BOP (Board of Peace), Hegemoni Barat atas Palestina
Oleh : Dewi Rohmah, S. Pd
Aktivis Muslimah
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menyampaikan optimisme kuat terhadap tercapainya perdamaian di Gaza usai menandatangani Board of Peace (BoP) Charter yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Keterlibatan Indonesia dalam BoP, menurutnya ini merupakan momentum bersejarah sekaligus peluang nyata untuk mendorong upaya perdamaian, khususnya bagi rakyat Palestina. (setkab.co.id / 03-01-26).
Board of Peace (BoP) adalah badan internasional yang dibentuk dengan tujuan untuk mengawal, menjaga dan mengamankan daerah pasca konflik (Gaza Palestina). Adapun terdapat +- 61 negara yang tercatat ikut andil dalam proses pembentukan BoP ini, akan tetapi dari banyaknya negara-negara tersebut, Palestina justru tidak dilibatkan didalamnya.
Hal ini memunculkan tanda tanya besar, mengapa jika BoP dibentuk untuk perdamaian Palestina, sedangkan tokoh utamanya tidak dilibatkan?...
Jika ditelisik lebih mendalam, jelas terlihat bahwa pembentukan ini ditujukan untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi AS, Terbukti dari isi 20 poin yang telah di buat oleh Trumb dan para anteknya.
Tujuannya jelas yaitu Trump ingin menguasai Gaza, menjadikan penduduk Gaza terusir dari wilayahnya, membuat dalih memperbaiki Gaza dengan cara membangun New Gaza padahal di dalam hanya berisi kepentingan mereka (AS) sebab pembangunan yang dimaksud adalah memperluas wilayah, membuat wisata pantai, membuat gedung-gedung tinggi, menara, apartemen yang itu semua hanya untuk mengais keuntungan kapital semata.
Hal ini menunjukan bahwa BoP ini justru ditujukan untuk mempermudah proses kehancuran Palestina, apalagi keberadaan negara-negara muslim yang ikut andil di dalamnya menjadikan AS semakin PEDE untuk merealisasikan 20 poin rencana mereka atas Gaza.
Adapun keikutsertaan negeri-negeri muslim dalam BoP ini, bagaikan menambah garam dalam luka, sebab harapan kemerdekaan Gaza ternodai dengan terlibatnya mereka. Keterlibatan ini juga termasuk dalam bentuk penghianatan terhadap muslim Gaza, sebab saudara yang seharusnya melindungi mereka (Gaza) ternyata ikut melancarkan rencana jahat musuhnya.
Palestina tidak butuh BoP maupun rencana AS, sebab apapun solusi yang mereka tawarkan ataupun mereka buat tidaklah untuk Gaza Palestina. Yang dibutuhkan Palestina yaitu perdamaian, pembebasan dari pendudukan dan penjajahan oleh Zionis Israel.
Perdamaian yang hakiki hanya bisa terwujud jika Zionis Israel pergi dari wilayah Palestina. Adapun satu satunya cara yang bisa mengusir penjajah yang dilakukan Zionis ialah dengan jihad. Jihad dilakukan untuk memberantas musuh-musuh Islam yang mencoba untuk melukai dan membuat masalah, tidak hanya memberantas di wilayah Palestina, melainkan jihad dilakukan di seluruh penjuru dunia yang tidak mendapat keadilan.
Khilafah merupakan satu-satunya institusi negara yang akan mengomando jihad akbar, untuk membebaskan tanah manapun yang mengalami penjajahan seperti Palestina. Di dalam khilafah pun haram hukumnya bersekutu dengan negeri kafir harbi fi'lan apapun itu alasannya.
Adapun negeri-negeri muslim saat ini haruslah bersegera menegakkan khilafah, sebab khilafah adalah negara yang dapat menerapkan hukum Allah secara sempurna. Ummat islam harus bersatu mewujudkannya dengan menjadikan khilafah sebagai qadhiyah masiriyah (agenda utama) dan kita harus segera merealisasikannya.
Wallahua'lam

Posting Komentar