TAPERA : Tak Peduli Rakyat

Oleh : Azzah Sri Labibah SPd 
(Pengasuh Majelis Taklim Remaja Paciran) 

Penamabda.com - Hati semakin sesak, ditengah korban wabah yang melonjak namun penguasa mengeluarkan kebijakan yang tidak bijak. 

Seakan tidak pernah kehabisan cara  para penguasa untuk membebani rakyat, padahal ditengah wabah ini masyarakat berfikir berkali-kali lipat untuk mempertahankan hidup yang layak.

Saat ini pemerintah mengeluarkan BP Tapera yaitu Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat yang berbadan hukum publik di Indonesia yang dibentuk untuk mengelola Tabungan Perumahan Rakyat.

Kebijakan TAPERA ini untuk melengkapi jaminan sosial di Indonesia yang menjadi tabungan perumahan karyawan dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah khususnya.

Mekanisme Tapera ini adalah Gaji pegawai baik negeri maupun swasta bakal dipotong untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar 3% setiap bulan. Program pemerintah ini dirancang untuk mempermudah pembiayaan rumah bagi warga yang belum punya hunian.

Untuk peserta Tapera sudah punya rumah, maka masih ada layanan lain yang disediakan BP Tapera. Setidaknya 3 layanan yang bisa dimanfaatkan peserta. Selain untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, peserta yang sudah memiliki rumah bisa mengajukan fasilitas pinjaman. Fasilitas ini khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bergaji antara Rp 4-8 juta. (cnbcindonesia.com)

Inilah bentuk iuran yang dipaksakan oleh negara, sehingga rakyat tidak mampu berlepas diri dari jerat kapitalisme, yang semata mata mencari keuntungan diatas penderitaan rakyat. Harusnya BPJS bisa menjadi evaluasi, bahwa ketika iuran itu dipaksakan rakyat bukannya mendapat angin segar atau kemudahan akses dalam fasilitas, namun hanya terus menahan pil pahit akibat kebijakan penguasa. Maka bisa jadi Tapera akan berujung sama dengan BPJS, rakyat dipalak atas nama investasi.

Hidup nyaman dan sejahtera di sistem kapitalis ini serasa mimpi yang tidak akan pernah jadi kenyataan karena penguasa tak segan memalak rakyat dengan berbagai cara.

Hanya Islamlah yang mampu menjawab segala permasalahan yang membanjiri kaum muslimin saat ini, tatkala mereka jauh dari aturan Islam yang sempurna, maka kehinaan serta kesempitan hidup melanda.

Islam adalah agama yang sempurna karena datang langsung dari Allah SWT. Sehingga apapun masalahnya pasti bisa diselesaikan dan sesuai dengan fitrah manusia.

Karena dalam Islam, kebutuhan pokok rakyat yaitu sandang pangan dan papan merupakan kewajiban negara untuk menyiapkannya tanpa memungut sepeserpun uang rakyat. Penguasa tidak boleh berlepas tangan dari penunaian kewajiban itu. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas kewajiban ini di akhirat. Seperti sabda Nabi SAW :

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan  rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Dari hadis diatas sudah jelas bahwa kehidupan dalam islam tidak akan menimbulkan kesengsaraan karena kholifah akan berhati hati dalam mengurusi urusan umat karena akan dipertanggungjawabkan diakhirat kelak. 

Wallahu’alam.
banner zoom