Hakikat Kesuksesan

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba
(Alumnus SDII Luqman Al-Hakim 02 Batam)

Penamabda.com - Beberapa hari yang lalu, tepatnya 15 Juni 2020, saya menyandang gelar lulus dari sebuah sekolah dasar swasta Islam terpadu dan insyaAllah akan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Dan melalui selembar kertas aku mendapatkan predikat sebagai siswa yang berprestasi. 

Entah prestasi tentang apa. Itu yang menjadi pertanyaan dalam diri ini. Karena ada sebagian orang yang mengatakan  bahwa lulus adalah akhir dari perjuangan seorang penuntut ilmu dengan prestasi yang disandangnya. 

Bahkan ada sebagian teman-teman yang menanti-nanti saat perpisahan yang sarat dengan foya-foya dan having fun semata, Ada yang bangga dengan segudang prestasi, tidak sedikit juga yang harus kecewa dengan nilai tidak sesuai harapan, banyak juga bersenang-senang mengeksplore minat dan bakat melalui pentas seninya. 

Tapi sayang seribu kali sayang tahun ini Allah SWT berkehendak lain. Semua harapan kandas. Karena adanya wabah covid-19 ini, akhirnya dengan segala kebijakan semua kegiatan dilaksanakan via online, bahkan kelulusan pun diumumkan secara online. 

Dan kalau kita mau jujur apa sebenarnya yang kita harapkan dari kelulusan itu? Sukses? Apa yang teman-teman pahami tentang kesuksesan itu? Apakah dengan mempunyai segudang prestasi di bidang akademik, menang di berbagai perlombaaan/ event, mendapat beasiswa ke luar negeri, atau seperti apa?

Nah, mari sejenak kita renungkan! Betulkah standart kesuksesan pelajar itu dilihat dari sesuatu yang bersifat jasadiah atau materi semata? Kenapa standar atau parameter kesuksesan sekarang adalah sebatas itu? 

Hal itu tidak lepas dari sebuah sistem pendidikan sekarang yang berbasis sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan, maka wajar mencampuradukkan antara yang hak dan yang bathil) sehingga yang namanya sukses itu ya memiliki segudang prestasi dan menyandang banyak gelar yang bersifat materi semata dengan tidak mengindahkan akhlaq dan moralitasnya. Meskipun yang sudah digembar-gemborkan adalah pendidikan berbasis karakter. 

Lantas apa sebenarnya arti kesuksesan dalam sudut pandang Islam? Bukankah orang yang sukses adalah orang yang beruntung? Dalam QS.al-‘Asr ayat 1-3 yang artinya: “Demi Masa. Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” 

Di situ tampak jelas bahwa ternyata orang yang beruntung adalah orang yang beriman dan beramal sholih serta saling amar ma’ruf nahi mungkar.

Namun itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kemudian bagaimana mengubah sikap masyarakat agar sesuai dengan hukum syara’? tidak lain dengan pembinaan secara intensif untuk dapat mengubah pola pikir mereka  sehingga terbentuklah sebuah opini bahwa arti sebuah kesuksesan adalah  hidup yang selalu menjadi lebih baik, sukses melewati ujian-ujian di dunia ini lalu meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan dimasukkan Allah ke dalam surga-Nya. 

Wallahu 'alam bisshowwab.
banner zoom