Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas
Oleh : Anisyah Hapsari
Pekanbaru- Seorang mahasiswi menjadi korban pembacokan di Kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Kamis pagi, 26 Februari 2026. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka berat di bagian kepala.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di lantai 2 Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Seorang mahasiswi bernama Fadilah Ayu dibacok oleh mahasiswa berinisial RM. Aksi tersebut dilakukan saat korban akan mengikuti seminar proposal. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Pelaku RM melukai korban menggunakan senjata tajam.
Pihak keamanan kampus berhasil mengamankan pelaku dan menyerahkan ke Polsek Bina Widya,Kota Pekanbaru, tak lama setelah pelaku melakukan aksi keji tersebut. Sementara itu korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau.
Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan kasus penganiayaan berat ini dilatarbelakangi motif hubungan pribadi. Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Mahasiswa berinisial RM ditetapkan sebagai tersangka.
"Saat ini tersangka telah diamankan di Kepolisian Sektor Binawidya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan alat bukti secara profesional,"ujar Zahwani di Pekanbaru, Kamis, 26 Februari 2026.
Realita Dilapangan
Kasus pembacokan yang dilakukan oleh seorang mahasiswa di area kampus semakin menunjukkan betapa rusaknya aqidah dan ahlaknya pemuda negeri ini. Tempat yang seharusnya di gunakan untuk menimba ilmu justru di jadikan sebagai tempat untuk melakukan tindakan keji.
Ini menjadi bukti nyata dari dampak sekularisme dan liberalisme yang dianut negeri ini. Jadi tidak heran generasi negeri ini memiliki standar dan perilaku semaunya sendiri tanpa memikirkan norma agama yang berujung terjerat dalam pergaulan bebas hingga kekerasan yang dapat menghilangkan nyawa seseorang.
Gagalnya Peran Negara
Peran negara sebagai ujung tombak dalam membentuk karakter pemuda negeri ini tidak dapat dijalankan dengan baik. Diterapkan sistem kapitalisme menjadikan pemuda negeri ini hanya dijadikan sebagai objek materi yang mendatangkan keuntungan tanpa memikirkan dampak buruknya.
Inilah gambaran nyata diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang hanya dapat menghasilkan generasi muda rusak seperti saat ini, jauh dari karakter pemuda islam yang seharusnya.
Butuh solusi tuntas untuk menyelesaikan persoalan ini, yang mampu menyelesaikannya hingga ke akar. Lalu solusi seperti apa?
Tidak lain dan tidak bukan solusi islam yang mampu menyelesaikannya.
Solusi Islam
Dalam Islam pemuda dipandang sebagai tonggak peradaban, sehingga generasi dididik untuk memiliki kesadaran untuk taat pada syari'at,memahami halal-haram, memiliki tanggung jawab, serta ketaqwaan kepada sang pencipta. Karena dalam islam pendidikan itu tidak hanya untuk pandai dalam materi ataupun teori semata namun di didik untuk memiliki ketaqwaan dan adab yang mulia.
Tidak hanya dalam Islam masyarakat juga turut andil dalam menciptakan generasi mulia.Karena dalam masyarakat harus senantiasa beramar ma'ruf nahi munkar sehingga menciptakan suasana yang mendukung ketaatan dan menjauhkan dari perilaku yang menyimpang.
Dalam Islam peran utama untuk menciptakan generasi yang mulia adalah negara. Negara dalam islam yakni Khilafah berperan sebagai raa'in yang bertanggung jawab atas rakyatnya mulai dari sintem pendidikan,lingkungan sosialnya,hingga menerapkan aturan serta sanksi sesuai hukum Islam hingga dapat menimbulkan efek jera bagi pelanggarnya,sehingga dapat menjaga keamanan dan kehormatan rakyatnya.
Wallahu'alam bishawab

Posting Komentar