Ngeri, Ancaman Virus Corona Yang Mendunia !!

Oleh : Ratna Kurniawati

Baru-baru ini publik kembali di gegerkan dengan adanya wabah virus corona yang mematikan. Infeksi penyebaran terhadap virus corona masih terus bertambah di sejumlah negara. Hingga saat ini, kasus infeksi virus corona telah tercatat di 13 negara.  Sebelumnya, virus bernama novel coronavirus (2019-nCoV) ini pertama kali terdeteksi di pusat Kota Wuhan, China, yang kemudian menyebar dengan cepat, negara-negara lain di Asia, Eropa, hingga Amerika.  

Wabah ini adalah kondisi darurat di China. Pemerintah China menyatakan, korban meninggal akibat wabah virus corona mencapai 80 orang dengan lebih dari 2.300 orang terinfeksi per tanggal 27 Januari 2020. Angka ini baru yang berasal dari China, belum termasuk di 12 negara lainnya yang terinfeksi. Selain itu, kasus infeksi virus yang mencapai 2.300 orang tersebut berlangsung hanya dalam waktu kurang dari sebulan. 

Beberapa negara yang telah membenarkan adanya infeksi corona virus, untuk meningkatkan pengamanan dan upaya pencegahan masuknya virus. Usaha pencegahan misal cuci tangan pakai air dan sabun serta menggunakan masker. Berikut ini adalah informasi seputar virus corona :

1. Apa itu virus corona?

Dikutip dari Web MD, virus corona sebetulnya adalah virus umum yang kebanyakan tidak berbahaya. Virus corona menginfeksi hidung, sinus, dan tenggorokan bagian atas. Meski begitu, infeksi beberapa jenis virus corona ternyata bisa berdampak serius.
Ada empat kategori utama dari virus corona. Mereka dikenal dengan huruf Yunani alfa, beta, delta, dan gamma. Hanya virus corona alpha dan beta yang diketahui menginfeksi orang. Virus ini menyebar di udara, dan hanya empat jenis (dikenal sebagai 229E, NL63, OC43, dan HKU1) yang bertanggung jawab atas sekitar 10 hingga 30 persen flu di seluruh dunia. Sementara itu, susunan genetik virus corona terdiri dari RNA, sepupu kimia beruntai tunggal dari DNA. Sedangkan protein virus baru itu antara 70 dan 99 persen identik dengan kerabat mereka dalam virus SARS, kata Karla Satchell, seorang ahli mikrobiologi dan imunologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine di Chicago.

Virus corona mengakibatkan 585 kematian akibat Middle East respiratory syndrome (MERS), yang muncul pertama kali pada 2012 di Arab Saudi. Sebelumnya pada 2003, corona virus menyebabkan 774 kematian akibat Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
Pada akhir Januari 2020, WHO mengindentifikasi virus corona di Wuhan, China. Pada akhir Januari 2020, ada sekitar 300 kasus yang teridentifikasi di China. Tiap negara telah menyiapkan upaya pencegahan dan pengamanan, namun virus corona tetap mampu menyebar ke seluruh dunia.

2. Ciri-ciri virus corona

Virus corona pertama kali diidentifikasi pada 1960, namun tidak diketahui asal virusnya. Nama corona virus berasal dari bentuknya yang mirip mahkota. Pada beberapa kasus, virus corona bisa menginfeksi hewan dan manusia.
Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus influenza pada umumnya. Corona virus menyebar melalui batuk dan bersin mereka yang terinfeksi. Penyebaran juga bisa terjadi lewat sentuhan tangan, wajah, dan pegangan pintu atau bagian lain yang umum disentuh.
Tiap orang mungkin pernah terinfeksi corona virus sedikitnya sekali. Di Amerika, infeksi corona virus biasa terjadi pada musim dingin dan gugur. Infeksi biasa terjadi pada anak-anak, namun siapa saja bisa terkena corona virus.

