DI BALIK TRAGEDI KECELAKAAN KERETA DI BEKASI
Oleh : Ummu Qithath
(Ibu Peduli Umat)
Tragedi kecelakaan kereta api yang memilukan terjadi pada hari Senin kemarin tanggal 27 April 2026, pada pukul 20.50. Kecelakaan ini terjadi antara KRL dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Korlantas Polri mengungkap penyebab kecelakaan kereta Bekasi tersebut. Kecelakaan itu bermula dari korsleting atau permasalahan elektrik dari sebuah taksi roda empat elektrik taksi Green SM Indonesia di perlintasan kereta. “Tempat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera, perlintasan rel kereta api di Ampera," kata Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe pada wartawan, Selasa (28/4/2026) (www.republika.com, Selasa 28 April 2026) (1).
Karena taksi mogok tepat di atas rel, tertabraklah oleh KRL dari Cikarang ke arah Jakarta sehingga KRL terhenti. Karena terhenti, KRL dari arah sebaliknya, yaitu dari Jakarta menuju Cikarang, pun ikut terhenti. Dari arah yang sama, meluncurlah juga KA Argo Bromo dengan kecepatan 100 KM per jam. Akibat kurangnya informasi dan koordinasi tersebut, terjadilah tabrakan di stasiun Bekasi Timur tersebut (www.detik.com, Selasa 28 April 2026) (2). Taksi Green SM pun mogoknya di perlintasan KA yang illegal, di mana bukan pegawai KAI yang menjaga tetapi ormas setempat. Disinyalir Argo Bromo tidak menangkap sinyal untuk berhenti, karena ada eror persinyalan (Fariz Gamal Channel, Rabu 29 April 2026) (3).
Taksi Green SM atau taksi Nguyen ini yang merupakan mobil Listrik yang canggih ini pun tidak adaptif terhadap kondisi medan jalan yang masih tertinggal, terutama kondisi rel kereta api yang melintas di jalan yang beresiko membuat mogok mobil Listrik yang melintas di atasnya tanpa mampu didorong. Ini dampak mekanisme mesin listriknya mengunci saat terpengaruh medan magnet yang tersebar di sekitar rel kereta di mana kereta akan meluncur (Kursi JERI Channel, Selasa 28 April 2026) (4). Di sisi lain, lintasan kereta api di daerah ini sangat padat. Lalu lintas kereta yang leeway di wilayah ini sangat tinggi dan harus bergantian karena perlintasannya sebidang. Idealnya harus diganti lintasan doble (double track). Karena itu Presiden instruksikan 1.800 pelintasan sebidang di pulau Jawa dibenahi (Harian Kompas, Rabu 29 April 2026).
Permasalahan kompleks meliputi kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur ini, yaitu :
1. Masalah persinyalan
2. Masalah teknologi mobil Listrik yang tidak adaptif dengan kondisi jalan
3. Masalah perlintasan illegal yang dikuasai ormas
4. Human eror, baik sopir Taksi ataupun pegawai KAI yang bertugas mengatur sinyal
5. Masih menggunakan perlintasan sebidang, padahal jalur stasiun Bekasi Timur sangat tinggi perlintasan keretanya, sehingga harus bergantian.
Permasalahan sinyal disinyalir karena human error, juga teknologi yang kurang adaptif (tidak merespon dengan cepat kondisi lalu lintas perkeretaapian). Problem teknologi kurang adaptif juga ada pada kondisi jalan yang tidak mendukung teknologi mobil Listrik, di mana mobil Listrik harus terhindarkan dari kondisi jalan dengan perlintasan kereta api di atas jalan karena rawan memancarkan medan magnet dari tenaga kereta api yang bisa melumpuhkan operasional mobil Listrik. Ini sebagai bukti abainya negara dalam pengadaan teknologi terkini dalam rangka pelayanan pada rakyat. Paradigma sekuler kapitalistik saat ini membuat negara mengabaikan pengadaan teknologi terbaru, tapi lebih memaksimalkan pendapatan untuk kas negara. Lagi-lagi pencapaian kapital yang diutamakan, khas kapitalisme.
