Mengganti Ucapan Salam; Toleransi, Atau Upaya Menodai Ajaran Islam?

Oleh : Ummu Farras (Aktivis Muslimah)

Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial di kalangan publik. Yudian menyarankan agar sebaiknya Assalamualaikum diganti dengan salam Pancasila. Sebelumnya, Yudian mengungkapkan usulan salam Pancasila itu, karena dia melihat sejak reformasi kalimat salam, seperti selamat pagi digantikan dengan assalamualaikum.
.
“Kita sudah nyaman dengan selamat pagi karena itu salam nasional, tapi sejak reformasi diganti assalamualaikum di mana-mana. Tidak peduli ada orang Kristen, Hindu hajar saja dengan assalamualaikum,” ungkapnya.
.
Sekarang, kata Yudian, salamnya ada lima sesuai agama di Indonesia. Menurutnya salam di tempat umum harus menggunakan salam yang sudah disepakati secara nasional.(Viva.co.id)
.
Menelaah pernyataan Yudian Wahyudi ini, kembali menegaskan bahwa agenda pengarusutamaan toleransi antar umat beragama masih getol digencarkan. Toleransi antar umat beragama ini, digadang gadang bakal mewujudkan persatuan. Namun, alih-alih membina persatuan, kenyataannya setiap pernyataan dan usulan yang dikeluarkan Yudian Wahyudi sebagai ketua BPIP, yang notabene belum lama menjabat, patut diduga mengandung tendensi terhadap umat Islam. Dan hal ini terus diperlihatkan dengan terang-terangan, sehingga menyulut api kemarahan umat Islam. Harusnya, sebagai seorang pejabat publik, yaitu ketua BPIP, seyogyanya mesti jadi teladan, dan beradab sesuai dengan nilai Pancasila. Tidak asal mempergunakan lisan, apalagi menggulirkan pernyataan yang menimbulkan kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Sungguh tak elok jika Yudian melontarkan pernyataan semacam ini, karena mayoritas penduduk di Indonesia adalah kaum muslim. Mengucapkan dan menebarkan salam adalah ajaran Islam. Maka, mengganti salam adalah bukti adanya upaya untuk menodai ajaran Islam.
.
Islam adalah agama yang sempurna. Syariatnya mencakup semua urusan kehidupan manusia mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Dan dari perkara yang paling kecil hingga perkara yang paling besar. Dari urusan yang bersifat individual, sosial masyarakat, hingga bernegara.
.
Salah satu contoh pengaturan kehidupan sosial yg di ajarkan oleh Rasulullah ﷺ adalah menebarkan salam. Beliau mencontohkan bahwa bila seorang Muslim berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan salam yaitu As-Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, artinya Salam damai untukmu dan semoga Rahmat dan Keberkahan Allah menyertaimu. 
.
Begitu banyak keutamaan menebarkan salam di dalam Islam. Mengucapkan salam adalah sunnah Rasul, dan menjawabnya adalah wajib. Ucapan salam juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan (Ukhuwwah Islamiyah) dan kasih sayang. Orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapatkan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.
.
Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti “Semoga Allah menjadi Pelindungmu”.
.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu mau jika aku tunjukkan pada satu perkara yang jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)
.
Abdullah bin Mas’ud ra meriwayatkan Bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)
.
Dengan demikian, ucapan salam tidak bisa digantikan dengan ucapan apapun. Karena mengucapkan salam mengandung banyak kebaikan. Jangan sampai kita menjadi orang yang kikir dalam menyebarkan salam. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.”
Wallahu'alam bisshowwab 
.
===========================
Sumber : Wadah Aspirasi Muslimah 
banner zoom