Hidup Adalah Pilihan



Hidup Adalah Pilihan (Part 1)
(Cerpen Bersambung) 

Oleh : Umroh Ummu Fatih (Aktivis Muslimah Kota Cilegon) 

_ _ _ _ _ _

Arus zaman begitu mencekam membuat mata ini terbelalak melihat kondisi zaman yang semakin membuat diri ini merasa takut.  Remaja-remaja bergandengan tangan bak pasangan halal. Pakain ketat menyelimuti tubuhnya, aku sebagai muslimah merasa risih. Di dalam hatiku berkata "aku tak ingin terbawa oleh arus zaman yang tak tau halal haram, yang tak tau tujuan hidup". Dalam do'aku "ya Allah peluk erat hati ini, jangan sampai terbuai dengan indahnya dunia yang sementara". 

Keluar dari pondok "aku tak mau jadi pengangguran ibu, aku ingin terus belajar mengejar cita2ku". Cita-citaku adalah menjadi seorang guru bahkan aku ingin menuntut ilmu sampai ke negeri jiran. Aku tak mau keluar dari pondok saat itu. Impianku tidak hanya sampai satu pondok aja. Tapi aku ingin ke pondok yang berada di bogor yang khusus baca kitab kuning agar mahir baca kitab gundul. 

Go to campus..... Akhirnya kedua orang tuaku mendaftarkan aku ke sebuah perguruan tinggi. Jadi mahasiswi...hihi... Disitulah aku mulai melihat dan merasakan kondisi dunia luar. Mencekkaammmmm, tak sedikit para muda-mudi berpacaran, para wanita yang berpakaian tapi telanjang.  Ku telusuri lorong-lorong kampus, ku berdiri di pelataran kelas paling atas sambil melihat para muslimah aktifis kampus yang berkerudung besar berpakaian rapih "Maa syaa Allah" jika aku bertemu dengan mereka selalu disambut dengan salam dan cipika-cipiki..hahaha padahal ga kenal. 

Untuk membentengi diri agar tak terbawa arus. "aku harus berteman dan mendekat kepada teman-teman yang bisa membawa diri ini kepada kebaikan". Ahaaaa...sampai-sampai temanku yang satu kelas dan senantiasa kalo pulang pergi ke kampus selalu satu bus. Hemm dulu naik bus 3/4 ongkosnya cuma dua ribu perak. 

Bersambung.... 
banner zoom