Berkaitan dengan perlintasan sebidang, ini berhubungan dengan penyediaan fasum dari pemerintah yang tidak maksimal melayani rakyat di bidang transportasi kereta api. Pulau Jawa yang semakin banyak penduduknya, harusnya semakin diperbanyak penyediaan jalur rel kereta apinya. Karena penduduk banyak, maka semakin tinggi tingkat mobilitas mereka. Terlihat pula negara tergagap dalam pengadaannya, karena terbukti setelah ada kecelakaan barusan di stasiun Bekasi, barulah Presiden menginstruksikan untuk memperbanyak jalurnya.
Problem perlintasan illegal yang akhirnya dikuasai ormas pun menjadi problem tersendiri. karena dipegang ormas, mereka hanya mementingkan cuan yang didapat, bukan keamanan rakyat yang melintas. Karena semua perlintasan harusnya difasilitasi dengan palang jalan yang dikendalikan oleh operator dari KAI, yang memahami bahayanya jika perlintasan tersebut terlambat menurunkan palang pengaman, yang bisa mengakibatkan kendaraan Listrik nekad melintas sehingga berakibat mogok di atas rel sehingga bisa tertabrak. Hal teknis seperti ini, tidak akan diperhatikan ormas. Keberadaan ormas yang liar, yang memegang beberapa palang pelintasan rel sebidang yang illegal, ini juga buah pembiaran negara karena tidak maksimalnya pelayanan pada rakyat. Karena ini juga pengaruh paradigma sekuler kapitalistik, yang lebih mementingkan Tingkat capaian penumpang demi keuntungan negara, tapi mengabaikan keamanan masyarakat. Akhirnya membiarkan ormas yang ada semakin marak dan bertindak sekehendak hatinya. Kadang menjaga perlintasan rel, kadang tidak. Akhirnya rakyat menjadi korban.
Problem “human eror” alias kesalahan manusia sebagain operator, ada dua factor. Murni kesalahan mereka, bisa jadi karena pihak kontrol persinyalan sedang ngantuk/tidak fokus, atau si sopir taksi tidak memahami operasional mobil Listrik dengan benar karena meninggalkan mobil tidak pada posisi netral sehingga mobil terkunci tidak bisa didorong sehingga mempersulit evakuasi dari atas rel kereta api. Ini kemungkinan berkaitan dengan edukasi penguasaan control sinyal dan teknologi operasional mobil mistrik, juga ada factor lalainya pergantian operator sehingga tidak ada factor kelelahan sehingga mengakibatkan kecelakaan. Masalah ini juga masih diselidiki KNKT dan pihak KAI. Ini pun buah kurang maksimalnya negara dalam mengawasi pelayanan oleh kereta api dan penyedia taksi berkaitan dengan edukasi pekerjanya. Negara hanya sebatas menyediakan regulasi, tapi mengabaikan pelayanan, karena tuntutan ekonomi sekuler kapitalistik yang membuka ruang seluas mungkin pada investor karena kiblat pasar bebas.
Berbeda dengan Islam. Islam adalah system kehidupan yang pasti solutif menyelesaikan problem kehidupan manusia. Dengan penerapannya secara menyeluruh (kafah) dalam naungan Khilafah sebagai satu-satunya institusi yang mampu menjaga penerapannya, maka akan memberikan layanan semaksimal mungkin pada rakyat; termasuk dalam hal penyediaan transportasi kereta api. Karena ini menjadi tanggung jawab negara, di mana hanya Khilafah yang bisa memenuhinya secara maksimal. Seperti hadis Nabi saw :
“Kepala Negara adalah Raa’in (pengurus rakyat) dan dia akan bertanggungjawab atas rakyat yang dia urus” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
Khilafah akan memaksimalkan penyediaan saran prasarana transportasi kereta api. Dipastikan semua wilayah akan terakses oleh kereta, sehingga semua pengadaan sarananya baik stasiun, jalur kereta api, perlintasan, diatur sedemikian rupa semaksimal mungkin dengan kualitas terbaik. Dengan demikian tidak ada lagi model jalur kereta api sebidang, stasiun yang kondisinya menyedihkan sehingga teknologi persinyalannya jadul alias kuno, perlintasan rel kereta api tanpa palang. Jika Khilafah akan mengadopsi mobil Listrik sebagai moda transportasi bagi rakyat, akan dipastikan tidak ada rel kereta yang menonjol di jalan, yang membahayakan operasional mobil Listrik. Semua rel dikondisikan di atas (fly over) atau di dalam tanah (lewat terowongan), sehingga aman dilalui kendaraan Listrik.
