The Power of Hidayah

Oleh : Ummu Syam (Aktivis Muslimah Majalengka)

Penamabda.com - Berita mengejutkan datang dari dunia entertainment Bollywood. Sana Khan, seorang aktris, model dan penari asal India ini memutuskan untuk hijrah. Wanita kelahiran tahun 1987 itu memilih untuk meninggalkan dunia showbiz yang sudah membesarkan namanya demi memperdalam agama Islam.

Dilansir dari Insertlive.com, dara cantik yang memulai debutnya lewat film Yehi Hai High Society itu untuk pertama kalinya mengabarkan keputusannya berhijrah dan meninggalkan dunia showbiz lewat unggahannya di akun instagram pribadinya. Sana juga berdoa agar pilihannya untuk hijrah diberikan kelancaran dan taubatnya bisa diterima oleh Allah.

"Saya minta pada semuanya untuk mendoakan saya kepada Allah, agar menerima taubat saya dan memberi saya kemampuan sejati untuk hidup" tulis Sana, Jumat (9/10).

"Sesuai dengan tekad saya untuk menghabiskan hidup saya mengikuti perintah Pencipta saya dan dalam pelayanan kemanusiaan, berikan saya ketekunan di dalamnya" lanjutnya.

Setelah mengabarkan keputusannya berhijrah, Sana langsung menghapus foto-fotonya di akun instagram pribadinya dan hanya menyisakan foto yang bersifat religius sebagai bukti bahwa ia benar-benar serius dengan pilihan hidupnya itu.

Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar bagi umat manusia. Betapa tidak, hidayah adalah petunjuk yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya, yang akan menyelamatkan dan memberikan kebaikan kepada umat manusia baik di dunia maupun di akhirat.

Hidayah juga merupakan hak prerogatif Allah, dimana Allah hanya memberikannya kepada hamba yang Dia kehendaki. Jika Allah sudah berkehendak, maka tidak seorang pun atau barang sesuatu pun yang mampu menghalangi-halanginya.

Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (QS. Al-An'am (6) : 125)

Di ayat lain, Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya." (QS. Al-Kahf (18) : 17)

Di samping itu Allah SWT pun memerintahkan kita dalam setiap rakaat shalat agar kita berdo'a memohon hidayah yang lurus. Dimana do'a itu terdapat di surat Al-Fathihah. Surat Al-Fathihah adalah surat yang paling agung dalam Al-qur'an, karena sangat besar dan mendesaknya kebutuhan manusia terhadap hidayah Allah SWT.

Allah SWT berfirman :
"Tunjukilah kami jalan yang lurus." (QS. Al-Fatihah (1) : 6)

Seorang manusia yang mencari hidayah, ia mengalami pergolakan batin di dalam dirinya akan tiga simpul besar: darimana dia berasal, untuk apa dia hidup, dan kemana dia akan pergi setelah ia meninggalkan dunia ini.

Karenanya hidayah didapatkan tidak dengan proses yang instan; bahkan tidak menutup kemungkinan hidayah didapatkan melalui proses pengkajian yang panjang dan rumit akan hakikat keimanan dan kehidupan. Dan sudah pasti bahwa hidayah didapatkan melalui proses berfikir yang melibatkan akal, dimana akal akan berfungsi jika juga dilibatkan komponen lainnya seperti informasi sebelumnya (maklumat tsabiqoh), fakta, panca indera dan otak.

Dan salah satu cara untuk mendapatkan hidayah yaitu melalui Al-qur'an. Karena sejatinya hidayah yang diberikan oleh Allah SWT adalah Al-qur'an.

Al-qur'an adalah kalam Allah. Dimana Allah seakan-akan seperti sedang berbicara langsung dengan hamba-hambaNya. Di dalamnya ada larangan dan perintah yang mau tidak mau harus dilaksanakan, dosa dan pahala yang dijabarkan dengan jelas, surga neraka yang menjadi tempat yang kekal sebagai balasan atas perbuatan hamba-hambaNya selama hidup di dunia, sumber ilmu pengetahuan dan sejarah yang bisa diambil ibrohnya oleh manusia.

Al-qur'an juga menjadi bukti bahwa Allah mencintai hamba-hambaNya. Tidak peduli apakah dia muslim atau non muslim. Allah Maha Tahu, bahwa tanpa petunjuk hamba-hambaNya tidak bisa menjalani kehidupan dengan baik, tidak bisa menjalankan amanah sebagai seorang khalifah di muka bumi ini dengan baik. Maka, Allah turunkan Al-qur'an sebagai pedoman hidup bagi manusia. Untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan sesama, dan dengan dirinya sendiri.

Al-qur'an adalah kitab yang mampu menghidupkan jiwa dan menentramkan hati, yang memiliki literasi bahasa yang tinggi. Pantaslah jika amirul mukminin, Umar ibn al-Khattab di detik-detik dia akan masuk Islam, dia mengatakan, "Aku tidak pernah mendengar kata-kata seindah ini".

Dengan izin Allah SWT, Al-qur'an bisa mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya; yaitu Dzat yang Maha Perkasa lagi Terpuji.

Bagi para pencari hidayah dengan dia membaca Al-qur'an hatinya akan hidup, segala sandarannya akan kokoh. Keragu-raguannya akan hilang seiring dengan pertanyaan-pertanyaan di dalam benaknya yang terjawab dan dipatahkan oleh Al-qur'an. Hatinya pun tak gentar dalam menghadapi celaan dari orang-orang di sekitarnya. Karena begitulah konsekuensi dari sebuah keimanan. Ia meminta sesuatu yang paling berharga di dalam hidup kita: harta, kedudukan (jabatan), ketenaran bahkan keluarga tercinta. 

Keimanan (hidayah), begitulah adanya. Ia mahal dan memang mahal. Bahkan Imam Syafi'i pernah mengatakan,
"Andai hidayah itu seperti buah yang bisa kubeli, maka akan kubeli berkeranjang-keranjang untuk aku bagi-bagikan kepada orang-orang yang aku cintai."

Andai hidayah itu dapat diperjualbelikan seperti halnya buah, tentulah kita akan membelinya dalam jumlah banyak. Akan kita bagikan kepada ibu bapak kita, kepada saudara-saudara kita, kepada orang-orang mukmin bahkan kepada orang-orang kafir. Namun sayang, hidayah tidak seperti buah yang bisa diperjualbelikan, ia hanya dapat diperoleh oleh orang-orang yang mau berfikir akan Kemahaesaan Allah, kebenaran dan kemuliaan Islam. 

Wallahu a'lam bish-shawab. 
banner zoom