Kebangkitan Islam di Depan Mata

Oleh : Risma Aprilia (Aktivis Muslimah Majalengka) 

Penamabda.com - Hagia Shopia resmi kembali menjadi masjid pada Jum'at, 10 Juli 2020 kemarin. Hal ini merupakan kabar yang begitu menggembirakan bagi umat Islam di seluruh dunia. Hampir seluruh umat muslim beramai-ramai mengekspresikan rasa suka citanya dengan memposting video adzan pertama yang dikumandang di masjid Hagia Shopia. 

Dimana sebelumnya Hagia Shopia diubah menjadi museum oleh Mustafa Kemal Ataturk, Keputusan yang diambil Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan tersebut mendapat apresiasi serta pujian, karena sikap tegas dan beraninya tersebut.

Banyak umat Islam yang menangkap sinyal dari peristiwa ini, yakni akan datangnya sebuah kebangkitan Islam di Turki, pasalnya Turki merupakan negara dengan jejak sejarah terakhir berdirinya Negara Islam, sebelum akhirnya runtuh oleh Mustafa Kemal. 

Seruan akan bangkitnya kembali Khilafah sebagai sistem sebuah negara pun berdatangan dari berbagai negara, termasuk di negara Turki sendiri. Mereka sangat antusias dengan adanya sebuah perubahan sistem aturan hidup yang mendasar. Ditambah lagi dengan fakta yang terjadi saat ini, dimana sistem yang saat ini sedang berdiri yakni sistem sekuler tidak mampu memberikan solusi bagi setiap permasalahan kehidupan. 

Namun seruan kembali pada sistem khilafah justru dikriminalisasi oleh rezim sekuler. Partai berkuasa di Turki telah menolak seruan majalah pro-pemerintah untuk membangkitkan kembali kekhalifahan Islam, menyusul pembukaan kembali Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid.

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada Senin (27/7/2020) meyakinkan kaum skeptis bahwa Turki akan tetap menjadi republik sekuler setelah majalah Gercek Hayat menimbulkan kegemparan dengan menyerukan pembaruan kekhalifahan.

Cuitan resmi dari AKP Itu muncul sebagai respon atas seruan Gercek Hayat agar pemerintah meluncurkan kembali kekhalifahan yang dihapuskan tak lama setelah jatuhnya Kekaisaran Ottoman. Gercek Hayat adalah majalah mingguan surat kabar Yeni Safak yang terkait dengan pemerintah. ( www.wartaekonomi.co.id, 29/7/2020)

Ini menegaskan bahwa sistem sekuler memusuhi Islam dan menghalangi tegaknya khilafah, sekuat apapun mereka bersikeras menolak kembalinya Khilafah, namun kabar gembira dari Rasulullah tersebut yakni akan berdirinya kembali Khilafah tidak akan bisa dicegah oleh siapapun karena itu merupakan janji dari Allah. 

Sebagaimana tercantum dalam hadist Rasulullah, dari Hudzaifah r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

«تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ  فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796)). 

Wallahu'alam bishawab. 

banner zoom