-->

Gen Z Terjerat HIV, Begini Cara Islam Menjaga Generasi


Oleh : Anastasia, S.Pd.

Membesarkan anak di era digital memang memiliki tantangan yang besar. di tengah penerapan sistem yang menganut kebebasan, generasi di serang dengan pandangan hidup yang menjauh dari aturan Islam, alhasil saat ini muncul penyakit kelamin yang mengancam generasi gen Z, seperti yang dilansir oleh 
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Ina Agustina Isturini, MKM mengatakan dalam tiga tahun terakhir terjadi tren peningkatan kasus infeksi menular seksual (IMS) pada remaja usia 15 hingga 19 tahun.
Data Kemenkes RI menunjukkan di periode 2024, ada 4.589 kasus IMS. Dalam tiga tahun terakhir peningkatannya seperti berikut. 

"Mayoritas kasus IMS terjadi pada usia produktif yaitu 25-49 tahun. Namun memang tiga tahun terakhir, terjadi tren peningkatan kasus pada usia 15-19 tahun," (detikhealth.com. Jumat, 20/6/2025/).

Mencari Akar Masalah

Sesungguhnya permasalahan besarnya angka orang yang terkena HIV, yang saat ini banyak terjadi di kalangan Gen Z, adalah diterapkan sistem kebebasan atau sekularisme yang memisahkan aturan manusia dari agama. Sehingga mereka dibiarkan hidup dengan hawa nafsunya.  

Gen Z adalah, mereka yang hidup era teknologi yang tengah mengalami keterbukaan informasi, yang telah mempengaruhi gaya hidup mereka melalui media sosial. Media sosial merupakan salah satu media propaganda barat yang, mengkampanyekan budaya kebebasan, yang selama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan Gen Z. 

Salah satunya, adalah pergaulan bebas yang memang lahir dari ide kebebasan, salah satunya adalah kampanye LGBT yang saat ini terus-menerus digaungkan di kalangan Gen Z. Kita memahami betul, kondisi Gen Z yang jauh dari Islam, sehingga mereka tidak memiliki pemikiran yang benar dalam menyalurkan naluri mereka. Mereka hanya mengikuti tren, yang selama ini menjadi tontonan yang menyesatkan segala potensinya. Remaja saat ini, tidak bisa membedakan informasi yang salah dan benar, apalagi Gen Z haus akan validasi manusia, menjadikan kehidupan mereka disetir oleh standar manusia, yang tanpa disadari mereka menjadi generasi pembebek ide-ide kebebasan. P

Padahal sesungguhnya, ide tersebut telah menggiringnya ke dalam lubang kehancuran, yang merusak generasi. 
Islam, Aturan yang Sempurna 
Sesungguhnya remaja adalah usia produktif untuk mencari ilmu, dan berjuang di jalan dakwah. Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada generasi muda, karena sesungguhnya generasi muda adalah mereka penerus pewaris peradaban Islam. Islam telah memberikan petunjuk bagi setiap ibu, untuk mendidik anaknya sesuai dengan fitrahnya masing-masing supaya menghindari dari penyakit-penyakit yang seksual yang menyimpang. Islam mengharuskan seorang ibu menanamkan fondasi keimanan, supaya membentuk kepribadian Islam di masa depan.

Terlebih usia muda, merupakan sebuah fase terpenting dalam fase kehidupan seorang manusia. Pada fase ini seseorang manusia berada dalam kondisi fisik yang prima untuk mewujudkan ketatan kepada Allah. Begitu Islam telah mengatur sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan, sebagai penjagaan untuk mewujudkan sinergitas, supaya peran keduanya bisa berfungsi sesuai dengan fitrahnya masing-masing. Islam sangat menjaga interaksi laki-laki dan perempuan. Islam mewajibkan untuk menutup auratnya seperti dalam firman-Nya, yang artinya :

"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung." (QS. An-Nur : 31).  

Islam pun melarang keras, segala bentuk kemaksiatan yang bertentangan dengan fitrah manusia, seperti praktik LGBT, seperti dalam firman Allah SWT, yang artinya :

Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?” Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). (QS. 27 : 54-55).

Dan tentunya, melalui penerapan syariat Islam secara sempurnalah semua penjagaan terhadap generasi itu bisa diwujudkan, karena negara akan melindungi umatnya dari segala bentuk pemikiran yang bertentangan dengan syariat Islam. Dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku kemaksiatan. Wallahua'alam.