REMAJA MULIA DENGAN ISLAM

Oleh : Betty JN. S.Pd

Siapa sih yang tak menginginkan hidup mulia, semua orang pasti mendambakannya. Bahkan remaja sekalipun.  Namun sudahkah sobat muda mengetahui apa itu kemuliaan, bagaimana menjadi mulia, dan bagaimana meraihnya? 

Ada yang beranggapan dirinya mulia jika banyak teman, memiliki barang-barang branded, liburan keliling eropa, nongkrongnya di mall, atau banyak harta. Wah, ukurannya materialis banget ya. 

Tak ayal, ada saja pemberitaan sekelompok remaja yang rela menjual diri demi mendapat sejumlah uang, atau demi bisa membeli barang impian. Sebab secara ekonomi mereka tidak mampu memenuhi gaya hidup. 

Begitulah potret remaja dalam kungkungan habitat sekulerisme. Remaja jauh dari pemahaman yang benar tentang kehidupan. Tidak menjadikan agama sebagai panduan rule model kehidupan. Yang penting having fun. Dan ketika keinginannya tercapai sudah menganggap diri mulia. walaupun menabrak norma agama. Astaghfirullah. 

Kemuliaan Menurut Islam

Standar kemuliaan haruslah sesuatu yang mutlak kebenarannya. Berlaku untuk semua orang. Hal itu tidak lain standar yang datangnya dari Allah SWT. Sang Pencipta dan Maha Pengatur kehidupan. 

Allah SWT berfirman, “...Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]:13). 

Mengenai ayat tersebut Ath Thobari rahimahullah berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian –wahai manusia- adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. 

Pun dalam sebuah hadis dikatakan, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564) 

Jelaslah sudah, bahwa mulia sebenarnya itu ketika mulia di hadapan Allah SWT. bukan sekedar mulia dimata manusia. Sehingga ukurannya tidaklah bersifat fisik, bukan harta, bukan pula garis keturunan. Akan tetapi ketaqwaan. 

Bagaimana seorang remaja mampu menjadikan keridhoan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan yang ingin diraih dalam kehidupan.

. Penjaga Kemuliaan Remaja

Sobat muda, untuk menjadi mulia bermula dari rumah. Ya, rumah adalah tempat di mana remaja mendapatkan pendidikan pertamanya dalam kehidupan. Orang tuanyalah guru pertamanya.  Namun tak cukup hanya sampai di sana. Sebab sebagai makhluk sosial, remaja juga berinteraksi dengan masyarakat sekitar, teman sebaya juga dunia maya. 

Remaja sangat membutuhkan masyarakat dunia nyata maupun maya yang kondusif bagi keberlangsungan kemuliaannya.  Tak kalah pentingnya, penjaga kemuliaan remaja adalah negara. 

Negara sebagai penerap kebijakan yang pro terhadap kemuliaan remaja. Aturan menyeluruh dari Sang Maha Kuasa, Allah SWT. Sebab hanya dengan penerapa Islam kaffah-lah kemuliaan remaja dapat terjaga. 

Mulai dari menjaga interaksi sosial, pengaturan ekonomi sehingga kebutuhan mendasar dapat terpenuhi, juga jaminan pendidikan dan kesehatan. Di dalamnya terdapat pula sanksi tegas pagi pelaku menyimpang yang ingin menghinakan remaja. 

Sesungguhnya seorang imam adalah perisai, orang-orang berperang dari belakangnya dan menjadikannya pelindung, maka jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya maka ia harus bertanggungjawab atasnya. (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad).

#TolakLiberalisasiRemaja #GaulSehatGaulSyar'i 
#RemajaSmartWithIslam

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Sumber : Facebook :
https://fb.me/SmartwithIslam

banner zoom