 46.558.706 orang dinyatakan sembuh.

Hingga kini jumlah kasus positif corona terus meningkat. Kapan pandemi ini berakhir? Mungkin itulah yang sering dipertanyakan oleh sebagian besar masyarakat dunia. Pandemi bukan hanya ujian kesehatan global tetapi juga merupakan ujian keimanan bagi seorang muslim. Dalam pandangan Islam, pandemi virus corona bisa disebut sebagai ujian atau musibah. Sebagaimana Allah Swt. telah menyampaikan secara tegas dalam surat Al-Baqarah ayat 155 bahwa, "Kami sungguh akan menguji kamu semuanya dengan sedikit ketakutan, dengan kelaparan, dengan kekurangan harta benda, dengan bergugurannya jiwa-jiwa manusia dan dengan buah-buahan. Maka sampaikan berita gembira kepada mereka yang bersabar."

Semua ujian ini terjadi atas izin Allah. Tidak ada yang tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Dalam menyikapinya, seorang muslim harus meyakini dan menerima bahwa semua sudah qodho ketetapan dari Allah. Baik maupun buruk, semua terjadi atas izin Allah. Selanjutnya senantiasa berbaik sangka (husnudzon) pada Allah atas setiap kejadian yang menimpa.

Allah pasti memiliki rencana baik buat para hamba-Nya melalui pandemi virus corona ini. Tidak ada yang bisa menghalangi sesuatu terjadi kalaulah Allah menghendaki dan begitupula sebaliknya. Jika Allah berkehendak mendatangkan kebaikan atau keburukan kepada kita, maka siapapun tidak bisa menghilangkannya. Orang yang beriman tentunya mampu menghadapi musibah dengan cara yang baik dan benar.

Sungguh keadaan seorang muslim sangatlah mengagumkan, ketika ia diberi kesenangan maka ia bersyukur kepada Allah atas karunia tersebut. Adapun ketika ia ditimpa musibah, maka akan bersabar. Rasulullah Saw bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Momentum pergantian tahun baru yang akan menyapa dalam waktu dekat, sejatinya dijadikan sebagai sarana muhasabah (introspeksi diri) agar tercipta peningkatan kualitas amal. Sebab dengan muhasabah, setiap muslim dapat mengukur sudah sejauh mana ketaatan terhadap seluruh perintah Allah. Di dalam Al-Qur'an Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Alhasyr ayat 18).

Dengan melakukan muhasabah, semakin tersadarkan bahwa pandemi ini adalah cara Allah untuk menegur hamba-Nya agar tersadar dan kembali kepada aturan Allah Sang Pencipta. Mungkin selama ini kita telah lalai dalam menjalankan segala perintah-Nya. Sebab pada hakekatnya, musibah yang menimpa kehidupan manusia adalah akibat dari kemaksiatan dan kezhaliman manusia. Termasuk pandemi virus corona ini. Allah Swt. berfirman, "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu." (TQS. Asy-Syura ayat 30)

Hal yang bisa kita lakukan dalam menghadapi musibah ini adalah berikhtiar semaksimal mungkin agar kita terhindar dari pandemi. Senantiasa disiplin dan taat dalam melakukan berbagai protokol kesehatan seperti memakai masker ketika keluar rumah, menjaga jarak, selalu menjaga kebersihan dengn mencuci tangan, menjaga daya tahan tubuh dan lain sebagainya. Dalam hadits Rasulullah saw. dikatakan, "Jika kalian mendengar penyakit (menular) Tha’un di sebuah tempat, maka janganlah mendatangi tempat itu. Dan jika penyakit itu terjadi di tempat sementara kalian berada di dalamnya (tempat penyakit itu) maka janganlah kalian lari (keluar) darinya." (HR. Bukhari dari Abdurrahman bin Auf).

Berusaha sekuat tenaga agar terhindar dari virus corona adalah bagian dari menjalankan syariat Allah dalam menghadapi suatu wabah. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw, “Larilah dari penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa.” (HR. Bukhari)

Ikhtiar yang dilakukan pun harus selalu diiringi dengan tawakal dan berdoa pada Allah serta diiringi keyakinan bahwa pandemi pasti akan berlalu. Setiap kesulitan yang menimpa manusia, pasti akan Allah mampukan untuk menghadapinya. Allah.tidak akan berbuat dzalim kepada makhluk-Nya dengan memberikan kesulitan yang di luar batas kemampuan makhluk-Nya. Sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan. Itu adalah janji Allah.

Semoga kita beserta orang-orang yang kita cintai, termasuk bagian dari orang-orang yang Allah berikan perlindungan, pertolongan serta keselamatan. Semoga dunia segera terbebas dari pandemi ini. Aamiin ya robbal alamin.

Wallahu’alam bisshawab.
banner zoom