Sikap Muslim Menjalani New Normal Life

Oleh : Nursih Ummu Sayyid (Ibu Rumah Tangga, Member Revowriter, WCWH, Komunitas Aktif Menulis) 

Penamabda.com - New Normal Life digaungkan di tengah pandemi covid-19 yang kian meluas dan menginfeksi jutaan orang di dunia, termasuk di Indonesia. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk dapat hidup berdamai dengan virus corona. 

New Normal Life adalah fase di mana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilonggarkan dan diperbolehkannya kembali beraktivitas, untuk membuka tempat publik. Seperti, sekolah, perkantoran, pelabuhan, bandara, tempat ibadah, dan lain-lain. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, yang ditentukan pemerintah sebelum ditemukannya vaksin. 

Padahal, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, menjelaskan sejumlah indikator New Normal, yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diantaranya:

Pertama, angka penularan infeksi reproduksi efektif (Rt) berada di bawah angka 1, minimal selama dua pekan. 
Kedua, memiliki sistem kesehatan yang memadai, yakni dapat menangani kenaikan jumlah kasus covid-19 yang timbul setelah PSBB. 
Terakhir, sistem pengawasan mampu mendeteksi dan melakukan tatalaksana serta mengidentifikasi kenaikan kembali jumlah kasus. 

Faktanya, kondisi di Indonesia jauh dari persyaratan WHO. Sehingga, ada beberapa daerah yang dipaksakan dibuka kembali. Sementara, kasus positif covid-19 melambung tinggi. 

Inilah bukti kegagalan penguasa dalam mengurusi rakyat. Berharap kebijakan New Normal bisa mengatasi krisis ekonomi. Namun, ini menjadi kondisi dharar (bahaya) bagi masyarakat. Buktinya, korban covid-19 terus meningkat.

Semua ini terjadi karena sistem kapitalisme yang diterapkan. Sistem fasad (rusak) buatan manusia yang hanya memberikan kesengsaraan kepada masyarakat. Jauh berbeda dengan Islam, karena nyawa rakyat lebih berharga dibanding pertumbuhan ekonomi. 

Lalu, apa yang harus kita lakukan, saat negara memaksakan untuk tetap menjalani New Normal Life? Ya, sebagai seorang muslim, tentunya kita bersabar menghadapi ujian yang menimpa. Disertai tawakkal kepada Allah swt, menyerahkan semuanya hanya kepada-Nya, agar pandemi ini segera berlalu. 

Selain itu, seorang muslim harus berikhtiar agar terhindar dari virus covid-19. Dengan tetap melakukan social distancing, dan mematuhi protokol kesehatan, jika hendak keluar rumah. Menjaga imunitas dengan makan-makanan yang bergizi dan memberikan suplemen, agar tetap sehat. 

Tentunya, sebagai bagian dari masyarakat. Perlunya kita mengedukasi umat tentang bahaya covid-19 yang jelas nyata ini. Juga, mengingatkan kepada pemerintah, agar menjamin seluruh kebutuhan dasar rakyat. Sebab, rakyat menjadi tanggung jawab negara. Karenanya, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Semoga kita terhindar sebagai orang yang tidak menjalankan amanat. 


banner zoom