GENERASI OLENG

Oleh: Siti Rochimah.A.Ma.
(Pemerhati Generasi)

Ada trend baru yang sekarang marak dilakukan oleh anak-anak  Sekolah Dasar(SD) dan remaja. Di pinggir jalan sambil mengacungkan jari jempol dan kelingking ke kendaraan' yang melintas di jalan raya sambil meneriakkan kata-kata oleng oleng oleng. Ada  sopir yang  merespon tetapi ada juga sopir yang tidak merespon.  Sopir yang merespon teriakan tersebut kemudian  mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi sambil zig zag. Atraksi tersebut kemudian direkam oleh sebagian anak-anak yang meneriakkan kata - kata oleng oleng dengan ekspresi bahagia tertawa lepas  tanpa memperdulikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Inilah salah satu potret buram generasi saat ini. Mereka bahagia melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat bahkan membahayakan diri sendiri dan orang lain . Lebih parah lagi  mereka punya komunitas oleng.

Sungguh memprihatinkan melihat anak-anak melakukan  hal demikian. Masa yang seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang menambah kualitas diri tapi digunakan hal yang sia-sia. Disisi lain orang tua sibuk mencari nafkah untuk keperluan keluarga tanpa mengetahui aktivitas anak-anaknya di rumah. 

Entah awalnya siapa yang memiliki ide ini. Kenyataannya banyak remaja yang menyukainya. Sejauh ini belum ada pihak yang melarang aktivitas berbahaya tersebut. Bahkan cenderung dibebaskan.
Entah sampai kapan kondisi seperti ini berubah menjadi kondisi yang baik.

Melihat kenyataan kebiasaan yang dilakukan anak-anak  remaja sekarang betul-betul membuat resah. Mereka seperti tidak memikirkan masa depan. Waktu yang ada tidak digunakan untuk belajar banyak hal. Pada akhirnya saat menghadapi masalah-masalah kehidupan tidak mampu menyelesaikan dengan benar.

Disisi lain mereka enggan untuk belajar Islam. Sehingga keadaan mereka menjadi generasi yang memprihatinkan. Generasi yang tidak berdaya, generasi malas berfikir,generasi malas belajar.

Dukungan sistem yang ada yaitu  sistem kapitalis yang menjadikan  manusia diberi kebebasan. Baik kebebasan berpendapat kebebasan bertingkah laku dan lain lain.  Hasilnya seperti yang kita lihat sekarang remaja yang tidak faham hidup.

Berbeda sekali dengan kondisi pada saat Islam memimpin dunia Islam dijadikan sebuah sistem kehidupan Generasinya adalah generasi berkualitas, generasi tangguh, dan  generasi dambaan umat. 
Kondisi seperti ini  bisa terulang kembali dengan izin Allah. Hanya saja untuk menciptakannya tidak ada jalan lain kecuali dengan menegakkan  sistem Islam yaitu  Khilafah ala minhaji nubuwah....Allahu 'alam.

---
Sumber : Muslimah Cinta Islam Lampung 
banner zoom