-->

Panic Buying BBM dan Urgensi Kedaulatan Energi

Oleh : Siti Rohmah, S. Ak
(Pemerhati Kebijakan Publik) 

Panic buying BBM melanda sejumlah negara di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia. Tidak terkecuali di Indonesia, fenomena panic buying BBM terjadi di sejumlah daerah seperti Jember, Medan, dan Aceh.
Masyarakat dilaporkan beramai-ramai mengantri membeli BBM setelah beredar isu terkait akan adanya potensi gangguan pasokan energi akibat konflik global.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tetap tenang dan menegaskan stok BBM nasional dalam kondisi aman. Bahlil menjelaskan, kapasitas untuk penampungan minyak nasional memang berada pada kisaran 25 hari. Namun, menurutnya, standar minimal ketersediaan untuk kebutuhan nasional berada di atas 20 hari. Detik.com, (06-03-2026). 

Pengelolaan SDA

Perang AS-Israel vs Iran mengancam pasokan BBM ke sejumlah negara- negara di dunia termasuk Indonesia, akibatnya terjadi panic buying BBM. Padahal Indonesia sendiri kaya dengan sumber daya alam, termasuk minyak bumi. Panic buying yang dialami oleh masyarakat sangat mungkin terjadi karena memang saat ini Indonesia sendiri untuk mencukupi kebutuhan energinya hampir 50% impor. Maka tak heran masyarakat takut akan lonjakan harga bensin ataupun dampak dari kenaikan harga transportasi dan sebagainya. 

BBM adalah komoditas strategis, kelangkaannya bisa menimbulkan gejolak ekonomi, sosial dan politik. Negara sendiri bisa lumpuh jika tidak ada pasokan energi tersebut. Ketika minyak dunia mahal inflasi tidak bisa dihindari.

Kedaulatan energi menjadi faktor penting untuk stabilitas politik ekonomi suatu negara. Ketika pasokan energinya stabil, maka dalam negeri politik dan ekonominya juga stabil. Indonesia sendiri seharusnya stabil secara kecukupan sumber minyak bumi karena hasilnya yang melimpah. Namun yang terjadi karena sumber daya alam saat ini boleh di kelola swasta atau asing, maka hasilnya tidak cukup untuk kebutuhan nasional.

Kapitalisme global mengeksploitasi sumber daya energi dari negara-negara berkembang (lemah) semata untuk meraup keuntungan ekonomi dan juga untuk menciptakan ketergantungan energi sebagai alat penjajahan ekonomi. Adanya investor-investor dalam negeri untuk pengelolaan sumber daya memberikan kesan tidak bisa mandiri dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam sendiri. Maka tak heran Indonesia akan terus menerus kekurangan sumber daya energi karena dikuasai investor dan di ekspor. 

Islam Mengatur SDA

Sumber Daya Alam (SDA) merupakan hasil bumi yang harus dikelola dengan baik dan benar. Dalam Islam Sumber daya alam termasuk dalam kepemilikan umum yang wajib di kelola negara dan didistribusikan hasilnya untuk kesejahteraan rakyat. 
Sebagaimana dalam hadist;
 
"Kaum Muslim berserikat (bersama-sama memiliki) dalam tiga perkara: padang rumput, air, dan api" (HR Abu Dawud dan Ahmad). 

Hadis ini menegaskan bahwa sumber daya alam yang vital dan dibutuhkan masyarakat luas tidak boleh dikuasai individu, melainkan dikelola negara untuk kepentingan bersama. Daulah juga akan memaksimalkan pemenuhan kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu tanpa memikirkan harus ekspor, karena rakyat prioritas utama. Daulah akan menyediakan alat, tenaga ahli, maupun dana untuk pengembangan maupun pengelolaan tambang maupun kilang dengan dana mandiri tanpa membutuhkan investor. 

Indonesia kaya dengan berbagai sumber daya alam. Tidak hanya minyak bumi, namun baru bara, emas, nikel, hasil panen, hasil laut. Jika semua itu dikelola dengan aturan sistem Islam, maka kas negara akan penuh dan hasilnya bisa mencukupi seteiap masyarakat. Negara akan menjamin kebutuhan pokok terpenuhi. Kebutuhan pendidikan, kesehatan, keamanan dan infrastruktur lainnya juga dapat diakses dengan mudah dan murah. Tidak akan terjadi panic buying ketika semua terpenuhi kebutuhan nya. 

Maka, daulah akan melarang kilang minyak, tambang emas maupun batu bara di kelola oleh swasta apalagi asing, jikapun ada kerjasama hanya sekedar kontrak kerja. Begitulah Islam mengatur aspek sumber daya alam, sehingga negara yang mandiri pasti akan kuat secara keseluruhan. Maka hanya dengan kembali menerapkan sistem Islam di muka bumi ini segala masalah akan teratasi. Waallahu'alam bisshawab.