Bukan Hasil, Tapi Usaha

Oleh : Ustadz Felix Siauw

Setiap level pelajaran ada ujiannya, begitu juga tiap tahapan dalam Islam, makin naik tahapnya, maka makin berat pula ujiannya, dan bila jatuh, pastinya lebih sakit

Bila ujian bagi awam adalah istiqamah belajar, maka ujian bagi yang terpelajar adalah merasa awam. Yang awam mungkin hanya tak tahu, tapi yang terlajar bisa jadi sok tahu

Kita pahami, yang disasar oleh syaitan pertamakali, justru manusia yang beribadah, justru mereka yang berilmu, agar merasa cukup dengan ibadahnya, tinggi dengan ilmunya

Karenanya mereka mulai merasa bahwa mereka pasti menghuni surga, atau minimal merasa kasihan pada yang lain yang tak sama seperti dirinya, takabur

Begitulah syaitan membalut arogansi dengan ketaatan. Agar si taat tak lagi mau bergaul dengan pemaksiat, sebab merasa diri sudah suci, khawatir terjatuh fitnah syubhat

Bila sudah begitu, maka kebaikan orang lain begitu sulit dilihat, apalagi diakui. Sebaliknya, dia akan fokus pada kelemahan dan kekurangan orang lain

Bukankah itu yang terjadi pada iblis saat melihat manusia? Iblis hanya melihat manusia dibuat dari tanah, hingga dia merasa lebih baik, padahal manusia punya banyak kebaikan

Ujian kita semua itu bukan memahami ilmu, tapi bagaimana caranya untuk menempatkan diri selalu sebagai pencari ilmu, mendidik diri dengan adab santri

Sebab Allah tak pernah bertanya tentang hasil. Semua yang Allah hargai adalah usaha. Sebab Allah mengetahui, tak semua berhasil, tapi semua bisa berusaha

==============================
Sumber : Guru Muslimah Inspiratif 
banner zoom