-->

Tiga Tahun Thufan al-Aqsha, Palestina Butuh Khilafah


Oleh : Ida Nurchayati

Tujuh Oktober 2026, tepat tiga tahun Thufan al-Aqsha, darah para syuhada masih terus mengalir membasahi bumi Palestina.
Tragedi kemanusiaan yang mencapai titik kritis, melampaui batas dan mengoyak nurani manusia. Kekejaman Zionis laknatullah diluar batas kemanusiaan, rakyat Palestina tidak hanya menghadapi perang regional, tapi genosida yang dilakukan secara masif dan terstruktur. 

Kementerian Pendidikan Palestina merilis data selama tiga tahun konflik berlangsung, sebanyak 20.748 pelajar dan 1.058 tenaga pendidik dan administrasi telah tewas di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Kekejaman Zionis tidak sebatas itu, pada periode yang sama, pasukan dan warga Israel meningkatkan agresinya ke Tepi Barat hingga menewaskan 1.210 warga Palestina, sekitar 13.350 lainnya terluka, dan lebih dari 24.600 orang ditahan (kompastv). 

Sekat Nasionalisme

Serangan brutal Zionis ke wilayah Jalur Gaza dilakukan secara masif, Zionis bukan hanya merampas tanah Palestina, bahkan melakukan kejahatan genosida, yakni perang untuk memusnahkan Bangsa Palestina. Paradigma perang yang dilakukan orang kafir adalah dalam rangka penjajahan.

Tingginya angka pelajar dan tenaga pendidik dan administratif yang tewas bukti kejahatan perang yang dilakukan secara sistematis. Menurut hukum internasional, institusi pendidikan beserta guru dan murid harusnya dilindungi, faktanya mereka juga menjadi korban bahkan menjadi sasaran perang, indikasi Zionis telah melakukan kejahatan perang yang sistematis, bahkan mendapat perlindungan negara kroninya, yakni Amerika Serikat.

Berulangkali Israel melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, hukum internasional, namun lembaga- lembaga internasional, negara adidaya, bahkan para penguasa di negeri-negeri muslim gagal mencegah dan menghentikan kebiadaban Zionis. Sebaliknya, justru sikap AS selama ini selalu melindungi kejahatan Zionis. Maka berharap kepada Barat atau PBB atau bahkan kepada para penguasa di negeri muslim bak mendirikan benang basah. Sebaliknya, justru mereka sibuk mencari keridhaan dan legalitas dari kafir Barat, serta mengikuti dan menyetujui solusi yang ditawarkan kafir penjajah.

Maka sudah saatnya umat Islam bersatu dalam satu ikatan, diikat dengan akidah Islam serta bersatu dalam satu kepemimpinan dibawah komando seorang khalifah. Bersatunya kaum muslimin akan membentuk kekuatan global, negara adidaya yang tak terkalahkan. Kekuatan yang akan membungkam dan menghentikan kejahatan dan kebiadaban Israel dan negara pendukungnya, kafir Barat penjajah.

Solusi Palestina: Jihad dan Khilafah

Jihad satu-satunya metode yang akan membebaskan Palestina dari belenggu penjajahan Israel. Perang atau jihad adalah kewajiban agung untuk membebaskan manusia dari belenggu segala macam bentuk penjajahan menuju kemerdekaan hakiki, yakni mengabdi kepada Allah semata. Jihad kewajiban dari Allah, bukan untuk membuka penjajahan, dan bukan untuk kejahatan genosida.

Jihad dalam Islam ada dua, yakni jihad defensif dan jihad ofensif. Jihad defensif dalam rangka melawan negara penjajah untuk mempertahankan hak dan membela kehormatan kaum muslimin dari penjajahan. Sementara jihad ofensif adalah jihad untuk membebaskan manusia dari kezaliman dan penghambaan sesama hanya kepada Allah SWT.

Maka perang dalam Islam bukan untuk menghancurkan tetapi dalam rangka menyeru manusia kepada tauhid. Maka syariat Islam dengan tegas melarang membunuh anak-anak, lansia, wanita, para rahib ditempat ibadah mereka serta rakyat sipil. Islam juga melarang mencincang musuh yang sudah mati, dan melarang menebarkan teror bagi warga sipil. Islam juga melarang membunuh binatang ternak, melarang menebang pohon, melarang menghancurkan tempat ibadah, dan sebagainya. Inilah kemuliaan Islam, yang tidak didapati dalam sistem yang lain

Maka kewajiban kaum muslim adalah menegakkan kembali institusi yang akan menjadi pelindung bagi kaum muslim sebagaimana sabda Rasulullah saw, "Sesungguhnya seorang Imam (khalifah) adalah perisai atau junnah bagi kaum muslim"
Tegaknya kembali kekhilafahan akan menjadi pesaing yang seimbang untuk mengalahkan dominasi kafir dan kecongkakan Zionis Israel yang didukung oleh negara adidaya AS.

Khilafah akan melaksanakan politik luar negeri dengan dakwah dan jihad. Dakwah yang akan menyeru seluruh manusia, dakwah yang akan membebaskan manusia dari kezaliman agama diluar Islam menuju cahaya Islam. Dakwah yang akan membebaskan segala macam bentuk penghambaan kepada sesama hamba menuju penghambaan hanya kepada Allah semata. Dakwah yang akan membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju luasnya akhirat. Khilafah tidah hanya memuliakan kaum muslim, tetapi akan menebarkan rahmat bagi seluruh alam. Kepemimpinan yang akan mengembalikan peradaban yang mulia dalam naungan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. 

Wallahu a'lam.