3. Penyebaran virus corona

Virus corona kini semakin lama semakin menyebar hingga ke 13 negara di dunia. Negara tersebut adalah China, Jepang, Prancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Nepal, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Vietnam.
Dikutip dari detik inet, John Hopkins University di Amerika mengembangkan peta digital untuk memantau penyebaran virus corona 2019-nCoV di dunia. Peta ini dikembangkan Center for System Science and Engineering (CSSE) yang merupakan peta real time. Peta bisa diakses di https://gisanddata.maps.arcgis.com/. Semua titik berwarna merah pada peta bisa diklik untuk info kasusnya. Makin besar titiknya, maka makin banyak kejadian infeksi virus corona di lokasi tersebut.

Kendati pemerintah Indonesia menyatakan bahwa belum ada laporan satu orang pun yang terkena virus corona, tapi publik tetap harus waspada. Kekhawatiran ini muncul boleh jadi lantaran virus corona ini menginfeksi saluran pernapasan. Sehingga, penularan pun dianggap dapat dengan mudah terjadi. Meski ada benarnya, sebagaimana pernyataan tertulis pihak Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, virus corona memang dapat menular melalui riwayat kontak dan udara. Tapi penjangkitan virus corona itu pun ada prosesnya. Tak akan mudah menyebar ibarat debu yang beterbangan.

4. Penyebab virus corona

Para ilmuwan dari China mengklaim bahwa virus corona yang dimulai terdeksi dari Wuhan, China disebarkan oleh kelelawar. Hal ini sebabkan karena virus ini hanya ditemukan pada kelelawar buah. Analisis terbaru para ilmuwan China tersebut menunjukkan bahwa virus ini ditularkan dari kelelawar ke ular kemudian ke manusia. Sup kelelawar dilaporkan sebagai hidangan yang tak biasa namun populer di Wuhan, lokasi epidemi dari virus corona.

Dalam sebuah pernyataan, para peneliti mengatakan: "Host (inang) alami corona virus Wuhan bisa jadi kelelawar ... tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui." Seorang peneliti senior di Institut Virologi Wuhan, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan temuan itu harus diperlakukan dengan hati-hati. Mengutip dari The Sun, studi yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan China, People Liberation Army, dan Institut Pasteur of Shanghai mengungkapkan bahwa virus ini memiliki ikatan kuat yang mengikat dengan protein manusia yang disebut ACE2.

Tak cuma kelelawar, ular juga didugan jadi penyebab penyebaran virus corona. Ular - terutama ular krait dan ular kobra-dianggap menjadi sumber asli penyebaran virus corona. Ular krait China adalah spesies ular elapid yang berbisa dan ditemukan di sebagian besar China tengah, selatan, dan Asia Tenggara.
Para peneliti menggunakan analisis kode protein virus corona baru dan membandingkannya dengan kode protein dari virus corona yang ditemukan di inang hewan yang berbeda seperti burung, ular, marmut, landak, kelelawar, dan manusia.
Yang mengejutkan, mereka menemukan bahwa kode protein pada 2019-nCoV paling mirip dengan yang ada pada ular. Ular sering berburu kelelawar di alam liar. 

Laporan menunjukkan bahwa ular dijual di pasar makanan laut lokal di Wuhan, meningkatkan kemungkinan bahwa 2019-nCoV mungkin telah melompat dari spesies inang - kelelawar - menjadi ular dan kemudian ke manusia pada awal wabah koronavirus ini. Namun, bagaimana virus dapat beradaptasi dengan inang berdarah dingin dan berdarah panas masih menjadi misteri.

Para ahli Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC) telah berhasil mendeteksi dugaan awal munculnya virus corona baru yang menghawatirkan saat ini.
Berdasarkan sampel yang diambil para ahli di pasar makanan laut di Wuhan, menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari binatang buas yang dijual di pasar setempat. Mengutip pemberitaan Xianhuanet.com, Senin (27/1/2020), sebanyak 33 dari 585 sampel lingkungan yang dikumpulkan dari Pasar Grosir Makanan Laut Huanan Wuhan ditemukan mengandung asam nukleat dari virus corona baru.

