Pergaulan Bebas Tantangan Generasi ditengah Arus Liberalisasi
Oleh : Ummul Bariyah
Aktivis Muslimah
Baru baru ini kita dihadapkan pada fakta tentang kasus pembacokan di UIN Sultan Syarif Kasim di Riau. Masalahnya tentang roman cinta anak muda. Korban adalah mahasiswi yang sedang menunggu sidang proposal, sedang pelaku adalah teman sesama KKN yang diduga terkait persoalan pribadi yaitu penolakan cinta oleh korban. Korban diserang dengan senjata tajam hingga terluka dan dirawat di salah satu rumah sakit Riau.
UIN adalah salah satu fakultas berbasis Islam di Indonesia. Namun kehadirannya atau label 'Islam' yang dibawa nyatanya tak membawa mahasiswanya berakhalqul karimah seperti yang Islam ajarkan. Sistem saat ini tak mendukung dunia pendidikan mencetak generasi generasi emas masa depan. Sekulerisme telah berhasil membuat anak muda jauh dari agamanya, karena sistem ini bertujuan memisahkan agama dari kehidupan.
Sekulerisme membentuk standar kebebasan dan bertindak semaunya bagi anak muda hingga tak memperdulikan dampak bagi diri sendiri dan orang lain. Bayangkan betapa meruginya kedua anak muda dalam kasus tersebut. Korban yang notabene seorang muslimah harus menanggung malu seumur hidupnya karena viral beritanya dimana mana. Sedang bagi pelaku, entah bagaimana perasaan orang tuanya. Sudahlah memakan biaya kuliah yang tidak sedikit, anak yang diharapkan pulang dengan membawa kebanggaan bagi orang tua, prestasi dan toga, harus berakhir dengan mendekam di jeruji besi. Masalah yang ditimbulkan pun adalah hanya karena masalah cinta.
Maka itu penting bagi anak muda untuk menjaga pergaulan. Normalisasi nilai nilai liberalisme, khususnya pergaulan bebas yang mengacu pada pacaran, perselingkuhan, jalan bareng dengan teman teman lain jenis dll. Lebih baik mencegah daripada terlanjur kejadian. Normalisasi ini harus diterapkan di tengah tengah keluarga dan masyarakat. Karena masalah hati dan cinta ini tidak main main akibatnya. Bisa berujung pada kejahatan bahkan pembunuhan.
Allah SWT jelas jelas berfirman dalam Alquran yang merupakan panduan bagi umat muslim, yaitu, "Katakanlah kepada laki laki yang beriman, agar menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah mengetahui apa yang mereka perbuat" (QS. An-Nur ayat 30)
Di surah lain, Allah mengingatkan pada wanita muslimah untuk tidak melembutkan suara kepada laki laki yang bukan mahram. Allah berfirman, "Wahai istri istri nabi! Kamu tidak seperti perempun perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik" (QS. Al-Ahzab ayat 32).
Di samping sistem liberalisme yang sudah mendarah daging di masyarakat kita, kapitalisme juga sangat mewarnai dalam kehidupan kita. Negara dengan sistem kapitalisnya dinilai kurang memprioritaskan dalam membina generasi masa depan yang lebih cemerlang. Dunia pendidikan saat ini hanya dijadikan ajang untuk produktifitas ekonomi dan lebih berorientasi pada materi.
Di dalam paradigma Islam atau sistem Islam yang pernah berjaya di masa silam, saat kekhalifahan berkuasa, generasi muda amatlah penting untuk diperhatikan prioritasnya, karena generasi muda adalah ujung tombak suatu peradaban negara. Pendidikan di masa itu sangat berkualitas tanpa biaya alias gratis.
Sistem pendidikan dibangun atas dasar akidah Islam, hingga kaum muda mempunyai pola pikir atau minsed Islam yang kemudian sangat berpengaruh pada pola sikapnya. Generasi dididik untuk memiliki kesadaran untuk taat pada penciptaNya dan bertanggung jawab atas hidupnya hingga tidak hanya fokus pada pencapaian akademiknya. Kaum muda membiasakan dirinya untuk menentukan standar halal atau haram dalam mengambil keputusan apapun.
Masyarakatpun dibina untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, yaitu melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar hingga tercipta suasana yang mendukung pada ketaatan dan menjauhkan dari kemaksiatan.
Negara Islam dalam hal ini kekhilafaan menerapkan aturan dan sanksi sesuai hukum dan menjaga keamanan serta kehormatan masyarakat.

Posting Komentar