Eksploitasi Pulau Komodo : Untung atau Rugi?

Oleh : Aan Dwi Astuti

Penamabda.com - Proyek wisata Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan  tetap akan dipromosikan.  Alasannya, komodo merupakan hewan yang hanya ada di Indonesia sehingga memiliki nilai jual tinggi.( CNN Indonesia.27/11/2020)

Salah satu kawasan yang akan mengalami perubahan desain secara signifikan adalah Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat. Pulau ini akan disulap menjadi destinasi wisata premium, dengan pembangunan segala sarana dan prasarana pada kawasan wisata. Pembangunan ini akan menggunakan dana dari APBN sebesar 69 Milyar.

Pembangunan sarana dan prasarana wisata di Taman Nasional Komodo menimbulkan polemik dan kontra dari pemerhati lingkungan. Rencananya pembangunan sarana dan prasarana akan selesai pada Juni 2021.

Menurut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nur Hidayati menilai, pembangunan proyek " Jurassic Park" tidak berbasis keilmuan. Alih-alih melestarikan komodo dan habitat alaminya, pembangunan tersebut justru akan membuat komodo tersiksa.(kompas.com 27/10/2020)

Bukan hanya sumber daya alam saja yang dieksploitasi berlebihan, Kini kawasan konservasi komodo dilirik oleh pemerintah hanya untuk mengeruk pundi-pundi keuntungan. Pembangunan di Pulau Rinca, mengabaikan aspek lingkungan. Investasi dinilai jauh lebih berharga dibandingkan keselamatan rakyat dan lingkungan.

Selain berdampak pada kelangsungan habitat dan hidup komodo,  juga memiliki dampak bagi masyarakat sekitar. Membuat masyarakat menjadi terasingkan di tanah kelahirannya sendiri.

Pembangunan proyek wisata Pulau Komodo dilakukan dengan alasan komersil. Walaupun dengan dalih tanpa  mengabaikan kelestarian habitat komodo, namun yang terjadi adalah sebaliknya.

Pembangunan ini juga berdalih untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar tanpa merusak ekosistem lingkungan, tetapi dalam pembangunan ini pihak yang paling diuntungkan adalah investor. Bahkan masyarakat lokal sama sekali tak mendapat keuntungan dari Mega proyek ini.

Terbukti ada dua perusahaan yang mendapatkan izin usaha penyediaan sarana pariwisata yaitu  PT SKL di Pulau Rinca seluas 22,1 hektare dan PT KWE  di Pulau Komodo seluas 151,94 hektare  dan di Pulau Padar seluas 274,13 hektare  untuk membangun penginapan ekslusif serta fasilitas penunjangnya. 

Proyek ini hanyalah mengedepankan aspek ekonomi. Mengkonversi lahan konservasi menjadi lahan investasi. Pembangunan ini akan semakin mempertegas bahwa sistem kapitalis tidak  memiliki perspektif perlindungan lingkungan dan membuktikan rakusnya sistem kapitalis  dalam pengaturan perekonomian negara.

Dalam Islam terdapat  pengaturan perlindungan pada sebuah kawasan disebut hima. Hima dalam bahasa Arab berarti perlindungan. Secara umum Hima merupakan kawasan yang khusus dilindungi guna melestarikan kehidupan liar serta hutan. Hima merupakan wilayah konservasi untuk menjaga keseimbangan alam.  Hima merupakan zona yang tak boleh disentuh atau digunakan untuk apa pun bagi kepentingan manusia. Tempat tersebut digunakan sebagai konservasi alam, baik untuk kehidupan binatang liar maupun tumbuh-tumbuhan.

Pada zaman Nabi SAW, terdapat beberapa hima, antara lain, Hima ar-Rabadzah serta Hima an-Naqi. Rasulullah SAW menetapkan pada Hima an-Naqi  dilarang melakukan perburuan binatang pada radius empat mil di sekitar Kota Madinah. Selain itu, masyarakat juga dilarang merusak tanaman dalam radius 12 mil di sekitar wilayah tersebut.

Islam juga mengatur  pengelolaan dalam berbagai kepemilikan umum seperti air, padang rumput, api(energi), minyak bumi, gas, barang tambang lainnya, jalan raya, sungai, laut, danau, tanah - tanah umum, teluk, selat dimana  negara hanyalah sebagai pengelola. Semua sumber daya alam diperuntukkan untuk kebutuhan rakyatnya. Islam mengharamkan pemberian hak khusus kepada orang atau kelompok orang(swasta) apalagi swasta asing.

Syariat Islam mempunyai bentuk-bentuk dasar tentang  konservasi alam yang jelas. Konservasi alam harus dijaga dengan baik untuk kelangsungan hidup makhluk hidup. Hanya sistem Islamlah yang memberikan jaminan ekonomi, sehingga seluruh kebutuhan rakyat dapat terjamin tanpa harus merusak alam dan mengancam kelestarian lingkungan.

banner zoom