-->

Makna Cinta dan Tantangan Remaja di Tengah Arus Kehidupan Modern


Di hadapan puluhan Muslimah Muda, Pemerhati Remaja dan Pengembangan Karakter Anak, Kak Suci menjelaskan seputar makna cinta dan tantangan remaja di tengah arus kehidupan modern. 

Hal tersebut diungkapnya dalam kegiatan Girls Talk bertajuk “Back to Allah, Back to Love” yang diselenggarakan Komunitas Hi.Mpok Depok, Ahad (8/2/2026) di Sukmajaya, Kota Depok.

Pasalnya, lanjut Kak Suci, berbagai fenomena yang tengah dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari melemahnya penjagaan diri, normalisasi pergaulan bebas, hingga munculnya perilaku dan orientasi seksual yang bertentangan dengan fitrah manusia. “Fenomena tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan krisis arah cinta di kalangan remaja,” jelasnya.

“Cinta hari ini kerap dipahami secara sempit dan dangkal. Ia dijadikan ajang pembuktian diri, pencarian validasi, dan pemuasan emosi sesaat. Akibatnya, relasi yang dijalani tidak memberi ketenangan, melainkan meninggalkan luka dan kebingungan identitas, terutama bagi remaja Muslimah,” tambahnya.

Ia pun menegaskan itu semua tidak akan terjadi jika Islam dijadikan landasannya. Islam memiliki konsep cinta yang jelas dan terarah. Landasan utama cinta seorang Muslim adalah cinta kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 165 yang artinya, “Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah.”

“Ayat tersebut menjadi pijakan bahwa kualitas iman seseorang tercermin dari arah cintanya,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, cinta yang dimiliki haruslah yang hakiki, yakni cinta yang tidak menjadi sumber kerusakan melainkan sarana menjaga fitrah dan ketaatan.

“Adapun cinta hakiki terbagi menjadi dua, yakni: Pertama, cinta kepada Allah, Rasul-Nya, dan perjuangan di jalan Allah. Kedua, cinta kepada sesama yang dibolehkan oleh syariat, dengan tetap dilandaskan pada cinta kepada Allah,” bebernya.

Cinta yang hakiki, ungkapnya, harus diwujudkan dalam amal nyata. “Bentuknya dibagi menjadi 3 yaitu ibadah, menuntut ilmu, dan berdakwah. Tanpa ketiganya, cinta berisiko berhenti pada klaim perasaan tanpa tanggung jawab,” sebutnya.

Melalui Girls Talk ini, Hi.Mpok Depok ini, ia pun berharap para Muslimah mampu menata ulang orientasi cintanya. “Bukan sekadar agar terhindar dari pergaulan yang merusak, tapi agar tumbuh sebagai generasi yang memiliki arah hidup jelas, iman yang kokoh, dan cinta yang kembali kepada cinta yang hakiki, cinta kepada Allah,” pungkasnya. []Najwa Nazahah