Indonesia Darurat Kesehatan Jiwa Anak
Oleh : Ida Nurchayati
Pemerintah meneken SKB Kesehatan Jiwa untuk memperkuat Penanganan Kesehatan Jiwa Anak. SKB dilatarbelakangi hasil Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja Tahun 2024, ditemukan 7,28 persen anak mengalami masalah kesehatan jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 62,19 persen di antaranya juga mengalami kekerasan, baik secara fisik, emosional, maupun seksual, dalam setahun terakhir. Jika anak pernah mengalami kekerasan, baik seksual, emosional, maupun fisik, hal tersebut berkontribusi besar terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa pada anak (www.kemwntrianpppa.go.id).
Menurut data KPAI, ada empat faktor utama pemicu keinginan anak mengakhiri hidup (konflik keluarga sebanyak 24–46 persen, masalah psikologis 8–26 persen, perundungan 14–18 persen, serta tekanan akademik 7–16 persen).
Krisis Kesehatan Jiwa Buah Sistem Sekuler
Meningkatnya krisis kesehatan jiwa anak dampak sistem kehidupan sekuler liberal. Anak yang lahir dan hidup pada era digital sangat dipengaruhi oleh media sosial. Hegemoni media oleh kapitalisme global yang mengajarkan nilai-nilai dan sikap yang tidak selaras dengan Islam seperti individualis, liberal dan hedonis. Lahir anak yang menjadikan materi sebagai standar kebahagiaan. Gaya hidup liberal yang serba bebas dan tidak menjadikan halal dan haram sebagai standar perbuatan.
Perbedaan kondisi didunia maya dengan dunia nyata menyebabkan tekanan mental pada anak. Gambaran sosok kehidupan yang ada dalam dunia maya kadang jauh dengan realitas kehidupan sehingga mengakibatkan depresi pada anak.
Kegagalan sistem pendidikan sekuler yang hanya mengejar materi dan kurang memperhatikan pembentukan karakter yang berlandaskan pada akidah membuat generasi muda rentan terhadap tekanan mental saat menghadapi masalah hidup.
Pendidikan baik di keluarga, maupun di sekolah dan di lingkungan masyarakat hanya berorientasi pada capaian materi. Standar kesuksesan diukur dari capaian yang bersifat fisik dan tidak berpijak pada akidah dan syariat Islam. Sistem pendidikan sekuler melahirkan anak sebagai budak korporasi namun lemah secara mental dan kepribadian. Sehingga rapuh secara mental dan tidak tahan mendapat tekanan, mudah depresi hingga bunuh diri.
Islam Menjaga Kesehatan Mental
Sistem sekuler liberal kapitalistik yang gagal mewujudkan kesejahteraan dan ketenangan jiwa sudah seharusnya dijadikan musuh bersama Umat Islam. Sistem yang menolak agama untuk mengatur kehidupan sudah seharusnya ditinggalkan. Harus ada kelompok dakwah yang bergerak ditengah -tengah umat yang berjuang untuk merubah tatanan kehidupan. Bagaimana agar kehidupan diatur dengan syariat Islam karena Allah menurunkan Islam sebagai solusi atas problenatika kehidupan termasuk gangguan kesehatan mental pada anak.
Didalam Islam, seorang khalifah adalah ra'in atau penggembala yang bertanggungjawab terhadap individu rakyat maupun keluarga dari gempuran nilai-nilai sekuler yang merusak. Maka negara akan memblokir konten-konten yang merusak anak dan keluarga. Negara wajib menghadirkan konten yang membangun kesehatan mental berlandaskan pada akidah Islam. Negara wajib memperkokoh akidah sehingga akan menjadi self kontrol individu senantiasa dalam ketaatan. Negara juga memahamkan rakyat termasuk anak agar menjadikan syariat Islam sebagai standar perbuatan. Nilai kebahagiaan adalah mendapat ridha dari Allah SWT.
Sistem politik Islam akan mengintegrasikan semua aspek kehidupan diatur dengan syariat Islam. Sistem ekonomi Islam mampu mewujudkan kesejahteraan sehingga mengurangi tekanan ekonomi dalam kehidupan. Tata kelola anggaran berbasis baitul mal mampu mewujudkan layanan pendidikan, kesehatan, dan keamanan yang berkualitas sehingga setiap anak tercukupi kebutuhan dasar dan mendapat jaminan keamanan yang akan menunjang kesehatan mental anak.
Sistem pendidikan berdasarkan pada akidah Islam sehingga membentuk individu termasuk anak dalam ketaatan. Tujuan pendidikan adalah membentuk kepribadian Islam. Yakni pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan Islam. Sistem pendidikan Islam akan melahirkan individu yang kokoh secara akidah, kuat secara mental dan kuat menghadapi tekanan.
Khatimah
Kesehatan mental anak akan terwujud ketika negara ini menerapkan Islam secara kaffah. Sistem politik Islam akan mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam seluruh aspek kehidupan. Sistem Islam mampu mewujudkan kesejahteraan dan ketenangan jiwa, termasuk anak.
Wallahu a'lam

Posting Komentar