Semakin Gelap Malam, Semakin Dekat Fajar

Oleh : Wafi Mu’tashimah (SMAIT Al-Amri) 

Kalangan yang phobia Islam cenderung akan menghembuskan propaganda-propaganda negatif kepada Islam. Disatu sisi kelihatannya baik, manis tutur katanya, sejuk pandangannya, dsb. Tapi disisi lain, mulutnya pedas menyudutkan Islam dari berbagai arah.

Orang-orang seperti ini, pastilah ikut ideologi kapitalisme. Sistem yang meniadakan andil agama dalam kehidupan. Agama hanyalah parasit bagi mereka. Penyita waku semata. Penghalang tergapainya cita. Dan kini, musuh terbesar mereka ialah Islam. Kenapa? Karena diantara 3 ideologi yang ada, hanya Islam yang menunjukkan tanda-tanda akan kebangkitannya. Serta selalu siap mengganti kapitalis sekuler yang tengah menunjukkan bukti kebobrokan dalam seluruh aspek didalamnya.

Islamophobia dimiliki oleh kaum kapital. Sebab, mereka akan merugi jika Islam bangkit. pundi-pundi uang yang selam ini mengalir ke rekening, lenyap seketika. Karena dalam Islam, yang disejahterakan tidak hanya sejumlah elit. Tapi, seluruh rakyat yang diri’ayahnya. Apalagi saat telah diterapakannya aturan Ilahi secara kaffah, mereka tentu akan sangat ketakutan. 

Ketakutan para Islamophobia ini, membuat mereka refleks menyebarkan isu negatif tentang Islam. Islam itu intoleran, penganutnya teroris, radikal dll. Bahkan, janji palsu mereka ucapkan selalu. 

Inilah yang tengah menimpa Indonesia saat ini. Bagaimana para pemimpin dinegeri ini, terus berjanji untuk menyejahterakan rakyatnya, termasuk kaum muslim. Hingga ‘mengangkat’ ulama sebagai pendampingnya. Tapi, apa yang terjadi? Rezim semakin anti islam. Banyak pengajian dibubarkan, dan ulama yang dipersekusi. Ajaran nabi yang mulia seperti jihad dan khilafah dimusuhi. Hingga orang-orang tak bersalah, dituding radikal, teroris, dsb.

Hal senada juga terjadi di dunia Internasional. Yang terbaru, Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada 12 Desember 2019 mengesahkan Amandemen UU Kewarganegaraan (Citizenship Amandement Act / ACC). Dimana didalam UU tersebut, India mencabut hak otonomi Kashmir, hingga wilayah muslim yang diperebutkan India, Pakistan dan Cina. Keputusan ini yang membuat daerah itu terus mengalami  konflik hingga hari ini. Perkara ini membuktikan bahwa janjinya untuk menyatukan India setelah pemilu Mei 2019, hanyalah omong kosong. (MuslimahNewsDailyPost, 29/2)

Jalan hidayah

Orang yang tak berilmu pasti membenarkan dan percaya dengan apa saja yang dilakuakan oleh para Islamophobia. Mereka akan mendukung sepenuhnya dengan segala kebijakan yang diambilnya. Sebab, kuranganya pengetahuan mereka tentang Islam. Fragmen mereka pada syariat Allah selalu dipenuhi pikiran-pikiran negatif. Lalu mereka pun ikut phobia dengan Islam.

Meski para kapital ini membuat makar, tapi kita harus tetap yakin, hanya Allah-lah pembuat makar yang terbaik. Ucapan-ucapan buruk yang dilontarkan, tidak hanya membuat banyak orang phobia. Akan tetapi, jug membuat orang-orang yang masih memiliki hati penasaran. Apakah benar Islam seperti yang para Islamophobia lontarkan? Dan dari sinilah jalan hidayah mereka untuk mempelajari dan mencari Islam secara mendalam. Ini sudah terbukti dengan munculnya ulama-ulam terkenal, seperti ustadz Felix Siauw, Fuad Bakh dll. Hijrah mereka tidak lain karena awalnya phobia, lalu penasaran, dan kebablasan. Maka, benarlah kata pepatah, “tak kenal maka tak sayang”.

Yang terjadi saat ini, mulai dari stigmen negatif para Islamophobia, hingga darinya memunculkan ulama-ulama hebat, persis seperti yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW. Pada saat dakwah di Mekkah sudah menunjukkan kebuntuan, beliau mendapat wahyu agar mulai mencari nushroh pada bani-bani diluar Mekkah pada saat musim haji. 

Rasulullah SAW. Saat itu sering sekali difitnah oleh para Kafir Qurays. Entah dituduh penyihir, penyair, peramal, hingga hendak dibunuh. Tapi, usaha mereka untuk menghentikan dakwah sia-sia. Tuduhan yang mereka lontarkan pada kafilah-kafilah haji, malah membuat kafilah-kafilah ini penasaran pada Islam. Pada akhirnya, tak sedikit dari pemuka kafilah masuk Islam. Bahkan, menjadi titik awal kebangkitan kaum muslimin dengan tegaknya Daulah Islam di Madinah.

Kebaikan Selalu Menang

Sekarang terbukti, bahwa makar Allah-lah yang terbaik. Para pembenci Islam membuat makar yang meniscayakan senjata makan tuan. Berbalik arah dan memukul diri sendiri. Niatnya men-‘skak’, malah ter-‘skak’.

Maka, wahai kaum muslimin, jangan kalian bersedih dengan segala tuduhan dan cercaan. Juga saat banyak pengajian dibubarkan, ulama yang dipersekusi dan dakwah terus dipersempit. Karena pada hakikatnya, kita yang menang dan mereka yang kalah. Serta, sepanjang sejarah, kebenaran selalu menang melawan kebatilan.

Serta janganlah kalian menyerah dengan keadaan. Jangan putus asa dengan kesulitan dakwah. Karena pada hakekatnya, semua rintangan dan tantangan yang kita hadapai sat ini, ialah titik awal kebangkitan Islam. Titik awal menyambut janji Allah, dengan akan tegaknya Khilafah 'alamin hajji nubuwwah yang kedua. 

Wallahua'lam bissowab

banner zoom