Para ahli mengambil sampel pada 1 Januari dan 12 Januari atas instruksi CDC Tiongkok. Satu dari 33 sampel positif yakni yang dikumpulkan dari zona barat pasar, tempat stan perdagangan satwa liar terkonsentrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa wabah coronavirus baru sangat relevan untuk perdagangan hewan liar, kata para ahli.

Di dalam sistem kapitalisme saat ini memang manusia bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan termasuk dalam hal makanan. Mereka mengkonsumsi makanan tanpa memperhitungkan apakah makanan tersebut halal atau haram, dan thoyib. Mereka cenderung abai dan tanpa memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Padahal di dalam Islam, soal makanan saja di atur. Makanan apa saja yang boleh di makan dan tidak boleh dimakan. Makanan yang kita makan harus halal dan thoyib bukan sembarangan asal perut kita kenyang. 

Ajaran Islam mencakup seluruh aspek kehidupan, tak terkecuali dalam hal makan.  Oleh karena itu bagi kaum muslimin, makanan di samping berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, juga berkaitan dengan rohani, iman dan ibadah juga dengan identitas diri, bahkan dengan perilaku.
"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa-apa yang terdapat  di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan......(QS Al Baqarah (29 . 168).

Dari ayat di atas, dapat disimak bahwa Allah menyuruh manusia memakan apa saja di dunia ini yang diciptakanNya, sepanjang batas-batas yang halal dan baik (thoyibah).  Selain ayat-ayat di atas banyak lagi ayat dalam Al Qur´an yang berisi suruhan atau perintah agar manusia berhati-hati dalam memilih makanan, dapat memisahkan mana yang halal (dibolehkan) dan mana yang haram (tidak diijinkan), cara memperoleh makanan itu dan makanan itu baik dari segi kesehatan jasmani maupun rohani, seperti pada ayat-ayat : Q.S Al Baqarah (2) : 172, QS An Nahl (16) : 114, QS Al Mu´minun (23) : 51, QS Al Araaf (7) :31, QS Al Anàm (6) :145, QS Al Maidah (5) : 3,  QS Al Anàm (6) :121 QS Al Baqarah (2) :173, QS An Nahl(16):115.

Jadi bagi seorang muslim makan dan makanan bukan sekedar penghilang lapar saja atau sekedar terasa enak dilidah, tapi lebih jauh dari itu mampu menjadikan tubuhnya sehat jasmani dan rohani sehingga mampu menjalankan fungsinya sebagai  "khalifah fil Ardhi". Rasulullah SAW pernah berkata dalam suatu hadistnya: "Seorang hamba Allah tidak akan berpindah dua kakipun pada hari kiamat, sampai ia mampu menjawab empat hal: umurnya bagaimana dihabiskan, pengetahuan  bagaimana diamalkan, hartanya bagaimana dinafkahkan  serta tubuhnya bagaimana digunakan atau diboroskan" (HR.Tirmidzi).

Tubuh manusia bisa diumpamakan seperti mesin yang sangat rumit dan tidak ada tandingannya . Seperti halnya mesin yang memiliki berbagai komponen, maka agar mesin itu dapat selalu berjalan dengan mulus perlu diperhatikan beberapa hal, antara lain perlu dipelihara dan dijaga kebersihannya, diberi waktu beristirahat, dan digunakan dengan hati-hati sesuai fungsinya. Demikian pula tubuh manusia, yang memiliki mekanisme yang sangat rumit itu dan salah satu segi pemeliharaan tubuh itu dengan makanan. Dan tentu saja jika fungsi tersebut ada yang salah , misalnya tubuh terserang penyakit maka manusia harus mengoreksi dirinya , tentu ada sesuatu yang salah dalam segi perawatan dan pemeliharaannya. Karena Allah tak akan menghadirkan bencana disebabkan ulah manusia itu sendiri, seperti dalam firmanNya : 

"Apa saja ni'mat yang kamu peroleh adalah dari Allah dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari ( kesalahan) dirimu sendiri". (QS.An Nissa (4) : 79).
banner zoom