Layakkah Umat Islam Menaruh Harapan Kepada Joe Biden?

Oleh : Firda Umayah, S.Pd (Praktisi Pendidikan)

Penamabda.com, Joe Biden terpilih dalam Pemilu (Pemilihan Umum) sebagai Presiden AS ke-46. Dalam keterpilihannya, nampaknya sebagian umat Islam menaruh harapan baik kepda Biden. Dalam kampanye Pemilu, Joe Biden berjanji kepada umat muslim akan perlakukan agama Islam sebagaimana mestinya (pikiran-rakyat.com).

Hal ini tentu saja berbeda dengan Presiden sebelumnya Donald Trump yang menyatakan perang terhadap terorisme yang secara tidak langsung ditunjukkan kepada umat Islam. Namun, apakah berpindahnya kepemimpinan Presiden AS ini akan benar-benar membawa dampak positif kepada umat Islam khususnya Indonesia?

Sebagai pemimpin negara kapitalis dan liberal, Biden nampaknya tak merubah substansi dari kebijakan sebelumnya . Hal ini dapat dilihat salah satunya dari kebijakan yang dicanangkan dalam faktor ekonomi. Biden akan tetap mengadakan perjanjian perdagangan dengan negara lain khususnya dengan Indonesia. Hal ini tentu saja dilakukan untuk meningkatkan ekonomi AS. Dia akan menaikkan standar local content yang saat ini 51% untuk produk Made in America (pikiran-rakyat.com).

Kampanye yang dilakukan secara ramah yang telah menjadikan Biden sebagai Presiden terpilih nampaknya juga hanyalah alat untuk mengumpulkan suara. Selama ini, sistem demokrasi juga tidak mampu membawa kesejahteraan bagi rakyat lantaran hanya digunakan sebagai topeng untuk meraup keuntungan bagi elit politik dan para kapitalis atas nama rakyat. Dalam sistem demokrasi juga tidak ada jaminan bagi umat Islam dapat menjalankan segala perintah agama atau syariat Islam. Sebab, dalam demokrasi yang berbasis sekuler, sudah pasti akan tetap terjadi pemisahan aturan agama dengan aturan negara dan masyarakat. 

Sistem demokrasi yang dijalankan juga akan tetap menjamin adanya kebebasan berperilaku dan berpendapat yang menyulut konflik antar umat beragama. Sehingga, tidak layak bagi umat Islam menyandarkan harapan kepada sistem demokrasi dan kepemimpinannya. Negara AS yang merupakan negara pengemban sistem sekulerisme, kapitalisme dan liberalisme jelas tidak akan pernah berpihak kepada Islam dan kaum muslimin. Sebab sistem ini meniadakan aturan agama (aturan Allah SWT) dalam mengatur kehidupan. Sehingga sistem ini jelas bertentangan dan menyalahi Islam.

Umat Islam seharusnya bersandar kepada aqidah dan syariat Islam yang jelas akan membawa rahmat bagi umat Islam dan umat manusia. Sebab, sistem ini bersumber dari Rabb semesta alam, Allah Azza wa Jalla. Sistem Islam akan mampu menyelesaikan segala permasalahan hidup manusia. Sebab sistem Islam sesuai dengan fitrah manusia, mampu memuaskan akal dan menenteramkan jiwa.

Allah SWT telah berfirman yang artinya, "apakah hukum jahiliyah yang kalian kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah?'' (TQS. Al Maidah : 50). Menerapkan sistem Islam dalam institusi negara Islam merupakan bagian dari ketaatan yang sempurna kita kepada Allah SWT. Ingatlah ketika Allah SWT juga berfirman, "wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kedalam Islam secara keseluruhan. Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu", (TQS. Al Baqarah : 208). Wallahu a'lam bishawab.

banner zoom