Bagaimana Masa Depan Palestina di Tengah Wacana Israel Raya?
Oleh : U Diar
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menghadiri International Summit of Religious Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (12/6). Acara ini dihadiri oleh PM Malaysia, Anwar Ibrahim; Sekjen Liga Muslim Dunia, Syekh Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa; serta para mufti dan tokoh-tokoh muslim dunia. Pada kesempatan itu beliau menyampaikan bahwa kemerdekaan Palestina Adalah Utang Dunia Islam sejak Konferensi Asia Afrika 1955 Namun demikian, kata Muzani, dunia Islam masih memiliki utang terhadap Palestina yang sampai hari ini belum merdeka. Sebab, sesuai hasil Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, kita bersepakat bersama-sama untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. [1]
Di tengah meluasnya serangan ke Palestina (meskipun dalam masa gencatan senja) kalimat memperjuangkan kemerdekaan Palestina adalah oase segar. Terlebih ketika mata dunia tengah fokus pada pertandingan bola, kalimat tersebut mengingatkan bahwa ada nyawa-nyawa yang dirampas hak hidupnya di kawasan bernama Palestina.
Media Israel, melaporkan bahwa Dewan Perencanaan Tinggi Administrasi Sipil, menyetujui pembangunan 2.162 unit rumah permukiman di Tepi Barat. [2] sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka mengakui bahwa militer Israel saat ini telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza dan mengungkap rencana untuk memperluas penguasaan tersebut hingga mencapai 70 persen. [3]
Kondisi ini seakan memperjelas adanya dugaan wacana pembentukan Israel Raya. Pasalnya di titik lain selain Palestina, sebagian wilayah di sekitar sana juga menjadi sasaran. Namun terlepas dari wacana tersebut persoalan mendasar atas Palestina tidak boleh dilupakan. Palestina adalah area yang mengalami pendudukan secara paksa. Penduduk setempat, tak terkecuali anak dan perempuan turut menjadi korban. Mereka terusir dari rumahnya, terenggut hak hidupnya secara manusiawi.
Parahnya, entitas kependudukan terus saja mempertontonkan kejahatan mereka secara nyata, lantaran ada dukungan negara besar disana. Pelanggaran kemanusiaan ini tak pernah tersentuh hukum internasional lantaran ada veto yang dipakai untuk menolak setiap resolusi yang bertujuan menolong Palestina. Dengan kata lain, kekuatan pendudukan seakan tiada penghadangnya untuk saat ini.
Maka, jika terus demikian bagaimana masa depan Palestina? Persoalan pendudukan paksa, tak ada kaitannya dengan label agama atau negara. Ia murni ambisi jahat menguasai wilayah bukan miliknya untuk kemudian diakui sebagai kuasanya. Parahnya ambisi ini didukung oleh negara besar dengan kekuatan besar. Sementara Palestina, tidak ada negara disekitarnya yang memberikan bantuan kekuatan sebagaimana bantuan bagi pelaku pendudukan.
Belajar dari fenomena ini, maka Palestina harus diselamatkan dengan hadirnya kekuatan besar yang nyata mampu mengusir penjajah. Yakni kekuatan yang lahir dari bersatunya negeri-negeri kaum muslim yang punya kesadaran membela saudaranya sesama muslim dan umat manusia disana. Kekuatan global satu komando kepemimpinan yang akan menyatukan kekuatan geopolitik, kekuatan militer, kekuatan finansial, kekuatan emosional dari negeri yang peduli kemanusiaan, sebagaimana komando Umar bin Khattab atau Sholahuddin al Ayyubi di masa lalu.
Kedua tokoh besar itu di masa lalu berhasil membebaskan Palestina dengan kekuatan militer negara kekhalifahan Islam. Sebuah negara yang menghimpun negeri-negeri kaum muslim untuk bersatu membentuk kekuatan sepadab dalam membela nasib sesama manusia dan saudara seiman. Kekuatan seperti ini lah yang benar-benar mampu memimpin umat menghilangkan sekat semu nation state dan menggerakkan militer sepadan. Yang akan membela rakyat tak bersenjata dari kejinya senjata pendudukan paksa. Dan kekuatan seperti inilah yang semestinya diperjuangkan untuk ada, agar masa depan Palestina bisa diselamatkan di tengah apapun wacana penjajah. []
Referensi:
1. https://mpr.go.id/berita/muzani-ajak-negara-islam-bersatu-kemerdekaan-palestina-forum-mufti-dunia
2. https://www.antaranews.com/berita/5595061/palestina-kecam-pembangunan-2162-unit-permukiman-israel-di-tepi-barat
3. https://www.metrotvnews.com/read/kewCj27w-skenario-israel-kuasai-70-wilayah-gaza-picu-kekhawatiran-warga-palestina
4.

Posting Komentar