Mulia dengan Al Qur'an
Oleh : Ida Nurchayati
Ramadan merupakan bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah. Pemimpin para bulan (sayyidusyuhur) dimana Allah melipatgandakan pahala, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan syetan dibelenggu.
Ramadan juga dikenal dengan Syahrul Qur'an karena didalamnya Allah SWT menurunkan Al Qur'an sebagai petunjuk, kabar gembira dan pemberi peringatan bagi manusia. Al Qur'an yang mulia akan menjadikan mulia yang berinteraksi bersamanya. Malaikat Jibril, malaikat yang menyampaikan Al Qur'an adalah malaikat paling mulia. Rasulullah SAW adalah nabi yang menerima Al Qur'an sekaligus mukjizat bagi beliau adalah nabi paling mulia. Umat yang mengemban Al Qur'an akan mulia dan menjadi sebaik-baik umat. Sejarah mencatat umat Islam pernah memimpin peradaban dunia selama kurang lebih 13 abad dengan wilayah hampir meliputi 2/3 dunia menebarkan rahmat ke seluruh penjuru alam.
Umat Islam Terpuruk
Umat Islam adalah umat terbaik sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran 104. Namun faktanya umat Islam tengah terpuruk. Kondisi umat sangat memprihatinkan. Umat mengalami krisis multidimensi.
Dibidang politik, umat masih membebek sistem politik sekuler warisan penjajah. Kasus korupsi semakin menggurita. Dibidang ekonomi, rakyat mayoritas masih bergelut dengan kemiskinan. Kesenjangan ekonomi semakin lebar. Sementara angka kriminalitas semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitas.
Sementara nasib penduduk Gaza masih terjajah dan menderita. Penguasa negeri-negeri muslim justru berkhianat, bergabung dengan Board of Peace bentukan Trump.
Umat Jauh dari Al Qur'an
Keterpurukan umat suatu yang wajar karena umat jauh dari panduan hidupnya. Al Qur'an sebagai petunjuk mulai diabaikan bahkan tinggal sekedar dibaca dan dilombakan. Kondisi ini sebagaimana pengaduan Baginda Rasulullah pada Allah, 14 abad yang lalu, dalam Surat Al Furqon ayat 30 yang artinya,
Rasul (Nabi Muhammad) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini (sebagai) sesuatu yang diabaikan.”
Maka pekerjaan rumah umat Islam adalah bagaimana mengembalikan fungsi Al Qur'an sebagaimana diturunkan yakni sebagai petunjuk, pembeda yang hak dan batil, peringatan dan pemberi kabar gembira. Artinya bagaimana menerapkan ajaran Al Qur'an dalam kehidupan kita dan menjadikan sebagai solusi problematika kehidupan kita.
Mulia dengan Al Qur'an
Ramadan bulan Al Qur'an dan tujuan dari berpuasa adalah taqwa. Maka benang merah yang bisa kita tarik adalah bagaimana mewujudkan takwa baik individu, masyarakat maupun level negara. Yakni dengan menjalankan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan- Nya. Sementara banyak syariat yang hanya bisa dilaksanakan dengan kekuasaan, seperti qishas, hukum potong tangan, hukum cambuk dan rajam, kewajiban berperang dan sebagainya. Maka urgen adanya kelompok dakwah yang menyeru untuk mengembalikan kehidupan Islam.
Kutlah dakwah ideologis yang bergerak di tengah-tengah umat untuk menaikkan tingkat pemikiran umat hingga level mustanir. Yaitu kondisi dimana Islam dijadikan kaidah dan kepemimpinan berpikir. Ketika mayoritas umat Islam sudah siap diatur dengan aturan Al Qur'an maka unat Islam siap bangkit memimpin peradaban dunia. Kondisi yang akan mengembalikan kemuliaan umat dan Islam menjadi umat terbaik.
Wallahu a'lam

Posting Komentar