MUSLIM ITU HARUS GOOD LOOKING

Oleh : Pujie Astuti 

Penamabda.com - Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menarik ucapannya terkait paham radikal masuk melalui orang berpenampilan menarik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang baik. MUI menilai pernyataan Fachrul itu sangat menyakitkan. (detiknews.com)

Kenapa narasi radikal-radikul ini terus dihembuskan seakan semua permasalahan yg menimpa negeri ini diakibatkan oleh paham radikal.

Hingga saat ini, secara fakta dan data tidak ada bukti dan kaitannya. Yg ada penyebab carut marutnya negeri ini di sebabkan mengguritanya kasus korupsi, penyalahgunaan jabatan, dan ketidak becusan dalam mengurusi dan mengelola negeri ini. 

Lebih dari itu masih menjadi budak bagi kepentingan  negara imperialis global. 

Dalam lingkup global, kita paham betul bahwa narasi ini dihembuskan terus menerus semata adanya kepentingan dari ideologi asing yg tidak rela kehilangan jajahannya. 

Yang mana saat ini narasi war on terorrism sudah tidak laku maka dibuatlah narasi baru untuk membungkam ideologi islam rival dari ideologi kapitalis dan sosialis yg terus berkembang dengan narasi war on radicalism.

Maka kita sebagai seorang Muslim harus cerdas dalam melihat situasi dan kondisi dalam menerima informasi yg berkembang. 

Kita wajib cek & ricek lagi segala informasi yg kita terima saat ini. Lebih solutip lagi karena kita ketahui bahwa sekarang banyak sekali informasi yg hoax dan halu yg menyudutkan islam. 

Cukuplah bagi kita seorang muslim itu hanya  berpegang pada warisan Rasulullah saw yaitu alQur'an dan Sunnahnya sebagai pegangan dalam mengarungi kehidupan ini.

Dalam narasi yg berkembang saat ini dikatakan bahwa seorang muslim yg good looking, pandai bahasa arab dan hafiz Qur'an itu adalah ciri-ciri agen radikalisme? 
Ini kan narasi yg konyol yang menunjukkan kedunguan dan kebencian mereka kepada islam.

Good looking yg ditunjukkan dengan penampilan yg rapi, wangi, pakaian menutup aurat dll juga perilaku/ akhlak yg baik itu merupakan pancaran keimanannya kepada Allah.

إن الله جميل يحب الجمال.

"Sungguh Allah itu Maha Indah, dan menyukai keindahan." 

Pandai berbahasa arab yg merupakan ilmu alat satu-satunya untuk memahami islam pun dikaitkan dengan narasi radikalisme.  Padahal Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ قُرْآناً عَرَبِيّاً لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (QS Yusuf:2)

Sampai Umar bin khatab pun menegaskan bahwa:
تعلموا العربية فإنها من دينكم 

“Pelajarilah bahasa Arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.”

Hafiz Qur'an yg merupakan aktivitas mulia dan pelakunya dijadikan keluarganya Allah SWT di muka bumi pun tak luput dari narasi bodoh ini. 

Mulut mereka para pembenci Islam yg merupakan agen kafir penjajah ini tidak akan pernah berhenti menjauhkan ajaran islam yg mulia ini supaya di jauhi oleh penganutnya 

Mereka paham betul apabila ummat ini kembali pada islam yg kaffah maka mereka akan ambyar hegemoninya dan hancur leburlah kepentingan penjajahannya.

Untuk itu kita sebagai seorang Muslim yg cerdas harus tetap berpegang teguh dg AlQur'an dan Sunnah dan tidak gampang terprovokasi hasutan mereka.

Kita tunjukkan islam itu mulia dan solusi seluruh problematika kehidupan saat ini dengan terus menjadi muslim yg good looking, pandai bahasa arab dan hafiz hingga nantinya seluruh hukum Allah diterapkan secara sempurna.  

Wallahu allam bi showwab []
banner zoom