Muhasabah, Euforia Masyarakat dalam Menyambut Kemerdekaan
Oleh : Bdn. Rosi Astuti, S.Keb
Sudahkah kita merdeka? Hari ini masih banyak anak-anak di Indonesia yang belum merasakan meratanya pendidikan untuk mereka terlebih untuk daerah-daerah yang tertinggal dan keluarga-keluarga yang tidak mampu yang masih banyak dibawah garis kemiskinan. Belum lagi akses masyarakat dalam beraktivitas juga masih sangat minim akses jembatan yang terputus jalan-jalan yang belum di aspal dan masih banyak lagi, ditambah dengan semakin menggilanya kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh kaum-kaum elit disana yang entah sampai kapan akan berakhir. Lalu apakah ini yang dimaksud dengan kemedekaan itu?
Dengan berbagai peristiwa yang sering bikin kita geleng-geleng kepala saat membuka media sosial, ada hal yang lebih aneh lagi dimana banyak masyarakat yang entah tidak tahu atau abai dengan keadaan hari ini sehingga dengan adanya peringatan hari kemerdekaan ini banyak diantara mereka menyambut untuk memeriahkan acara tersebut dengan memungut iuran/mencari dana dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan cara aksi berjoget keliling desa dengan menggunakan pakaian yang tidak senonoh seorang pria menyerupai wanita dan begitu pun sebaliknya. Lalu apakah mereka tidak tahu atau mereka tahu namun abai?
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ"
Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki." (HR. Al-Bukhari)
Jelas sekali hadits diatas menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidaklah dibenarkan dalam Islam apapun alasannya.
Dalam menyikapi berbagai kondisi hari ini, sudah sejak dulu Islam hadir sebagai solusi untuk berbagai permasalahan yang sedang umat hadapi hari ini, akan tetapi banyak yang beranggapan tidak relevan lagi, ini sudah zaman yang serba modernisasi serta alasan-alasan lainnya. Namun sampai kapan umat akan tetap diam jika kapitalisme telah mengambil alih berbagai sektor termasuk perang pemikiran yang ada saat ini, umat dininabobokan dengan hal-hal yang tidak produktif, berselancar di media sosial hingga enggan beranjak dari zona nyaman.
Sebagai pemuda kita haruslah menyadarkan umat yang terlalu tertidur nyenyak dlam kapitalisme, tidak boleh menyerah, bahwa kebenaran akan datang jika kita para pemuda tetap semangat berjuang menyebarkan nilai-nilai Islam.
Allahu Akbar.

Posting Komentar