Tolak Bala Corona

Oleh : Heni Satika (Praktisi Pendidikan)

Penamabda.com - Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat untuk melindungi diri dari wabah virus corona. Mulai dari cara yang umum yakni memakai masker, mencuci tangan dan stay at home. Baru-baru ini juga muncul beberapa cara tolak virus corona yang perlu kita kritisi.

Pertama, mengolah sayur tolak bala. Sayur yang terdiri dari tujuh bahan, meliputi, kluwih, cang gleyor, terung, kulit melinjo, waluh, godhong (daun) so, dan tempe.  di klaim bisa mengusir bala. Di luar berbagai unsur filosofis yang terkandung dalam sayur lodeh tersebut.

Kedua, memasang setandan pisang raja dan kelapa hijau. Dengan keyakinan kalau kelapa hijau bisa mengusir jin atau setan. 

Ketiga, memasang tetek molek, yakni sejenis topeng yang terbuat dari pelepah kelapa. Diyakini bisa mengusir wabah Virus Corona Covid 19. Sebelum membuat topeng tetek molek, warga harus melakukan ritual dengan cara mengambil air wudhu terlebih dahulu lalu mengecat pelepah kelapa (bongkok) dengan melukis wajah sebelum dipasang di rumah. Seluruh topeng yang sudah jadi dikumpulkan, kemudian dibacakan mantra pengusir wabah penyakit (pagebluk) yang dipimpin sesepuh.

Yang harus kita kritisi dari berbagai cara diatas adalah sifat kehati-hatian. Karena sebagai seorang muslim, semua yang kita lakukan harus kembali pada Al Quran dan Sunah RasulNya. Apakah Rasulullah pernah mencontohkan atau adakah perintah dari Allah. Jika kita melakukannya karena itu tradisi nenek moyang kita, juga tetap dikembalikan apakah tradisi nenek moyang kita sesuai dengan syariah Islam.

Salah satu bentuk kehati-hatian kita adalah mengkritisi penggunakan benda untuk mendekat kepada Allah. Karena sangat rawan terjerumus dalam kesyirikan. Dahulu kala orang Quraisy juga menggunakan berhala mereka, sebagai sarana untuk berdoa kepada Allah. Sehingga untuk lebih amannya, dalam rangka tolak bala, kita melihat dalam agama kita, bagaimana Rasulullah mencontohkan. 

Pertama, perbanyak istighfar, mohon ampun atas segala dosa kita.  Sebagaimana firman Allah Kami tidak akan menurunkan azab bencana selama mereka masih beristighfar (QS al-Anfal [8]: 33). 

Kedua sedekah. Orang-orang yang beriman sangat sadar terhadap kekuatan sedekah sebagai ikhtiar menolak bala, kesulitan, dan berbagai macam penyakit. Rasullullah SAW ber sabda, Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah.

ketiga dengan memperbanyak shalawat  sholawat lebih cepat mengabulkan doa. Semua doa itu terhalang, sampai dibacakan sholawat untuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam”
keempat ammar maruf nahi mungkar sebagaimana firman Allah :
“Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al-Araf :96). 

Berkah itu ada ketika kita menjadikan Al Quran dan As Sunah sebagai pemimpin kita. Salah satunya penegakkan Syariah Islam pada masa musibah ini seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan banyak beristigfar, bershalawat, bersedekah dan saling menasehati. Semoga wabah ini segera berakhir.

banner zoom