Dunia Pendidikan Makin Buram dan Memprihatinkan
Oleh : Ummu Saman
Terjadi lagi kekerasan di kalangan pelajar, kali ini, pelajar di Bantul di keroyok hingga tewas
Korban bernama Ilham Dwi Saputra (16), meninggal dunia usai mengalami pengeroyokan brutal yang terjadi pada 14 April 2026 di wilayah Pandak, kabupaten Bantul.
Terindikasi pengeroyokan di lakukan oleh 6 orang, 2 diantaranya telah di tangkap dan 5 pelaku lainnya dalam proses pengejaran
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan dua orang pelaku, yakni BLP (laki-laki, 18 tahun) asal Kretek, Kabupaten Bantul, dan YP (laki-laki, 21 tahun) asal Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, telah ditangkap.
"Terhadap kedua pelaku tersebut saat ini sudah dilakukan penahanan di Polres Bantul," kata Rita saat dikonfirmasi, Selasa (21/4).
Tim Satreskrim Polres Bantul juga melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan," ujar Rita.
Berbeda dengan keterangan yang di berikan oleh KPAI,
Melalui komisioner KPAI Diyah Puspitarini. Ia menyebutkan bahwa salah satu temuan terbaru adalah adanya dugaan kekerasan seksual yang di alami Ilham
"Terdapat kekerasan seksual pada anak korban, terlihat dari celana yang tersingkap. Namun belum masuk dalam tuntutan pelanggaran UU TPKS maupun Pasal 76 E juncto 81 UU Perlindungan Anak," ucap Diyah.
Selain itu, berbeda dengan kepolisian yang menyebutkan pelaku hanya berjumlah 7 orang, berdasarkan keterangan dari keluarga korban, pelaku berjumlah 10 orang
"Keluarga meyakini jumlah pelaku penyiksaan sebanyak 10 orang, berbeda dengan keterangan dari kepolisian yang menyatakan 7 pelaku," ujar Diyah.
Kronologi kejadiannya
Menurut JPW, perbuatan yang dilakukan oleh para pelaku ini sudah direncanakan. Mulai dari menjemput korban dari rumah, kemudian dibawa ke belakang SMA Negeri 1 Bambanglipuro, lalu dibawa lagi oleh dua orang yang berbeda menuju Lapangan Gadung Mlaten, Pandak, Bantul, DIY pada Selasa (14/4/2026) malam," kata Baharuddin.
Di lokasi ini korban dikeroyok secara sadis, brutal, keji, tidak manusiawi, dan tanpa ampun oleh para pelaku. Korban dipukul menggunakan selang, paralon, hingga disundut dengan rokok. Bahkan korban digilas menggunakan sepeda motor berulang kali," ujarnya.
Kejadian ini membuat dunia pendidikan berduka, dimana kemanusiaan sudah tidak ada lagi, pelaku begitu brutal bahkan tidak merasa iba melihat korban
Faktanya
Sistem pendidikan yang terjadi saat ini, tidak bisa di pungkiri banyak sekali yang harus di benahi, di mana banyak kasus kasus yang menyeret para pelajar, di antaranya kasus kekerasan, pelecehan seksual bahkan sampai penghinaan terhadap para pengajar yaitu guru guru.
Kurangnya penanganan yang di lakukan oleh pemerintah, menjadikan para pelajar semakin berani dan semena mena serta kurang menghormati para pengajar dalam hal ini guru dan dosen, apalagi para pelajar selalu saja di lindungi dengan dalil masih di bawah umur
Seharusnya pemerintah dapat berperan aktif untuk membenahi sistem pengajaran dan pendidikan, agar hal hal seperti ini tidak akan terjadi lagi
Karna sistem yang di anut saat ini, bukanlah sistem yang benar
Sistem Pendidikan Dalam Islam
Islam sendiri mempunyai aturan aturan dalam pendidikan, di mana pendidikan merupakan yang utama atau hal yang paling mendasar yang mendapatkan jaminan sepenuhnya oleh negara.
Dalam Islam akidah merupakan pondasi utama untuk menghasilkan pelajar pelajar atau manusia yang bertakwa, cerdas serta terhindar dari kecurangan kecurangan dalam mendapatkan atau meraih setiap keinginan dan mencapai kesuksesan
Dalam Islam karakter itu sangat penting, di mana pembentukan karakter harus selaras antara pola fikir dengan pola sikap, yang dikenal dengan syaksiyah Islamiyah, dengan adanya syaksiyah Islamiyah, pelajar dapat menjadi pribadi yang baik
Bukan hanya dalam hal kepribadian, Islam pun menerapkan sanksi sanksi yang juga diterapkan untuk menghukum para pelaku kejahatan termasuk para pelajar, karna dalam hal ini, setiap yang melakukan kejahatan harus di kenakan sanksi walaupun itu masih pelajar, agar pelajar juga jera dan tidak akan melakukan perbuatan itu lagi
Islam pun akan terus menjamin kesejahteraan para pengajar, di karenakan dari para pengajar yang baiklah, akan menghasilkan pelajar pelajar yang cerdas dan berkepribadian baik pula
Dalam sistem Islam, pendidikan bukan hanya dari sekolah tetapi juga pendidikan dalam keluarga,
Lingkungan yang selalu mendukung dalam setiap perbuatan yang pastinya sesuai syari'at Islam
Sudah saat nya, kita pindah dari kekufuran menuju kebaikan, sudah waktunya kita pindah dari sistem sekuler menuju ke sistem Islam
Wallahu'alambissawab

Posting Komentar