Sedangkan untuk kedisiplinan operator, baik operator sinyal kereta atau sopir mobil Listrik; Khilafah akan mengawasi dengan ketat kinerja mereka. Dipastikan ada model bergilir (shift), sehingga ada pergantian pekerja, untuk menghindari kelelahan kerja sehingga mereka bisa bekerja dengajn maksimal; sehingga bisa tercegah “human eror” dalam pengawasan sinyal dan mengoperasikan mobil Listrik yang rawan terjadi kecelakaan, seperti yang terjadi di kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur barusan.
Khilafah juga akan mengedukasi masyarakat, bahwa perlintasan kereta adalah tanggung jawab Khilafah yang diserahkan pada departemen transportasi; sehingga haram hukumnya dikuasai perorangan atau swasta, karena ini termasuk lingkup pelayanan negara pada rakyat yang menjadi tanggung jawab Khilafah. Jika masih ada ormas yang membandel, maka akan dikenai sanksi yang tegas. Setiap perlintasan akan dipastikan ada palang pintu yang akan berfungsi otomatis dengan teknologi terkini, yang dijaga oleh operator ahli dan bertanggung jawab. Bahkan ada kemungkinan, karena kereta semua terkondisi fly over dan basement, sehingga tidak akan terlihat lagi rel kereta di atas jalan yang membahayakan warga dan operasional mobil listrik.
Semua pembiayaan sarana dan prasarana moda tranportasi kereta api dan mobil Listrik di atas, pembiayaannya oleh Khilafah diambilkan dari kas Baitul Mal. Baitul Mal mempunyai sumber pemasukan tak terbatas, yang berasal dari banyak sumber seperti ghanimah dan fai (harta rampasan perang), jizyah (pungutan pada warga kafir dzimmy warga negara Khilafah), khumuz (harta temuan), pungutan kharaj (pungutan tanah kharajiyah), dan yang terbesar adalah dari kepemilikan umum yang tak terbatas seperti tambang emas, tambang minyak, tambang batubara, tambang nikel, dan lain-lain. Semua tambang ini statusnya adalah milik rakyat, di mana negara hanya punya hak untuk mengelolanya dan hasilnya sepenuhnya dikembalikan pada rakyat untuk memenuhi kebutuhan mereka. Seperti hadis Rasulullah saw :
“Kaum Muslimin berserikat atas tiga hal : air (semua tambang di air/lepas pantai, ikan, dan kekayaan laut lainnya), tanah (hutan, perkebunan, sawah, tambang-tambang di tanah), dan api (Sumber energi, seperti tenaga nuklir, panas bumi, gas bumi, dan lain-lain) (Hadis riwayat Abu Dawud).
Inilah detil solusi system Islam dalam mengatasi kecelakaan kereta api dan problem mobil Listrik yang menjadi salah satu penyebabnya, sehingga bisa mengantisipasi sejak dini terjadinya kecelakaan dan memberikan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.
Wallahualam Bisawab
Catatan :
(1) *Ini Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Menurut Korlantas Polri (REPUBLIKA)* https://republika.co.id/share/te7b1h409?utm_source=whatsapp
(2) https://news.detik.com/berita/d-8464533/fakta-fakta-terkini-kecelakaan-kereta-di-bekasi-termasuk-dugaan-penyebabnya?
(3) https://youtube.com/shorts/Fzykdcmlp7Y?si=zNPfEIhec5NIAcNG
(4) https://youtu.be/Iiz6VpcenCE?si=L6lIz_-U_D

Posting Komentar